Telset.id – Penjualan kendaraan listrik Toyota melonjak 225% pada Q2 2026, mendorong pabrikan Jepang itu masuk jajaran lima besar merek EV terlaris di Amerika Serikat. Lonjakan ini terjadi di tengah pasar EV AS yang masih tertekan akibat kebijakan pemerintah.
Menurut laporan Cox Automotive yang dirilis pekan lalu, Toyota kini menduduki peringkat keempat dengan pangsa pasar 4,7% di pasar EV AS. Pencapaian ini menjadikan Toyota sebagai salah satu pemain yang semakin signifikan di segmen kendaraan listrik.
Berdasarkan estimasi Kelley Blue Book (KBB), sebanyak 247.226 unit EV terjual di AS pada Q2 2026. Angka ini memang masih lebih rendah 36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun menunjukkan perbaikan 14,7% dibandingkan Q1 2026 dan Q4 2025.
Tesla masih mendominasi pasar dengan pangsa 52,3% melalui penjualan 242.100 unit pada semester pertama 2026. Meski penjualan Tesla turun 13% di Q2, merek asal Austin, Texas itu tetap menguasai lebih dari setengah total penjualan EV di AS.
Chevrolet menempati peringkat kedua dengan pangsa pasar 6,1%, disusul Hyundai di posisi ketiga dengan 5,8%. Hyundai IONIQ 5 menjadi EV terlaris di luar Tesla dengan 20.730 unit terjual hingga Juni 2026, naik 8,6% dari tahun sebelumnya.
Baca Juga:
SUV Listrik bZ Jadi Andalan Toyota
Kesuksesan Toyota di pasar EV AS tidak lepas dari performa model SUV listrik bZ. Toyota 2026 bZ tercatat sebagai EV terlaris keempat di AS, di bawah Tesla Model Y, Model 3, dan Hyundai IONIQ 5, dengan 17.553 unit terjual hingga Juni 2026.

Dengan tambahan model C-HR dan bZ Woodland yang mulai dijual awal tahun ini, total penjualan EV Toyota mencapai 21.855 unit pada semester pertama 2026. Angka ini melonjak 136% dibandingkan hanya 9.249 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Cadillac dari GM melengkapi posisi lima besar dengan pangsa pasar 4,7%, didukung jajaran SUV listrik seperti Optiq, Lyriq, Vistiq, dan Cadillac IQ.
Produksi Highlander EV Tertunda
Di tengah kesuksesan tersebut, Toyota justru mengumumkan penundaan produksi Highlander BEV 2027, SUV listrik tiga baris pertamanya. Mobil listrik andalan itu akan tertunda setidaknya dua bulan dari jadwal semula.

Highlander EV sedianya mulai dijual pada akhir 2026, namun Toyota akan terus memproduksi model 2026 saat ini hingga Desember. Penundaan hanya berlaku untuk versi EV, sementara model hybrid dan bensin diperkirakan tetap tersedia hingga 2027.
Toyota mengklaim langkah ini untuk memungkinkan penyesuaian menit terakhir, namun analis menilai keputusan itu lebih terkait strategi mempertahankan penjualan varian hybrid dan bensin. Penundaan ini juga berpotensi berdampak pada Lexus TZ dan Subaru Getaway yang dibangun di platform yang sama.
Keputusan Toyota menunda Highlander EV membuka peluang bagi pesaing. Rivian mulai menerima reservasi untuk R2 SUV dengan harga mulai US$44.990. Hyundai IONIQ 9 dan Kia EV9 juga menunjukkan permintaan yang meningkat. Tesla Model Y L dengan tiga baris kursi juga mulai dipasarkan dengan harga mulai US$61.990.
Meski Highlander EV diperkirakan hadir dengan harga sekitar US$50.000, penundaan produksi memberikan kesempatan bagi kompetitor untuk melangkah lebih dulu. Strategi Toyota yang menawarkan semua opsi powertrain mungkin berhasil saat ini, namun akan menghadapi persaingan baru dari merek yang fokus pada kendaraan listrik murni.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.