📑 Daftar Isi

Mobil listrik tenaga surya Aptera dengan panel surya di seluruh bodi

TÜV Rheinland Verifikasi Klaim Jarak Tempuh Solar Aptera

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • TÜV Rheinland verifikasi klaim energi surya Aptera dengan pengukuran independen 3 hari
  • Hasil pengukuran: 4,23-4,75 kWh per hari, setara 42-47 mil jarak tempuh
  • Skenario pengujian: parkir tanpa sentuhan, repositioning saat solar noon, dan hatch terbuka
  • Aptera target efisiensi 100 watt-jam per mil, sepersepuluh konsumsi SUV listrik
  • Perusahaan target 40 unit produksi pertama kuartal keempat 2026
  • Verifikasi jadi pembeda di tengah skeptisisme industri mobil surya

Telset.id – TÜV Rheinland, lembaga pengujian dan sertifikasi asal Jerman yang telah berdiri selama 150 tahun, memverifikasi klaim Aptera bahwa mobil listrik tenaga surya mereka mampu menghasilkan energi hingga 4,75 kWh per hari dari sinar matahari. Pengukuran independen yang dilakukan selama tiga hari di kantor pusat Aptera di Carlsbad, California, mengonfirmasi angka yang selama ini diklaim oleh perusahaan berkode saham Nasdaq: SEV tersebut.

Hasil pengukuran menunjukkan mobil surya Aptera menghasilkan energi antara 4,23 hingga 4,75 kWh per hari, cukup untuk menempuh jarak sekitar 42 hingga 47 mil hanya dengan mengandalkan tenaga surya. Verifikasi ini menjadi tonggak penting karena klaim jarak tempuh mobil bertenaga surya selama ini kerap diragukan, mengingat banyak produsen yang hanya mengandalkan kipas angin AC dan tidak menghasilkan angka yang berarti.

TÜV Rheinland tidak sekadar mengukur output mentah dari spesifikasi panel. Mereka menggunakan instrumen kalibrasi sendiri untuk mengukur energi yang benar-benar mencapai baterai setelah mengalami konversi dan kehilangan daya. Dr. Giorgio Bardizza, pakar surya dari TÜV Rheinland, memasang data logger dan sensor pada setiap string surya di mobil, mencatat arus, tegangan, dan daya sepanjang hari. Timnya juga memantau jalur tegangan tinggi yang mengisi baterai.

Hasil Pengukuran Tiga Hari yang Berbeda

Ketiga hari pengujian sengaja dilakukan dengan skenario berbeda untuk menguji kemampuan mobil surya ini secara menyeluruh. Hari pertama, mobil diparkir tanpa disentuh sama sekali dengan hatch tertutup, menghasilkan 4,23 kWh atau sekitar 42 mil. Hari kedua, mobil dipindahkan satu kali saat matahari tepat di puncak, menghasilkan 4,40 kWh atau sekitar 44 mil. Hari ketiga, hatch dinaikkan untuk mengarahkan lebih banyak sel ke matahari dengan satu kali perpindahan posisi, menghasilkan 4,75 kWh atau sekitar 47 mil.

Aptera menyebut skenario terakhir sebagai “solar maxing”. Namun, angka yang paling penting adalah hasil hari pertama. Mobil yang diparkir tanpa intervensi tetap berhasil melampaui target harian 40 mil yang ditetapkan Aptera. Steve Fambro, salah satu pendiri dan Co-CEO Aptera, menyatakan kegembiraannya atas hasil tersebut. “Hasil yang paling menarik adalah hari kami hanya memarkir kendaraan di bawah sinar matahari dan membiarkannya bekerja,” ujarnya.

Bentuk bodi Aptera yang melengkung seperti tetesan air menjadi tantangan tersendiri dalam pengukuran. Berbeda dengan panel atap datar yang mudah dikarakterisasi, sel surya Aptera terbungkus di seluruh sudut bodi, sehingga output berubah-ubah seiring pergerakan matahari. Inilah alasan mengapa instrumentasi ekstensif diperlukan untuk memverifikasi klaim tersebut.

Efisiensi Kunci Keberhasilan Mobil Surya

Aptera menargetkan konsumsi energi 100 watt-jam per mil, sekitar sepersepuluh dari konsumsi SUV listrik pada umumnya. Efisiensi inilah yang membuat teknologi surya berfungsi optimal pada kendaraan ini, sementara kendaraan yang lebih berat seperti yang pernah dicoba Fisker dan Toyota hanya menghasilkan angka yang tidak signifikan. Lightyear bahkan bangkrut mencoba membangun mobil surya, dan Sono Motors menghentikan proyek Sion.

Bagi komuter Amerika yang rata-rata menempuh sekitar 30 mil per hari, jangkauan surya 40 mil lebih berarti mobil bisa digunakan berminggu-minggu tanpa perlu dicolok ke pengisian daya. Jonathan Kotrba, VP of Products TÜV Rheinland, menegaskan bahwa pengujian independen membantu mengubah janji menjadi kepercayaan. “Ketika inovasi Amerika mengubah sinar matahari menjadi mil, pengujian independen membantu mengubah janji itu menjadi keyakinan,” katanya.

Aptera telah menyelesaikan kendaraan pertamanya dari jalur perakitan validasi pada bulan Maret. Perusahaan menargetkan 40 kendaraan produksi pertama pada kuartal keempat tahun 2026 melalui kemitraan manufaktur Launch Design. Laporan lengkap TÜV Rheinland tersedia untuk diunduh, dan pengujian ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi solar kendaraan bukan sekadar gimmick pemasaran.

Verifikasi independen ini menjadi pembeda utama bagi Aptera di tengah skeptisisme industri terhadap mobil bertenaga surya. Dengan data terukur dari lembaga terpercaya, Aptera menunjukkan bahwa mobil surya bukan lagi sekadar konsep, melainkan teknologi yang siap diuji di dunia nyata. Ke depannya, konsumen dapat lebih percaya pada klaim jarak tempuh yang selama ini sering diragukan.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Aptera masih harus membuktikan performa kendaraannya di berbagai kondisi, termasuk salju dan perawatan jangka panjang. Namun setidaknya, untuk aspek tenaga surya, Aptera kini memiliki bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung klaimnya.

Aptera solar capacity

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.