📑 Daftar Isi

Toyota C-HR EV yang terdampak recall akibat masalah software regenerative braking

Toyota Recall 10.000 C-HR EV, Software Rem Diperbarui November

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota recall sekitar 10.000 unit C-HR EV model 2026 di Amerika Utara
  • Penyebab: glitch software regenerative braking, baterai bisa overcharge saat penuh
  • Dampak: sistem penggerak listrik mati, kendaraan kehilangan tenaga
  • Solusi: update software battery ECU di dealer Toyota
  • Pemberitahuan resmi ke pemilik awal November 2026
  • Cek status via Toyota.com/recall atau nhtsa.gov/recalls
  • Recall berpotensi meluas ke C-HR+ di Eropa dan pasar lain
  • Hanya model 2026 terdampak, C-HR 2027 tidak termasuk

Telset.id – Toyota mengumumkan recall keselamatan yang melibatkan sekitar 10.000 unit C-HR EV untuk model year 2026 di Amerika Utara. Recall ini dipicu oleh potensi hilangnya tenaga saat berkendara akibat glitch pada software sistem regenerative braking. Langkah ini menjadi recall pertama untuk C-HR EV yang baru diluncurkan awal tahun ini dengan harga mulai sekitar USD 37.000 sebagai SUV listrik yang lebih kecil dan sporty dibandingkan bZ4X.

C-HR EV merupakan salah satu dari tiga SUV listrik yang kini dijual Toyota di Amerika Utara, bersama dengan bZ4X versi terbaru dan bZ Woodland. Posisinya di segmen crossover listrik memang terbilang baru, tetapi momentum awalnya cukup menjanjikan. Namun, recall dini ini menjadi catatan penting bagi konsumen yang sudah membeli atau berencana membeli model tersebut.

Dikutip dari Electrek, permasalahan teknis berawal dari software pada sistem regenerative braking. Dalam kondisi tertentu, ketika baterai dalam keadaan penuh atau memiliki tingkat pengisian tinggi, sistem pengereman regeneratif dapat menyebabkan overcharge pada baterai. Kondisi ini dapat memicu sistem penggerak listrik mati secara tiba-tiba sehingga kendaraan kehilangan tenaga saat melaju di jalan.

Solusi dari Pihak Toyota

Toyota memberikan solusi melalui pembaruan software pada battery ECU (electronic control unit). Pemilik kendaraan yang terdampak dapat membawa mobilnya ke dealer Toyota terdekat untuk dilakukan pembaruan perangkat lunak tersebut. Prosedur ini menjadi langkah standar untuk mengatasi glitch software yang menyebabkan sistem kelistrikan kendaraan tidak bekerja normal.

Toyota-C-HR-recall

Toyota akan mengirimkan pemberitahuan resmi kepada pemilik kendaraan terdampak pada awal November 2026. Informasi recall ini juga belum tersedia di situs web nhtsa.gov, sehingga detail lengkap masih terbatas. Toyota masih akan memberikan informasi tambahan seiring perkembangan kasus ini.

Cara Cek Kendaraan Terdampak

Pemilik kendaraan dapat memeriksa apakah unitnya terdampak recall dengan mengunjungi situs resmi Toyota.com/recall. Alternatif lain, ketika data sudah tersedia di NHTSA, pemilik bisa mengecek melalui nhtsa.gov/recalls dengan memasukkan nomor VIN atau nomor plat kendaraan. Untuk pertanyaan lebih lanjut, Toyota menyediakan layanan Brand Engagement Center di nomor 1-800-331-4331.

Hanya model C-HR tahun 2026 yang terdampak recall ini. Sementara itu, Toyota C-HR model 2027 juga sudah mulai dijual dan tidak termasuk dalam recall. Langkah recall ini menjadi pengingat pentingnya pembaruan software berkala pada kendaraan listrik modern.

