Telset.id – CEO Rivian RJ Scaringe memastikan crossover Rivian R3 akan dibanderol “materially lower” atau jauh lebih murah dibanding R2, dan model lanjutan R4 akan menekan harga lebih dalam lagi. Pernyataan itu disampaikan Scaringe dalam wawancara Corner Office dengan The New York Times, tanpa menyebut angka pasti. Inilah sinyal paling jelas bahwa Rivian berniat menuntun lini produknya turun ke jantung pasar setelah peluncuran R2.
Ketika ditanya apakah Rivian sedang menggarap produk lebih murah dari R2, Scaringe bercanda bahwa produk berikutnya adalah model yang “secara kreatif kami sebut R3”. Ia menegaskan harga belum diumumkan, namun posisinya akan bergerak jauh lebih rendah, dan R4 “kembali menggerakkan itu lebih jauh”.
Persoalannya, frasa “lebih murah dari R2” bisa berarti banyak hal. R2 selama ini digambarkan sebagai SUV seharga 45.000 dolar AS, dan The New York Times memakai patokan itu. Namun angka tersebut bukan mobil yang bisa dibeli hari ini. Saat Rivian memperkenalkan lini dan harga R2 secara lengkap pada Maret, hanya versi Performance launch edition seharga 57.990 dolar AS yang dijadwalkan hadir pada 2026. Versi Premium 53.990 dolar AS menyusul akhir tahun ini, Standard Long Range 48.490 dolar AS pada awal 2027, dan Standard RWD 45.000 dolar AS baru tiba pada akhir 2027.
Patokan terbaik justru datang dari Scaringe sendiri. Ia sebelumnya menyebut R3 akan membawa Rivian masuk ke rentang “mid to high 30s” atau kisaran 30-an ribu dolar AS bagian atas. Angka itu sejalan dengan produk yang diposisikan jauh di bawah R2 dasar 45.000 dolar AS.
R3 Masih Bertahun-tahun Lagi
Rivian berencana memproduksi R3 di pabriknya di Georgia, tempat produksi dijadwalkan mulai pada 2028. Pabrik tersebut dirancang berkapasitas 400.000 unit per tahun dalam dua fase. Adapun R4, Scaringe sebelumnya menggambarkan R4 dan R5 sebagai kendaraan bersaudara di platform yang sepenuhnya baru, dan menyatakan belum ada tim engineering yang mengerjakannya. Tidak ada indikasi dalam wawancara ini bahwa situasinya banyak berubah. Untuk saat ini, R4 hanyalah arah harga tanpa tanggal pasti.
R2 sendiri menjalankan tugas yang Rivian butuhkan. Perusahaan menaikkan panduan pengiriman 2026 menjadi 65.000 hingga 70.000 kendaraan setelah pengiriman R2 dimulai pada Juni, naik dari sekitar 42.000 unit tahun lalu. Meski begitu, Rivian masih merugi dengan panduan kerugian adjusted EBITDA 1,8 miliar hingga 2 miliar dolar AS tahun ini.
Scaringe juga menjelaskan mengapa Rivian tidak bisa memimpin dengan mobil murah. Sebagai startup yang belum terbukti saat membeli komponen untuk R1, Rivian tidak punya daya tawar dan menganggarkan premi 40 persen hingga 50 persen pada harga pemasok. Menurut Scaringe, hubungan itu kini berbalik, dan para CEO pemasok yang sama justru kini yang datang menemui Rivian.
Baca Juga:
Jejak Karbon R2 Separuh R1
Di sisi lain, Rivian merilis 2025 Impact Report dan R2 Circularity, Energy, & Carbon Footprint Report yang membuktikan R2 dua kali lebih baik bagi lingkungan dibanding R1. Yang dimaksud adalah jejak karbon siklus hidup, bukan sekadar fase manufaktur. Berkat bobot lebih ringan dan aerodinamika yang lebih baik, R2 lebih efisien saat melaju dibanding saudaranya yang lebih berat dan besar.
R2 juga lebih bersih untuk diproduksi. Kendaraan ini dibangun menggunakan 25 persen material daur ulang, dan interiornya hampir seluruhnya bisa masuk tempat daur ulang. Tekstilnya dibuat dari limbah kertas Nordic, frunk dan trim-nya dari 85 persen limbah konsumen, karpetnya dari 99 persen limbah laut, dan resin battery cell tray-nya 100 persen daur ulang. Semua itu membuat R2 memiliki separuh jejak karbon siklus hidup dibanding R1.
Salah satu fitur baru R2 yang membantu adalah integrated smart charging, yang memprioritaskan pengisian daya pada jam-jam low-peak. Saat terhubung di rumah, mobil berusaha mengisi daya ketika tarifnya paling murah, sesering mungkin. Rivian juga memperluas jaringan edukasinya ke 45 perguruan tinggi dan sekolah kejuruan untuk mengajarkan penghematan energi dan teknik manufaktur berkelanjutan. Rivian bahkan menantang pemasok komponennya, mewajibkan semua calon pemasok Tier 1 langsung memiliki penyaringan hak asasi manusia dan lingkungan.
R2 bukan setengah ukuran R1, bukan pula setengah harganya. Namun dampaknya separuh lebih ringan bagi lingkungan, dan itulah bagian yang benar-benar penting. Setiap mil yang ditempuh R2 lebih efisien dan lebih ramah lingkungan dibanding satu mil dengan R1.
Kombinasi R2 yang sedang naik produksi, R3 yang lebih kecil dan lebih murah, serta R4 yang mengarah ke harga lebih rendah menempatkan Rivian pada posisi yang lebih lengkap dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan juga tengah menyiapkan pembaruan perangkat lunak melalui RivianOS 2 Luncur yang menyatukan software seluruh model. Sementara itu, CEO Rivian RJ Scaringe dijadwalkan tampil dalam TechCrunch Disrupt 2026, dan lini R1S serta R1T 2027 hadir dengan kursi kapten baru.
Yang jelas, Rivian sedang menjalankan playbook yang sama seperti Tesla ketika berpindah dari Model S ke Model 3: memulai dari model flagship, lalu turun ke volume besar. Dengan R2 yang mulai mengerek pengiriman dan R3 yang menjanjikan harga di kisaran 30-an ribu dolar AS, arah Rivian menuju lini produk yang lebih lengkap dan lebih menguntungkan sudah terlihat. R4 masih berupa arah harga tanpa tanggal, sementara R3 baru akan diproduksi di Georgia pada 2028. Tidak ada angka resmi, tidak ada janji tanggal untuk R4, dan itulah sejauh yang bisa dipastikan dari pernyataan Scaringe kali ini.





Komentar
Belum ada komentar.