Telset.id – Sebuah Tesla Model 3 Performance tahun 2022 menunjukkan degradasi baterai yang lebih tinggi dari perkiraan pemiliknya, mencapai 88 persen menurut uji resmi Tesla, meskipun sebagian besar diisi daya di rumah. Temuan ini menyoroti pentingnya riwayat penggunaan awal kendaraan listrik bekas, bukan hanya jarak tempuhnya.
Pemilik mobil yang dibeli dari Tech Motoring saat mobil berusia sekitar lima bulan dengan jarak tempuh hanya 1.000 mil ini mengaku telah merawat baterai dengan hati-hati. Sejak dibeli, ia selalu mengisi daya di rumah menggunakan Level 2 wall box dan menjaga level baterai antara 30 hingga 80 persen. Namun, hasil uji kesehatan baterai tetap di bawah ekspektasi.
Hasil Uji Kesehatan Baterai yang Mengejutkan
Perkiraan pihak ketiga dari Recurrent menunjukkan kesehatan baterai Model 3 ini mencapai 89 persen. Sementara itu, uji baterai bawaan Tesla yang membutuhkan mobil dicolokkan untuk discharge dan recharge penuh menunjukkan kapasitas tersisa hanya 88 persen. Angka ini lebih rendah dari perkiraan lain yang mencapai 92 persen, yang dirasa lebih masuk akal oleh pemilik.
Dengan baterai terisi penuh, mobil menampilkan perkiraan jarak tempuh 276 mil. Angka ini tidak terlalu jauh dari perkiraan EPA asli sebesar 303 mil. Meskipun demikian, pemilik meyakini degradasi yang terjadi saat ini disebabkan oleh masa awal mobil sebagai mobil demo (demo car).
Riwayat Demo Car Menjadi Faktor Kunci
Masa awal sebagai mobil demo menjadi titik kritis yang patut dicermati. Selama periode tersebut, mobil kemungkinan besar diisi daya tanpa memperhatikan kesehatan baterai dan dibiarkan dalam kondisi high state of charge sebelum diserahkan ke pengemudi baru setiap beberapa jam. Kondisi ini menjelaskan mengapa baterai yang sebagian besar diisi daya di rumah tetap menunjukkan degradasi lebih tinggi.
Baterai kendaraan listrik memang menua dan kehilangan kapasitas secara alami seiring waktu. Namun, tingkat degradasi sangat bervariasi tergantung pada faktor penggunaan dan pengisian daya. Sebagai aturan kasar, EV modern berusia beberapa tahun seharusnya masih memiliki sekitar 90 persen kapasitas baterai aslinya. Angka ini bisa lebih tinggi pada kendaraan yang tidak pernah menggunakan fast charging hingga 100 persen, atau lebih rendah pada kendaraan yang digunakan sebagai taksi dengan pengisian DC rutin.
Data dari Recurrent menunjukkan bahwa mobil secara periodik mengirim data, dan aplikasi dapat memperkirakan kesehatan baterai dengan memantau faktor-faktor seperti state of charge, jarak tempuh yang ditampilkan, perilaku pengisian daya, dan paparan iklim dari waktu ke waktu. Sistem ini kemudian membandingkan mobil tersebut dengan EV serupa di database mereka.
Meskipun hasilnya di bawah ekspektasi, mobil ini masih jauh dari batas minimum garansi baterai Tesla, yaitu 70 persen. Ini berarti mobil masih dapat memberikan jarak tempuh dunia nyata yang cukup baik. Namun, kasus ini menjadi pengingat penting bagi calon pembeli mobil listrik bekas.
Jarak tempuh (mileage) hanya menunjukkan seberapa jauh mobil telah berjalan, tetapi tidak memberikan informasi yang cukup tentang kesehatan baterai. Sebelum membeli EV bekas, pemeriksaan kesehatan baterai wajib dilakukan, bahkan untuk mobil dengan jarak tempuh rendah dan jarak tempuh yang ditampilkan masih tinggi.
Kasus Tesla Model 3 Performance ini menunjukkan bahwa faktor riwayat penggunaan awal, seperti menjadi mobil demo, dapat berdampak signifikan pada kesehatan baterai jangka panjang. Calon pembeli EV bekas harus lebih cermat dalam mengecek riwayat penggunaan dan melakukan uji kesehatan baterai sebelum memutuskan membeli.
Meskipun hasil uji menunjukkan degradasi, mobil ini masih memiliki kapasitas baterai yang cukup baik dan masih dalam batas wajar untuk usianya. Namun, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bahwa perawatan baterai yang baik setelah pembelian tidak selalu dapat mengkompensasi kerusakan yang terjadi di awal masa pakai kendaraan.
Dengan semakin populernya kendaraan listrik, pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi degradasi baterai menjadi semakin penting. Informasi seperti yang disediakan oleh Recurrent dapat membantu pemilik dan calon pembeli untuk membuat keputusan yang lebih tepat.
Bagi mereka yang tertarik dengan teknologi terbaru, memahami cara kerja baterai EV dan faktor-faktor yang mempengaruhinya sangat penting. Fitur Terbaru dalam sistem manajemen baterai juga dapat membantu memperpanjang umur baterai.
Kesimpulannya, meskipun Tesla Model 3 Performance ini menunjukkan degradasi baterai yang lebih tinggi dari yang diharapkan, mobil ini masih dalam kondisi yang layak pakai. Namun, kasus ini menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada baterai sebelum membeli EV bekas, terutama jika kendaraan tersebut memiliki riwayat penggunaan yang tidak jelas di awal masa pakainya.





Komentar
Belum ada komentar.