Telset.id – Lucid menarik kembali 27.185 unit Lucid Air model tahun 2022-2026 karena label “Fire Risk Warning” pada sistem pencahayaan eksterior. Meski terdengar mengkhawatirkan, akar masalahnya bukan pada baterai atau sistem kelistrikan utama kendaraan listrik, melainkan pada perangkat lunak yang mengontrol lampu LED. Lucid telah mendistribusikan pembaruan software pada Juli lalu yang diklaim mampu mengatasi masalah overheating tersebut.
Pemberitaan media yang menonjolkan kata “kebakaran” pada kendaraan listrik memang kerap kali berlebihan. Padahal, data menunjukkan mobil berbahan bakar bensin mengalami kebakaran dengan tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan EV. Setiap tahunnya, tercatat sekitar 200.000 kasus kebakaran mobil bensin di Amerika Serikat, sementara insiden tunggal pada EV selalu mendapatkan sorotan yang tidak proporsional.
Fenomena ini kembali terjadi ketika Lucid mengeluarkan recall dengan label “Fire Risk Warning” untuk 27.185 unit Lucid Air. Peringatan kepada pemilik untuk memarkirkan kendaraan di luar ruangan hingga perbaikan diterapkan pun langsung menjadi headline di berbagai media. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, masalah ini sebenarnya sederhana dan sudah memiliki solusi.
Akar Masalah pada eFuse dan Lampu LED
Permasalahan yang ditemukan Lucid berkaitan dengan perangkat lunak untuk pencahayaan eksterior tegangan rendah, yaitu lampu LED. Sistem tersebut ternyata tidak memiliki proteksi yang memadai terhadap arus berlebih (overcurrent). Dalam kondisi tertentu, arus yang terlalu besar dapat mengalir ke LED, menyebabkan panas berlebih yang berpotensi menimbulkan asap atau bahkan api.
Yang menarik, arus untuk pencahayaan ini dikendalikan oleh komponen bernama “eFuse”, bukan sekring otomotif tradisional. Karena eFuse dapat dikendalikan melalui software, maka perbaikannya pun cukup dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak. Lucid sendiri merupakan kendaraan yang terhubung internet dan dapat menerima update secara over-the-air, sehingga sebagian besar unit yang terdampak sebenarnya sudah diperbarui sebelum pemberitahuan recall ini diajukan.

Perbaikan sebenarnya sudah dilakukan sejak Juli melalui pembaruan software versi 2.10.0. Versi baru ini mengurangi arus listrik ke sirkuit lampu dan menghentikan upaya penyalaan ulang lampu secara terus-menerus ketika terdeteksi gangguan, yang sebelumnya menjadi penyebab overheating. Hingga 20 Agustus, sebanyak 20.719 unit kendaraan yang terdampak telah menerima pembaruan, sementara 6.466 unit lainnya masih perlu mengunduh update tersebut.
Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Lucid mengidentifikasi total tiga insiden kebakaran yang terkait dengan masalah ini, semuanya berhubungan dengan pencahayaan bagian depan. Insiden terakhir terjadi pada Maret 2025. Selain itu, terdapat empat kejadian yang melibatkan asap dalam setahun terakhir dan 33 laporan garansi yang berkaitan dengan kerusakan wiring harness.
Baca Juga:
Update Software, Bukan Parkir di Luar
Meskipun Lucid merekomendasikan pemilik untuk memarkirkan kendaraan di luar ruangan hingga perbaikan diterapkan, hal tersebut hanyalah bagian dari bahasa standar dalam pemberitahuan recall. Solusi sebenarnya cukup dengan menerapkan pembaruan perangkat lunak yang sudah tersedia. Pemilik yang belum menerapkan update akan mendapatkan pemberitahuan recall melalui pos, kemungkinan pada bulan Oktober. Namun, karena waktu tersebut masih cukup panjang untuk mengunduh pembaruan, ada baiknya segera melakukan update sekarang.
Kasus ini membuka diskusi menarik tentang bagaimana masalah perangkat keras kini dapat diselesaikan melalui perbaikan perangkat lunak. Pendekatan ini memang sudah sering dilakukan oleh Tesla. Di sisi lain, muncul pula pertanyaan tentang bagaimana kendaraan yang didefinisikan oleh software (software-defined vehicles) dapat diluncurkan ke jalan dengan kekurangan seperti ini, serta apakah perusahaan akan merasa kurang terdorong untuk memastikan segala sesuatunya benar-benar sempurna sebelum merilis kendaraan.
Terlepas dari perdebatan tersebut, yang jelas kasus ini menunjukkan bahwa tidak semua isu yang melibatkan kata “kebakaran” pada EV harus disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. Seperti halnya Lucid Cosmos SUV yang sempat tertunda demi menghindari masalah kualitas, Lucid tampaknya berusaha transparan dalam menangani setiap temuan. Bagi para pemilik Lucid Air yang terdampak, langkah paling bijak adalah segera mengunduh pembaruan software daripada sekadar memarkirkan kendaraan di luar ruangan.





Komentar
Belum ada komentar.