Telset.id – Administrasi Ruang Siber China (CAC) secara resmi menunjuk akun Bilibili bernama Cai Shen Dao dalam kasus yang digambarkan regulator sebagai evaluasi produk palsu yang merusak kualitas produk dan reputasi perusahaan. Penunjukan ini tercantum dalam pemberitahuan resmi yang dirilis pada 4 Agustus 2026, sebagai bagian dari kampanye regulasi yang lebih luas yang menargetkan lingkungan bisnis online.
Akun Cai Shen Dao masuk dalam kategori keempat dari empat kategori pelanggaran yang diumumkan CAC. Kategori tersebut secara khusus menyasar akun-akun yang dituduh melakukan evaluasi produk palsu yang tidak hanya merusak kualitas produk dan reputasi perusahaan, tetapi juga menyesatkan konsumen. Selain Cai Shen Dao di Bilibili, kategori yang sama juga mencakup akun-akun di platform Kuaishou, Douyin (versi China dari TikTok), dan Xiaohongshu.
Berbeda dengan tiga kategori pertama yang disebutkan dalam pemberitahuan, CAC tidak menyatakan bahwa akun-akun dalam kategori keempat ditutup atau dihapus. Pemberitahuan hanya menyebutkan bahwa akun-akun tersebut dikenai tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Aturan yang dimaksud mensyaratkan bahwa evaluasi produk online harus mematuhi standar dan spesifikasi teknis yang ada, metode pengujian non-standar harus dijelaskan, serta melarang deskripsi produk yang salah atau tidak akurat dan penghinaan yang disengaja.
Kronologi Pengujian Baterai BYD yang Memicu Kontroversi
Kontroversi ini bermula dari pengujian Baterai Blade generasi kedua milik BYD yang dilakukan Cai Shen Dao saat pengisian daya arus tinggi pada kendaraan Fang Cheng Bao Ti 3 AWD Flash Charging Edition. Kendaraan ini menggunakan sistem motor ganda 310 kW (416 hp) dengan paket baterai 78,72 kWh. Dalam uji siaran langsung pada 6 Mei, probe eksternal dilaporkan mencatat suhu permukaan puncak mencapai 76,42 derajat Celsius, sementara sistem manajemen baterai kendaraan menampilkan sekitar 71,0 derajat Celsius.
Selain pengujian langsung, perselisihan juga melibatkan pembongkaran terpisah dari Baterai Blade generasi kedua. Pada laporan 18 Mei, tim pembongkaran membedah paket baterai yang telah dibekukan sekitar 40 jam sebelum proses pembongkaran dilakukan. Laporan tersebut menjelaskan konstruksi internal paket dan sistem pendinginannya, serta mencakup penjelasan tim bahwa beberapa struktur luar harus dilepas selama proses berlangsung.
Evaluasi laboratorium selanjutnya yang dilakukan oleh Guolian Research Institute mengisi daya kendaraan dari 7% hingga 97% state of charge dalam waktu 8 menit 32 detik, dengan arus puncak sekitar 1.200 A. Probe yang ditempatkan pada permukaan sel yang terbuka mencatat suhu puncak 78,5 derajat Celsius, sementara sistem manajemen baterai kendaraan melaporkan sekitar 70,5 derajat Celsius.

Perbedaan angka antara dua pengukuran ini perlu dipahami dalam konteks yang tepat. Probe laboratorium mengukur suhu pada permukaan sel yang terbuka, sementara data sistem manajemen baterai berasal dari sensor di dalam sistem baterai pabrik kendaraan. Pengukuran ini mendokumentasikan perbedaan suhu yang tercatat dalam kondisi pengujian tertentu. Namun, penting untuk dicatat bahwa data tersebut tidak dengan sendirinya menetapkan cacat spesifik atau menentukan keamanan serta daya tahan keseluruhan baterai produksi.
Baca Juga:
Klaim Laporan Polisi Masih Belum Terkonfirmasi
Sebelum pemberitahuan CAC dirilis, Cai Shen Dao mengklaim melalui akun Weibo-nya pada 30 Juli bahwa BYD telah melaporkannya ke Polsek Distrik Songjiang di Shanghai terkait pengujian baterai yang dilakukannya. Namun, hingga saat ini belum ditemukan pemberitahuan polisi publik, dokumen penerimaan, atau pernyataan BYD yang mengonfirmasi laporan tersebut. Klaim ini masih murni berasal dari Cai Shen Dao.
