Telset.id – Elon Musk mengumumkan bahwa fitur kendali suara untuk Full Self-Driving (FSD) melalui integrasi chatbot Grok akan tersedia dalam waktu sekitar tiga bulan. Pengumuman ini muncul setelah Musk sebelumnya mengonfirmasi pengembangan integrasi tersebut pada Februari lalu.
Dalam unggahan terbarunya di platform X, Musk menyatakan bahwa fitur ini akan siap “in about 3 months or so” atau sekitar tiga bulan lagi. Namun, perlu dicatat bahwa Musk memiliki reputasi dalam mengumumkan jadwal peluncuran yang kerap mengalami penundaan, sehingga pengumuman ini perlu disikapi dengan hati-hati.
Pengumuman ini merupakan respons Musk terhadap permintaan pengguna X yang ingin dapat “berbicara dengan Grok seperti kita berbicara dengan sopir Uber”. Pengguna tersebut memberikan beberapa contoh perintah, seperti “Hey Grok, turn right here” (Hei Grok, belok kanan di sini), “Drop us off right here, we’ll walk due to traffic” (Turunkan kami di sini, kami akan jalan kaki karena macet), dan “Drop at entrance first, then park far away” (Turunkan di pintu masuk dulu, lalu parkir jauh).
Sejauh ini, belum jelas seberapa dekat implementasi fitur ini dengan contoh-contoh permintaan tersebut, serta seberapa besar kemampuan Grok dalam mengeksekusi perintah. Namun, secara konsep, fitur ini terdengar berguna—memberikan kemampuan untuk mengendalikan FSD melalui percakapan dengan chatbot.
Baca Juga:
Integrasi Grok dengan FSD pertama kali diumumkan oleh Elon Musk pada Februari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Tesla untuk menghadirkan kecerdasan buatan yang lebih interaktif dalam sistem mengemudi otonomnya. Sebelumnya, Grok AI telah tiba di mobil Tesla, namun kemampuannya masih sangat terbatas.
Kabar terbaru ini muncul di tengah berbagai perkembangan lain terkait FSD Tesla. Perusahaan sebelumnya telah mendapatkan persetujuan untuk FSD Supervised di Eropa, dengan Belanda menjadi negara pertama yang mengizinkannya. Namun, perjalanan Tesla menuju persetujuan regulasi tidaklah mulus. Tesla sempat kedapatan memanipulasi data FSD demi mendapatkan izin di Eropa, sebuah kontroversi yang mencoreng kredibilitas perusahaan.
Selain itu, Tesla juga telah mengubah kontrak lama FSD, yang menandakan bahwa janji Autopilot mulai pudar. Di sisi internal, seorang insider Tesla bahkan mengakui bahwa FSD tidak aman, dengan data labeler menolak untuk naik. Di China, Tesla bahkan mengganti nama FSD menjadi Tesla Assisted Driving, kemungkinan untuk menyesuaikan dengan regulasi setempat.
Meskipun demikian, pengumuman integrasi Grok dengan FSD menunjukkan bahwa Tesla terus berinovasi dalam menghadirkan fitur-fitur baru untuk sistem mengemudi otonomnya. Fitur kendali suara ini, jika terealisasi, berpotensi memberikan pengalaman berkendara yang lebih intuitif dan interaktif bagi pengguna.
Namun, dengan rekam jejak Musk yang kerap molor dari janji, publik masih perlu menunggu hingga tiga bulan ke depan untuk melihat apakah fitur ini benar-benar akan hadir tepat waktu.





Komentar
Belum ada komentar.