Telset.id – Xiaomi resmi meluncurkan dua SUV hybrid terbarunya, SkyNomad N70 dan N90, dengan harga sekitar USD 35.000 di China. Kedua model ini menjadi gebrakan baru karena menggunakan mesin bensin 1.5 liter dan baterai NMC 76 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.705 km.
Setelah sukses dengan model all-electric SU7 dan YU7, Xiaomi kini melebarkan sayap ke segmen SUV hybrid melalui sub-brand SkyNomad. Kedua SUV ini tersedia dalam konfigurasi lima atau tujuh kursi dengan berbagai pilihan mewah.

Berbeda dari pendekatan pure EV sebelumnya, SkyNomad menggunakan mesin bensin 1.5 liter yang berasal dari Changan. Mesin tersebut dipadukan dengan baterai NMC 76 kWh yang besar untuk memberikan jarak tempuh yang substansial.
Jarak Tempuh dan Varian Baterai
Berdasarkan siklus pengujian CLTC China yang cukup longgar, Xiaomi SkyNomad N90 Max menawarkan jarak tempuh gabungan hingga 1.705 km atau sekitar 1.060 mil. Konsumen di China juga memiliki opsi paket baterai 52 kWh yang lebih terjangkau.
Ketika baterai yang lebih besar dipasang pada N70 versi lima kursi, jarak tempuh listrik murni mencapai hampir 314 mil menurut siklus pengujian CLTC. Jika dihitung ulang dengan siklus WLTP yang digunakan di Inggris dan Eropa, angkanya setara dengan sekitar 250 mil. Jarak tersebut masih cukup untuk mengungguli banyak EV murni.

Sayangnya, Xiaomi belum mengumumkan rencana untuk menjual model SkyNomad di luar pasar domestiknya. Namun, perusahaan sebelumnya telah menyatakan harapan untuk memperkenalkan model SU7 dan YU7 ke Inggris dan Eropa pada 2028.
Baca Juga:
Analisis Harga di Pasar Global
Seperti yang terlihat pada merek mewah BYD, Denza, harga EV China yang berperforma tinggi atau mewah menjadi kurang menarik setelah ditambah pajak lokal dan bea impor. Denza Z misalnya, dibanderol mulai dari GBP 142.900 di Inggris (sekitar USD 200.600) dan naik hingga GBP 172.900 untuk varian Racing.
Pola serupa diperkirakan akan terjadi pada SkyNomad N70 dan N90 jika tiba di Eropa. Apalagi keduanya dilengkapi dengan paket baterai yang digunakan banyak EV murni pesaing saat ini. Mereka yang berharap harga jauh lebih murah dari Audi Q7, Volvo XC90, Kia EV9, atau Hyundai Ioniq 9 mungkin akan kecewa ketika harga resmi Eropa diumumkan.

Meski demikian, kehadiran SkyNomad menandai langkah berani Xiaomi dalam teknologi hybrid. Kombinasi mesin konvensional dan baterai besar memberikan solusi menarik bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas jarak tempuh tanpa khawatir infrastruktur pengisian daya.
Xiaomi sebelumnya juga telah menunjukkan komitmennya pada ekosistem kendaraan listrik melalui investasi di perusahaan battery swapping. Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi serius membangun infrastruktur pendukung untuk lini kendaraannya.
Bagi penggemar teknologi yang ingin tahu lebih detail tentang teknologi EREV Xiaomi, sistem EREV SkyNomad disebut jarang memerlukan penggantian oli. Sementara itu, di lini produk lain, Xiaomi TV S Mini LED 2026 juga resmi hadir dengan harga dan spesifikasi menarik.
Dengan peluncuran SkyNomad, Xiaomi semakin memperkuat posisinya di industri otomotif. Meskipun harga di luar China belum diumumkan, minat pasar terhadap SUV hybrid ini diprediksi akan tinggi, terutama di segmen keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas besar dan efisiensi bahan bakar.





Komentar
Belum ada komentar.