📑 Daftar Isi

VinFast Siap Rakit Motor Listrik di Pabrik Subang Mulai Tahun Depan

VinFast Siap Rakit Motor Listrik di Pabrik Subang Mulai Tahun Depan

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – VinFast memastikan akan memulai perakitan motor listrik secara lokal di Indonesia pada tahun 2027. Langkah ini menjadi strategi utama perusahaan asal Vietnam untuk memperkuat penetrasi di pasar roda dua listrik Tanah Air yang mencapai lebih dari enam juta unit per tahun.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer VinFast Indonesia E-Motocycle Yordan Satriadi. Ia menjelaskan bahwa saat ini seluruh unit motor listrik VinFast yang dijual di Indonesia masih diimpor secara utuh atau completely build up (CBU). Namun, perseroan tengah menyiapkan fasilitas perakitan di Subang, Jawa Barat, untuk menerapkan skema completely knocked down (CKD).

“Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu di Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027,” kata Yordan saat ditemui usai peluncuran motor listrik VinFast di Jakarta Barat, Sabtu (18/7/2026).

VinFast baru saja merambah pasar motor listrik Indonesia dengan meluncurkan tiga model anyar, yaitu VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Ketiga model tersebut ditawarkan dengan skema berlangganan baterai yang membuat harga jualnya menjadi lebih terjangkau. VinFast Evo dibanderol Rp17,5 juta, Feliz II seharga Rp18,5 juta, dan Viper seharga Rp22 juta (OTR Jakarta).

Strategi Produksi Lokal dan Ekosistem Baterai

Keputusan untuk merakit motor listrik di Subang merupakan bagian dari strategi jangka panjang VinFast untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing di pasar Indonesia. Dengan beralih ke skema CKD, VinFast dapat memanfaatkan insentif pemerintah dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Selain produksi, VinFast juga fokus membangun ekosistem kendaraan listrik yang komprehensif. Perusahaan bersama V-Green saat ini telah mengoperasikan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Jaringan ini menjadi infrastruktur penting untuk mendukung penggunaan motor listrik sehari-hari.

VinFast tidak hanya menyasar konsumen individu. Perusahaan juga membuka peluang kemitraan dengan berbagai pelaku bisnis, termasuk untuk kebutuhan kendaraan operasional perusahaan maupun layanan transportasi daring berbasis aplikasi (ride hailing).

“Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa serap, kita terbuka siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita bisa bekerja sama,” ujar Yordan.

Optimisme di Pasar Motor Listrik Indonesia

Yordan optimistis VinFast dapat memperkuat penetrasinya di pasar motor listrik Indonesia melalui skema produksi dalam negeri, perluasan jaringan penukaran baterai, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Keyakinan ini didasari oleh besarnya potensi pasar sepeda motor di Indonesia yang mencapai lebih dari enam juta unit per tahun.

“Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih dari enam juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia,” katanya.

Dengan dimulainya produksi lokal pada tahun depan, VinFast diprediksi akan menjadi pemain kunci di segmen motor listrik Indonesia. Langkah ini juga sejalan dengan tren global di mana produsen kendaraan listrik mulai mengalihkan produksi ke negara-negara dengan pasar potensial besar. Hal serupa juga dilakukan oleh produsen lain seperti Mercedes yang memproduksi C-Class Listrik di Hungaria.

Kehadiran pabrik perakitan di Subang diharapkan mampu menekan harga jual motor listrik VinFast di masa depan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan memiliki lebih banyak pilihan kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang lebih kompetitif.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.