Pada 4 Agustus, akun Weibo sekunder Cai Shen Dao dilaporkan mengajukan banding ke Kantor Berita Xinhua dan menggambarkan penegakan hukum tersebut sebagai ketidakadilan. Postingan tersebut kemudian dihapus. Pemberitahuan CAC pada 4 Agustus tidak menyatakan bahwa proses pidana telah dimulai.
Pemberitahuan CAC menempatkan Cai Shen Dao dalam kampanye yang lebih luas yang mencakup akun-akun yang terlibat dalam konten otomotif, produk konsumen, korporasi, dan konten komersial lainnya. Ini menandakan bahwa kasus ini bukan insiden terisolasi, melainkan bagian dari pengawasan regulasi yang lebih ketat terhadap konten komersial online di China.
Kasus ini menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung antara pengujian independen dan perlindungan reputasi korporasi di industri kendaraan listrik China. Baterai Blade generasi kedua merupakan produk penting bagi BYD, dan pengujian independen terhadap produk tersebut memiliki implikasi luas bagi persepsi publik. Sementara itu, regulasi yang semakin ketat terhadap evaluasi produk online menunjukkan bahwa regulator China serius dalam menertibkan konten komersial yang dianggap merugikan.
Bagi industri otomotif secara lebih luas, kasus ini menjadi preseden penting tentang bagaimana pengujian independen terhadap produk kendaraan listrik akan diperlakukan di China. Aturan yang dirujuk regulator mensyaratkan metode pengujian non-standar untuk dijelaskan, yang bisa menjadi pedoman bagi penguji independen lainnya. Selain itu, aturan juga menyatakan bahwa kasus yang diduga merupakan tindak pidana harus ditransfer ke otoritas peradilan yang relevan untuk ditangani.
Meskipun pemberitahuan CAC tidak menyebutkan hukuman spesifik untuk akun-akun dalam kategori keempat, masuknya Cai Shen Dao dalam daftar ini menandakan bahwa regulator menganggap pengujian yang dilakukannya bermasalah. Ini berpotensi mempengaruhi bagaimana penguji independen lainnya di China melakukan evaluasi produk, terutama yang melibatkan metode non-standar seperti pembekuan baterai sebelum pembongkaran.
Perkembangan ini juga terjadi di tengah meningkatnya persaingan di pasar baterai kendaraan listrik global. BYD terus mengembangkan teknologi baterainya, dan kasus ini menunjukkan betapa sensitifnya reputasi produk bagi produsen kendaraan listrik China. Sementara itu, konsumen dan pengamat industri akan terus memantau bagaimana kasus ini berkembang, terutama mengingat klaim laporan polisi yang belum terkonfirmasi.
Dengan tidak adanya konfirmasi resmi dari BYD atau pihak kepolisian, status hukum kasus ini masih belum jelas. Namun, pemberitahuan CAC sendiri sudah cukup untuk memberikan sinyal kuat tentang sikap regulator terhadap evaluasi produk yang dianggap tidak sesuai standar. Bagi para pelaku industri dan pengamat, kasus ini menjadi studi kasus menarik tentang batas-batas pengujian independen di era regulasi konten online yang semakin ketat.
Kasus Cai Shen Dao juga mengingatkan bahwa pengujian produk independen, meskipun penting bagi transparansi pasar, harus dilakukan dengan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan. Perbedaan antara pengukuran probe eksternal dan sistem manajemen baterai pabrik, seperti yang terlihat dalam kasus ini, menunjukkan kompleksitas dalam mengevaluasi kinerja baterai kendaraan listrik. Evaluasi yang tidak memperhitungkan konteks pengukuran berisiko menyesatkan konsumen dan merusak reputasi produk.
Ke depan, industri akan menunggu apakah ada tindak lanjut dari kasus ini, baik dari sisi regulasi maupun dari sisi BYD. Sementara itu, kasus ini menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi baterai, seperti yang dikembangkan BYD, harus diimbangi dengan komunikasi yang jelas tentang metode pengujian dan interpretasi data yang tepat.





Komentar
Belum ada komentar.