📑 Daftar Isi

Armada bus listrik Big Blue Bus Santa Monica dengan infrastruktur pengisian daya ChargePoint

Santa Monica Bangun 130 Port Charger Bus Listrik ChargePoint

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Santa Monica bangun 130 port DC fast charging untuk armada bus listrik Big Blue Bus
  • Investasi total mencapai $56 juta untuk infrastruktur transit listrik
  • ChargePoint memasok perangkat keras Express Plus dan software manajemen armada
  • Eaton menyediakan peralatan kelistrikan seperti switchgear dan panelboards
  • Target armada sepenuhnya elektrik pada tahun 2032
  • Big Blue Bus melayani lebih dari 10 juta perjalanan per tahun
  • Sistem dapat menyesuaikan pengisian daya secara real time
  • Proyek menjadi salah satu deployment transit terbesar ChargePoint

Telset.id – Santa Monica, California, mempercepat transisi armada bus umum menuju kendaraan listrik dengan membangun 130 port DC fast charging untuk armada Big Blue Bus, sebagai bagian dari investasi senilai $56 juta dalam infrastruktur transit listrik. Proyek ini menargetkan armada yang sepenuhnya elektrik pada tahun 2032 dan menjadi salah satu deployment transit terbesar ChargePoint hingga saat ini.

Pengembangan infrastruktur pengisian daya ini melibatkan dua perusahaan utama. ChargePoint akan memasok perangkat keras pengisian Express Plus dan perangkat lunak manajemen armada, sementara Eaton, perusahaan manajemen daya, menyediakan peralatan kelistrikan yang dibutuhkan untuk menyalurkan daya ke seluruh depot. Proyek ini menjadi salah satu deployment transit terbesar yang pernah dilakukan ChargePoint.

Santa Monica electric bus

Menggerakkan depot bus listrik bukan sekadar memasang deretan charger. Sistem kelistrikan harus mampu mendukung banyak kendaraan besar yang mengisi daya secara bersamaan, dan bus harus siap beroperasi saat rutenya dimulai tanpa membebani lokasi atau mengganggu layanan harian. Eaton memasok medium-voltage switchgear, switchboards, panelboards, dan dukungan teknis di balik jaringan pengisian 130 port tersebut.

Peralatan tersebut berfungsi menerima, mendistribusikan, dan mengendalikan jumlah besar listrik yang dibutuhkan untuk menjaga armada tetap bergerak. Sementara itu, perangkat lunak ChargePoint akan memantau bus baik di depot maupun saat berada di jalan. Sistem ini dapat menyesuaikan pengisian daya secara real time dan melacak hasil keberlanjutan armada, membantu Big Blue Bus mengoordinasikan pengisian daya dengan jadwal operasional seiring bertambahnya bus listrik.

Komitmen Aksi Iklim Santa Monica

“Kepemimpinan Santa Monica dalam transportasi bersih menunjukkan apa yang mungkin terjadi ketika kota berkomitmen pada aksi iklim yang berani,” ujar CEO ChargePoint Rick Wilmer. “Proyek ini mewakili salah satu deployment transit terbesar ChargePoint hingga saat ini, menunjukkan bagaimana solusi pengisian daya berdaya tinggi yang skalabel dapat memenuhi kebutuhan kompleks armada bus besar dan membantu agensi transisi ke operasional sepenuhnya elektrik sambil memberikan biaya kepemilikan total yang lebih rendah.”

Armada Big Blue Bus menyediakan lebih dari 10 juta perjalanan setiap tahunnya, sehingga sistem pengisian daya harus mampu mendukung layanan transit reguler selama proses konversi armada berlangsung. Ke-130 charger beserta infrastruktur kelistrikan pendukungnya dirancang untuk melayani bus yang beroperasi saat ini sekaligus menyisakan ruang bagi kebutuhan daya yang lebih tinggi seiring mendekati tenggat 2032.

Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur pengisian daya skala besar dapat dirancang untuk kebutuhan armada transit publik. Dengan sistem manajemen yang mampu menyesuaikan beban secara real time, depot ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota-kota lain yang tengah melakukan transisi serupa.

Investasi $56 juta yang digelontorkan Santa Monica menunjukkan komitmen serius terhadap transportasi ramah lingkungan. Kehadiran 130 port pengisian cepat ini juga menjadi sinyal bagi industri bahwa permintaan akan infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus meningkat, sejalan dengan langkah berbagai kota di dunia menuju netralitas karbon.

Langkah Santa Monica ini juga memperkuat posisi California sebagai pionir kebijakan transportasi bersih di Amerika Serikat. Keberhasilan proyek ini nantinya akan menjadi tolok ukur bagi agensi transit lain yang ingin mengadopsi teknologi serupa.

Dengan tenggat 2032 yang masih sekitar enam tahun lagi, Big Blue Bus memiliki waktu untuk melakukan transisi bertahap. Infrastruktur yang dibangun saat ini dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan daya seiring bertambahnya jumlah bus listrik yang beroperasi.

Sistem manajemen armada dari ChargePoint juga memungkinkan optimalisasi jadwal pengisian daya berdasarkan kebutuhan operasional, sehingga bus selalu siap saat dibutuhkan tanpa membebani jaringan listrik secara berlebihan. Ini menjadi kunci efisiensi operasional jangka panjang.

Selain itu, kolaborasi antara penyedia perangkat keras, pengelola daya, dan operator armada seperti yang terjadi di proyek ini menunjukkan pentingnya pendekatan terpadu dalam membangun infrastruktur kendaraan listrik. Setiap komponen memiliki peran krusial dalam memastikan sistem berjalan andal.

Proyek Santa Monica ini juga relevan dengan perkembangan industri kendaraan listrik secara global, termasuk di Indonesia yang tengah mendorong adopsi bus listrik untuk transportasi publik. Keberhasilan proyek semacam ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan infrastruktur serupa di berbagai negara.

Dengan dukungan teknologi pemantauan dan manajemen daya yang canggih, depot bus listrik Santa Monica diharapkan mampu menjadi tulang punggung transportasi umum yang bersih dan andal bagi warganya. Ini adalah langkah konkret menuju masa depan transportasi yang lebih berkelanjutan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.