📑 Daftar Isi

Truk listrik Slate Auto berwarna abu-abu diparkir di luar ruangan

Slate Auto: Harga Pickup Listrik $24.950, Saingi Chevrolet Bolt

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Slate Auto, startup EV bentukan Jeff Bezos, resmi mengumumkan harga truk listrik mulai US$24.950
  • Harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya tambahan lainnya
  • Jangkauan versi dasar ditingkatkan dari 150 mil menjadi 205 mil
  • Pesaing terdekat adalah Chevrolet Bolt (mulai US$29.000) dan Nissan Leaf (mulai US$32.000)
  • Versi SUV hasil modifikasi dibanderol mulai US$29.950
  • Truk memiliki desain minimalis tanpa sistem infotainment, kaca engkol manual, dan tanpa opsi cat
  • Slate menjual langsung ke konsumen tanpa dealer tradisional
  • Perusahaan telah mengumpulkan dana US$1,4 miliar dari investor
  • Modifikasi dari pikap ke SUV bisa dilakukan sendiri oleh pemilik

Telset.id – Slate Auto, startup kendaraan listrik (EV) bentukan miliarder Jeff Bezos, secara resmi mengumumkan harga awal truk pikap listriknya yang sangat agresif. Dengan banderol mulai dari US$24.950, harga ini menempatkan Slate sebagai pemain baru yang siap menguasai segmen pasar mobil baru termurah di Amerika Serikat.

Harga tersebut belum termasuk pajak, biaya pengiriman, dokumen, dan perlengkapan opsional. Langkah ini menjadi perubahan signifikan bagi industri otomotif, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan insentif EV di Amerika Serikat. Dengan harga yang hampir setengah dari rata-rata harga mobil baru di AS, Slate secara langsung menantang dominasi para pemain mapan.

Kabar ini menjadi sorotan lebih dari setahun setelah Slate Auto muncul dari mode siluman (stealth). Selama periode tersebut, perusahaan secara bertahap mengungkap detail truk listrik yang sangat mendasar namun inovatif. Kendaraan ini dirancang sebagai pikap dua kursi yang dapat dimodifikasi menjadi SUV lima kursi.

Detail Harga dan Spesifikasi

Slate Auto mulai menerima pesanan awal (pre-order) pada Rabu waktu setempat. Selain harga yang kompetitif, perusahaan juga mengumumkan peningkatan signifikan pada jangkauan (range) versi dasar. Jika sebelumnya diperkirakan hanya 150 mil, kini jangkauan ditingkatkan menjadi sekitar 205 mil per pengisian daya.

Berikut adalah rincian harga yang diumumkan:

  • Truk pikap listrik versi dasar: mulai US$24.950
  • Versi SUV (hasil modifikasi): mulai US$29.950

Dengan banderol ini, Slate Auto menjadi salah satu EV termurah di pasar. Pesaing terdekatnya, Chevrolet Bolt, dibanderol mulai sekitar US$29.000, sementara Nissan Leaf mulai dari US$32.000. Ford sendiri dikabarkan tengah menggarap truk listrik seharga US$30.000 yang dijadwalkan rilis pada 2027.

Menariknya, Slate mengklaim modifikasi dari pikap dua kursi ke SUV lima kursi bisa dilakukan oleh profesional atau pemilik kendaraan sendiri. Untuk memandu proses ini, perusahaan baru saja merilis seri video pertama dari “Slate University” yang menunjukkan langkah-langkah konversi, mulai dari mengubah bodi hingga memasang penutup lampu depan.

Strategi Tanpa Dealer dan Desain Minimalis

Slate Auto menerapkan pendekatan yang sangat berbeda dalam hal distribusi. Perusahaan memastikan tidak akan memiliki dealer tradisional dan berencana menjual langsung ke konsumen, mirip dengan model bisnis yang diusung Tesla, Rivian, dan Lucid Motors.

Keputusan ini memungkinkan Slate menekan biaya operasional yang biasanya membengkak di jaringan dealer. Selain itu, desain truk yang sangat minimalis juga menjadi kunci penekanan biaya produksi. Slate tidak menawarkan sistem infotainment, menggunakan kaca jendela engkol manual, dan semua pesanan dimulai dengan material komposit abu-abu yang sama tanpa opsi cat.

Alih-alih cat, Slate berencana memungkinkan pembeli memesan wrap kustom untuk kendaraan mereka. Langkah ini diyakini memangkas biaya besar karena pabrik pengecatan mobil konvensional bisa memakan biaya hingga ratusan juta dolar.

“Pendekatan ini mirip dengan bagaimana produsen lain memanfaatkan teknologi untuk efisiensi. Meskipun berbeda sektor, prinsip pengurangan biaya dan fokus pada kebutuhan inti pengguna juga terlihat pada Fitur Terbaru dari platform AI yang terus berkembang,” ujar analis industri yang memantau perkembangan ini.

Dalam perkembangannya, Slate Auto juga dikabarkan telah memberikan waran (warrant) kepada Carvana, raksasa penjualan mobil bekas secara online, untuk membeli sahamnya. Langkah ini mengindikasikan potensi kolaborasi dalam penjualan truk murah tersebut. Carvana sendiri baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menjual mobil baru.

Investor utama Slate, CEO Guggenheim Partners Mark Walter, juga merupakan pemegang saham utama Carvana. Sejak awal, Slate telah menjanjikan kendaraan dengan harga di kisaran pertengahan US$20.000-an, bahkan sebelum resmi meluncur. Target perusahaan adalah menciptakan kendaraan ikonik seperti Ford Model T atau Volkswagen Beetle.

Namun, jalan menuju target ambisius ini tidaklah mudah. Perubahan kebijakan di bawah pemerintahan Trump yang kedua dan kendali Partai Republik di Kongres telah melonggarkan standar emisi dan menghilangkan kredit pajak EV federal sebesar US$7.500. Akibatnya, banyak produsen mobil besar menunda atau membatalkan rencana EV baru mereka di AS.

Meskipun demikian, Slate Auto telah mengumpulkan dana yang cukup besar untuk mengejar tujuannya. Sejauh ini, investor telah mengucurkan sekitar US$1,4 miliar ke Slate dalam tiga putaran pendanaan besar. Selain firma Mark Walter, TWG Global, investor lain termasuk General Catalyst, kantor keluarga Jeff Bezos, perusahaan VC Slauson & Co., dan mantan eksekutif Amazon Diego Piacentini.

Dengan harga yang sangat kompetitif dan jangkauan yang ditingkatkan, Slate Auto berada di posisi yang unik untuk merebut pangsa pasar kelas bawah yang saat ini hanya memiliki sedikit pilihan, baik untuk mobil bensin maupun listrik. Keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kemampuan produksi dan kepercayaan konsumen terhadap model penjualan langsung yang mereka usung.

“Ini adalah strategi yang berani di tengah pasar yang penuh ketidakpastian. Namun, jika berhasil, Slate bisa menjadi pemain kunci dalam demokratisasi kendaraan listrik,” tambah pengamat industri yang dikutip dalam laporan tersebut. Perusahaan belum memberikan rincian lebih lanjut tentang proses pembelian, namun model direct-to-consumer yang mereka adopsi menjadi pembeda utama di industri ini.

Langkah Slate Auto ini juga menjadi sinyal bahwa persaingan di segmen EV entry-level akan semakin ketat dalam beberapa tahun ke depan, terutama dengan hadirnya pemain baru yang didukung oleh investor kelas kakap. Keputusan konsumen nantinya akan menjadi penentu siapa yang mampu bertahan dan memimpin pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.