Telset.id – Volkswagen memastikan ID. Buzz generasi berikutnya sedang dikembangkan dengan basis platform baru dan harga yang lebih terjangkau. Konfirmasi ini disampaikan langsung oleh CEO Volkswagen Thomas Schäfer dalam wawancara dengan Auto Express di ajang Paris Auto Show 2026. Ia mengakui bahwa model saat ini “berada di basis biaya yang salah”, sehingga penjualannya terhambat meski antusiasme pasar cukup besar. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa VW tidak membiarkan minibus listrik ikoniknya sekadar menjadi produk nostalgia berharga mahal.
Sejak pertama masuk pasar Amerika Serikat pada 2024, ID. Buzz memang menuai perhatian besar karena tampilannya yang mengingatkan pada van hippie legendaris. Namun harga mulai sekitar US$60.000 dan jarak tempuh yang hanya mencapai 234 mil membuat banyak calon pembeli berpikir ulang. Angka itu jauh dari kata murah untuk sebuah kendaraan listrik keluarga. Kondisi tersebut diperparah oleh penjualan yang merosot tajam di kuartal ketiga, dengan hanya 432 unit terjual di AS, turun 82,5 persen dari hampir 2.500 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perombakan besar pun menjadi keniscayaan. Generasi baru ID. Buzz akan dibangun di atas Scalable Systems Platform (SSP), menggantikan platform MEB yang menopang model saat ini. VW menjanjikan platform ini mampu menekan biaya produksi sekaligus membuka jalan bagi kendaraan yang sepenuhnya berbasis perangkat lunak. Schäfer juga mengisyaratkan penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP) sebagai salah satu cara menekan harga jual. Langkah ini sejalan dengan strategi VW merombak lini produknya melalui model-model populer seperti ID. Tiguan dan ID. Polo.
Teknologi Baru dan Janji Pengisian Lebih Cepat
Platform SSP membawa sejumlah peningkatan teknis yang signifikan. Sistem kelistrikan 800 volt memungkinkan pengisian daya jauh lebih cepat, dengan target sekitar 12 menit untuk mengisi dari 5 persen hingga 80 persen. Perlu dicatat, angka tersebut merupakan ambisi menyeluruh untuk platform SSP, bukan patokan resmi yang sudah dikonfirmasi untuk ID. Buzz generasi baru. Selain pengisian daya, SSP juga menjanjikan jarak tempuh yang lebih baik serta perangkat lunak yang lebih canggih dibandingkan MEB.
Perombakan elektronik dikembangkan bersama Rivian. Komputer pusat berperforma tinggi akan menjalankan berbagai fungsi kendaraan, mendukung fitur bantuan mengemudi dan infotainment yang lebih maju. Fitur-fitur ini dapat terus diperbarui melalui over-the-air (OTA), sehingga kendaraan tetap relevan seiring waktu. Berbagi perangkat keras dan perangkat lunak lintas jutaan unit kendaraan diyakini membantu VW menyebar biaya pengembangan, sehingga teknologi baru bisa ditawarkan tanpa membebani harga jual ke konsumen. Pendekatan ini mirip dengan strategi yang diterapkan pada jajaran model listrik terbaru VW, termasuk yang tergambar pada ID. Era 8X.
Interior ID. Buzz generasi baru juga akan mengikuti arah desain ID. Polo dan ID. Tiguan terbaru. VW berencana meninggalkan sebagian besar kontrol sentuh dan menggantinya dengan tombol fisik, sebuah perubahan yang selama ini dikritik pengguna kendaraan listrik modern. Pendekatan ini menegaskan bahwa VW mendengar keluhan konsumen soal kemudahan penggunaan.
Baca Juga:
Desain dan Nasib ID. Buzz di Pasar Amerika
Kepala desain Volkswagen Andreas Mindt menyebut generasi baru ID. Buzz membutuhkan “banyak saus rahasia” sebagai landasan bahasa desain baru perusahaan. Ia mengakui bahwa konsumen bisa bosan dengan kendaraan bergaya retro, seperti yang terjadi pada Beetle baru. Meski demikian, ID. Buzz dinilai sebagai salah satu model yang menarik dan akan tetap setia pada desain abadi dengan sentuhan modern. “Ketika Anda memiliki sebuah van, karakternya tidak terlalu banyak; satu van putih terlihat seperti van putih lainnya. Jadi apa yang Anda lakukan untuk membuatnya menarik?” ujar Mindt. Ia berjanji ID. Buzz akan tetap menarik di masa depan.
Schäfer menambahkan bahwa VW tidak akan menggunakan kembali seluruh nama ikoniknya, tetapi model-model yang benar-benar ikonik tetap dipertahankan. Menurutnya, merek-merek baru tidak memiliki sejarah, sehingga warisan nama seperti ID. Buzz menjadi keunggulan kompetitif. Strategi ini juga terlihat pada model lain seperti ID. Aura T6 yang baru mulai dikirim.
Sayangnya, VW belum mengungkap detail peluncuran ID. Buzz generasi baru. EV pertama berbasis SSP awalnya dijadwalkan hadir pada 2026, namun kini VW menyatakan akan tiba “menjelang akhir dekade ini”. Auto Express memperkirakan ID. Buzz baru akan menyusul setelah SUV SSP pertama VW yang untuk sementara disebut ID. Touareg dan dijadwalkan hadir sebelum 2030. Sementara itu, penggemar di AS masih harus bersabar lebih lama.
VW sempat menunda kembalinya ID. Buzz ke pasar Amerika hingga model year 2028. Wakil Presiden sekaligus Chief Communications Officer Volkswagen Group of America, Jeannine Ginivan, memastikan bahwa ID. Buzz tidak akan mendapat model year 2026 untuk AS dan langsung melompat ke model 2027. Ia juga menegaskan bahwa “Volkswagen tidak membatalkan ID. Buzz untuk pasar AS”. Penundaan ini terjadi setelah dua tahun absen akibat penjualan yang lemah dan kondisi perdagangan yang tidak menguntungkan.
Sebelum generasi baru tiba, VW tetap memperbarui model saat ini. Di Eropa, pembaruan April menghadirkan kemampuan vehicle-to-load, tombol fisik, infotainment yang direvisi, serta opsi penggerak semua roda tambahan. Paket tersebut belum diumumkan tersedia untuk pasar AS. Ketika kembali pada model year 2028, ID. Buzz akan membawa true one-pedal driving, perangkat lunak yang diperbarui, dan dua trim baru, termasuk varian khusus untuk berkemah. Dengan fondasi SSP dan biaya yang lebih rendah, ID. Buzz generasi baru berpeluang menjawab kritik soal harga yang selama ini menjadi penghalang utama.





Komentar
Belum ada komentar.