📑 Daftar Isi

Toyota bZ3X versi setir kanan berbalut kamuflase saat uji jalan di Thailand

Toyota bZ3X Terlihat Uji Jalan Versi Setir Kanan, Sinyal Ekspansi Global

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota bZ3X versi setir kanan tertangkap uji jalan di Thailand, sinyal peluncuran global
  • Jadi kendaraan energi baru terlaris di China hingga Agustus, raih 10.000 pesanan dalam satu jam
  • Tersedia sembilan konfigurasi, jarak tempuh CLTC 430 km hingga 610 km
  • Harga mulai 94.800 yuan (sekitar 14.000 dolar AS) hingga 144.800 yuan (21.500 dolar AS)
  • Interior dilengkapi layar 14,6 inci, LiDAR, dan sistem smart driving Momenta
  • Sekitar 90% komponen berasal dari China, termasuk baterai BYD

Telset.id – Toyota bZ3X, SUV listrik yang diproduksi joint venture GAC-Toyota di China, tertangkap kamera sedang menjalani uji jalan dalam versi setir kanan (RHD) di Thailand. Kemunculan prototipe berbalut kamuflase ini menjadi sinyal kuat bahwa Toyota bersiap membawa model tersebut ke pasar global, setelah bZ3X mendominasi penjualan kendaraan energi baru (NEV) di China sepanjang Agustus. Pertanyaannya kini sederhana: apakah Toyota benar-benar meluncurkan bZ3X ke luar China?

Kabar ini bukan tanpa dasar. Sejak mulai dijual pada Maret 2025, bZ3X langsung menjadi fenomena. GAC-Toyota bahkan mengklaim model ini “begitu populer hingga servernya tumbang”, dengan lebih dari 10.000 pesanan tercatat hanya dalam satu jam pertama. Pencapaian itu menjadikan bZ3X sebagai salah satu peluncuran EV paling agresif yang pernah dilakukan Toyota di pasar China.

Posisi bZ3X juga kian kokoh. GAC-Toyota mengumumkan bahwa model ini kembali menjadi kendaraan energi baru terlaris di China bulan lalu, dan bertahan di puncak klasemen hingga Agustus. Dominasi tersebut diraih di tengah pasar EV China yang dikenal paling kompetitif di dunia.

Spesifikasi dan Rentang Harga bZ3X

Di China, bZ3X dipasarkan dalam sembilan konfigurasi, dengan atau tanpa LiDAR. SUV ini menawarkan jarak tempuh CLTC mulai dari 430 km (267 mil) hingga 610 km (379 mil). Varian terbawah, bZ3X Air 410, dibanderol mulai 94.800 yuan (sekitar 14.000 dolar AS), sementara varian tertinggi 610 Max dijual 144.800 yuan (sekitar 21.500 dolar AS).

Sebagai catatan, bZ3X diposisikan sebagai “SUV listrik murni pertama Toyota di level 100.000 yuan” di China, dengan harga normal mulai 109.800 yuan (15.500 dolar AS). Meski awalnya berupa promosi “waktu terbatas”, GAC-Toyota konsisten memberikan diskon sehingga versi dasar bisa ditebus jauh lebih murah. Strategi harga agresif inilah yang disebut-sebut menjadi kunci ledakan permintaan.

Dari sisi dimensi, bZ3X memiliki panjang 4.645 mm, lebar 1.885 mm, dan tinggi 1.625 mm. Ukurannya kurang lebih setara dengan Toyota RAV4 atau Volkswagen ID.4, menempatkannya di segmen SUV listrik menengah yang paling diminati konsumen global.

Toyota bZ3X EV versi setir kanan saat uji jalan

Kabar mengenai rencana Toyota di China sebenarnya sudah beberapa kali mencuat. Laporan menyebut Toyota akan mulai memproduksi SUV listrik Lexus baru di pabrik manufakturnya di Shanghai pada musim gugur tahun depan, sebuah pergeseran dari kebiasaan lama perusahaan yang selalu mengembangkan dan membangun kendaraan di Jepang terlebih dahulu. Toyota juga dikabarkan akan membangun EV extended-range pertamanya di China, dengan produksi dijadwalkan mulai musim semi 2027.