Recall Berpotensi Melebar ke Model C-HR+

Meski detail resmi masih terbatas, laporan awal menyebut recall ini berpotensi meluas ke model di luar Amerika Utara. Toyota C-HR+ yang dijual di Eropa, Inggris, dan sejumlah pasar lain disebut secara dasarnya merupakan kendaraan yang sama dengan C-HR EV versi Amerika Utara, hanya berbeda pada penamaan tanpa tanda “+”. Artinya, persoalan software yang sama berpeluang menyeret unit-unit di pasar tersebut bila konfigurasi sistem regenerative braking-nya identik.

Perlu dicatat, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai perluasan recall ke wilayah lain. Informasi yang beredar masih bersifat indikatif dan menunggu pengumuman lebih lanjut dari Toyota maupun otoritas keselamatan setempat. Karena itu, pemilik C-HR+ di luar Amerika Utara disarankan memantau kanal resmi Toyota di negaranya masing-masing.

Sejauh ini, recall baru terdaftar untuk model year 2026 di Amerika Utara. Toyota C-HR model 2027 yang sudah mulai dijual tidak termasuk dalam cakupan recall. Bila perluasan wilayah benar terjadi, jumlah unit yang terdampak bisa jauh lebih besar dari 10.000 unit yang diumumkan saat ini.

Implikasi bagi Pasar EV Toyota

Recall ini hadir di tengah agresivitas Toyota mengembangkan lini kendaraan listriknya. Perusahaan asal Jepang ini terus memperluas portofolio EV-nya di pasar Amerika Utara. Sebelumnya, Toyota juga sempat menjadi sorotan terkait strategi elektrifikasinya, termasuk pembangunan EV Lexus yang dilakukan di China.

Kabar lain yang tak kalah menarik adalah penundaan Highlander EV yang disebut-sebut tetap meluncur pada 2027. Sementara itu, model bZ5 terbaru juga menjadi perhatian karena strategi harganya yang kompetitif, bahkan disebut mampu menyaingi Tesla Model Y.

Toyota-C-HR-EV-recall

Kehadiran C-HR EV sebenarnya menjadi strategi Toyota untuk menjangkau konsumen yang mencari SUV listrik dengan dimensi lebih ringkas. Dengan harga mulai sekitar USD 37.000, model ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih sporty dari bZ4X yang merupakan SUV listrik pertama Toyota.

Penanganan Recall yang Transparan

Langkah Toyota melakukan recall secara proaktif menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan konsumen. Meskipun detail teknis masih terbatas, pengumuman awal ini memberikan kejelasan bagi pemilik kendaraan untuk segera melakukan pemeriksaan dan pembaruan software di dealer resmi.

Pemilik yang menerima pemberitahuan recall disarankan untuk segera menjadwalkan perbaikan agar kendaraan tetap aman digunakan. Proses pembaruan software battery ECU umumnya tidak memakan waktu lama dan dapat diselesaikan di dealer resmi Toyota.

Perlu dicatat bahwa recall ini berbeda dengan isu keselamatan struktural pada umumnya karena murni berkaitan dengan software. Hal ini menunjukkan bahwa seiring berkembangnya teknologi kendaraan listrik, pembaruan perangkat lunak menjadi aspek penting dalam perawatan rutin kendaraan.

Kasus ini juga menegaskan bahwa tantangan kendaraan listrik tidak selalu bersifat mekanis. Sejumlah pabrikan lain pernah menghadapi situasi serupa, misalnya recall Lucid Air yang melibatkan puluhan ribu unit akibat risiko kebakaran. Pola ini memperlihatkan bahwa perangkat lunak dan sistem kelistrikan menjadi titik kritis yang harus diawasi sepanjang siklus hidup kendaraan.

Toyota diperkirakan akan memberikan informasi lebih lengkap mengenai recall ini dalam waktu dekat. Konsumen yang ingin memastikan status kendaraannya dapat langsung menghubungi dealer resmi atau menggunakan layanan pengecekan online yang telah disediakan.

Bagi pemilik C-HR EV yang terdampak, langkah terbaik adalah menunggu pemberitahuan resmi dari Toyota atau melakukan pengecekan mandiri melalui situs resmi. Update software ini menjadi langkah preventif yang penting untuk memastikan sistem kelistrikan kendaraan berfungsi optimal dan aman digunakan sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.