Interior dan Teknologi Kabin bZ3X

Bagian dalam bZ3X menjadi salah satu daya tarik utamanya. Toyota menyebut SUV ini menyediakan “ruang bergerak yang senyaman rumah”, dengan kursi depan dan belakang yang dapat dilipat hingga menyediakan ruang hampir 3 meter. Interiornya jauh lebih modern dibanding kendaraan Toyota yang biasa dikenal, berkat teknologi dan perangkat lunak dari China.

Setup kabin mencakup layar infotainment 14,6 inci dengan pengenalan suara, serta layar pengemudi 8,8 inci. Varian berharga lebih tinggi yang dilengkapi LiDAR menghadirkan sistem smart driving canggih yang ditenagai model pembelajaran penguatan end-to-end R6 dari Momenta, lengkap dengan bantuan navigasi kecepatan tinggi dan parkir cerdas untuk segala skenario.

Interior Toyota bZ3X dengan layar infotainment 14,6 inci

Yang menarik, menurut sejumlah estimasi, Toyota memasok sekitar 90% komponen untuk membangun bZ3X dari China, termasuk baterai dari BYD dan perangkat lunak mengemudi otonom dari Momenta. Ketergantungan ini menunjukkan bagaimana pabrikan legacy seperti Toyota kian mengandalkan baterai, platform, perangkat lunak, dan komponen kendaraan asal China untuk tetap kompetitif. Pola serupa terlihat pada strategi Toyota di pasar lain, termasuk upaya memperkuat lini EV-nya di Amerika Serikat.

Kembali ke prototipe RHD yang tertangkap di Thailand. Gambar mata-mata dari MZ Crazy Cars Thailand (via Autonetmagz) memperlihatkan bZ3X berkamuflase dengan tata letak setir kanan. Meski saat ini bZ3X dibangun di China oleh joint venture Toyota, ada kemungkinan versi global atau RHD diproduksi di Thailand. Namun, kapan tepatnya varian RHD ini dijual masih belum jelas atau masih menggantung.

Ruang kabin Toyota bZ3X yang dapat dilipat

Jika benar masuk pasar global, bZ3X berpotensi menjadi salah satu EV Toyota dengan harga paling kompetitif. Kombinasi harga mulai 94.800 yuan hingga 144.800 yuan, jarak tempuh hingga 610 km, serta fitur smart driving berbasis LiDAR menempatkannya bukan sekadar sebagai EV murah, melainkan paket lengkap di kelasnya. Sebagai perbandingan, Toyota juga tengah menyiapkan sejumlah model lain di segmen berbeda, seperti yang terlihat pada lini produk yang tengah diuji di berbagai pasar.

Uji jalan di Thailand juga masuk akal secara strategis. Thailand dikenal sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan di Asia Tenggara, dengan ekosistem manufaktur yang mumpuni untuk kendaraan setir kanan. Bila Toyota memutuskan memproduksi versi RHD di sana, model ini bisa melayani pasar seperti Thailand, Indonesia, Malaysia, Australia, hingga Inggris tanpa harus mengimpor langsung dari China.

Namun, semua masih bergantung pada keputusan resmi Toyota. Hingga kini, belum ada pengumuman mengenai jadwal peluncuran, harga global, maupun konfigurasi yang akan ditawarkan di luar China. Yang jelas, kehadiran prototipe RHD di jalanan Thailand menandakan bahwa bZ3X tidak lagi sekadar fenomena domestik China.

Detail interior Toyota bZ3X

Bagi pasar Indonesia, sinyal ini tentu menarik untuk dicermati. Toyota Indonesia sendiri masih menyimpan rapat sejumlah rencana produknya, termasuk untuk model-model yang akan meluncur dalam beberapa waktu ke depan. Jika bZ3X benar masuk sebagai SUV listrik berharga terjangkau, persaingan di segmen EV Tanah Air bisa berubah cukup signifikan.

Yang perlu dicatat, bZ3X bukan proyek kecil. Model ini adalah bukti bahwa Toyota mampu bergerak cepat ketika mengandalkan rantai pasok dan teknologi China. Pertanyaan besarnya bukan lagi soal kemampuan, melainkan seberapa agresif Toyota membawa model ini keluar dari China. Prototipe setir kanan di Thailand adalah petunjuk paling konkret sejauh ini.

[ META_DESCRIPTION]
Toyota bZ3X versi setir kanan tertangkap uji jalan di Thailand. Simak spesifikasi, harga, dan sinyal peluncuran global SUV listrik ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.