📑 Daftar Isi

Kepala desain Xiaomi Auto menjelaskan bahasa desain lineup Skynomad N70 dan N90

Xiaomi Skynomad: Desainer Xiaomi Bongkar Rahasia Desain N70 dan N90

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Kepala desain Xiaomi Auto, Tianyuan Li, menjelaskan bahasa desain Skynomad N70 dan N90 kepada CarNewsChina
  • Xiaomi menolak tren "robot face", memilih lampu depan dua unit yang tenang dan tahan waktu
  • Filosofi desain: teknologi tak selalu harus terlihat, cukup muncul saat dibutuhkan
  • Skynomad N90 mencapai koefisien hambatan 0,255 Cd lewat kolaborasi tim desain, rekayasa, dan aerodinamika
  • Kursi depan putar dihadirkan sebagai "possibility", bukan fitur fungsional semata

Telset.id – Kepala desain Xiaomi Auto, Tianyuan Li, mengungkap alasan di balik bahasa desain Skynomad N70 dan Skynomad N90 dalam wawancara dengan CarNewsChina pada 25 September 2026. Ia menjelaskan bahwa keputusan meninggalkan tren “robot face” dan menghadirkan desain lampu depan dua unit bukan sekadar pilihan estetika, melainkan hasil perenungan panjang tentang cara sebuah perusahaan elektronik konsumen mengekspresikan teknologi di industri otomotif.

Tianyuan (Sawyer) Li adalah desainer otomotif China pertama yang bergabung dengan markas global BMW. Ia juga memiliki pengalaman kerja di Peugeot. Pada 2021, Tianyuan Li bergabung dengan tim Xiaomi Auto sebagai kepala desain. Ia memimpin desain model produksi YU7, SU7, dan Skynomad, serta mobil konsep Vision GT.

Dalam wawancara tersebut, Tianyuan Li menceritakan sebuah workshop internal sekitar tiga tahun lalu saat timnya mengembangkan SU7. Ia meminta rekan-rekan dari seluruh Xiaomi Group, terutama yang tidak terlibat dalam desain otomotif seperti tim desain smartphone dan produk ekosistem, untuk menjawab pertanyaan: “Apa arti high-tech bagi Anda?”

Jawaban mereka mengejutkan. Banyak yang mengatakan bahwa high-tech bukan soal layar, pencahayaan digital, proyeksi, atau efek visual. Mereka justru menyebut struktur mekanis canggih, solusi rekayasa rumit, dan mekanisme yang dirancang dengan indah. Sebaliknya, tim dari industri otomotif langsung memikirkan layar, proyeksi 3D, HUD, pencahayaan ambient, antarmuka digital, grafis, dan desain datar.

Filosofi Desain yang Tahan Waktu

Kedua kubu menemukan jawaban pihak lain terasa aneh. Tim elektronik konsumen bertanya mengapa struktur mekanis dan rekayasa dianggap high-tech, sementara tim otomotif ditanya mengapa layar dan efek digital selalu dianggap representasi teknologi. Akhirnya mereka menyadari tidak ada yang benar atau salah, hanya perbedaan sudut pandang.

Kesadaran itu menjadi penting bagi Xiaomi Auto. Menurut Tianyuan Li, jika ingin menciptakan desain yang benar-benar tahan uji waktu, mereka harus kembali ke kebutuhan nyata pengguna dan esensi desain otomotif. “Kami mendesain mobil terlebih dahulu, bukan sekadar produk teknologi,” ujarnya. Salah satu filosofi inti desain Xiaomi Auto adalah menciptakan desain yang mampu bertahan melintasi zaman.

Dari sana muncul pertanyaan lanjutan: bagaimana seharusnya teknologi diekspresikan? Pandangan Xiaomi Auto, teknologi tidak selalu harus terlihat. Teknologi bisa mundur dan tetap tersembunyi di latar belakang. Ketika dibutuhkan, ia muncul dan membantu. Ketika tidak, ia tidak terus-menerus menuntut perhatian.

Tianyuan Li menyebut pendekatan itu hampir seperti sihir. Xiaomi sudah menjadi perusahaan teknologi dengan AI, dan di China memiliki HyperOS XiaoAi yang terhubung dalam dengan model bahasa besar mereka. Sistem itu dapat memahami pengguna, mengoperasikan fungsi kendaraan, dan memberikan bantuan dengan cara yang tidak bisa dilakukan kendaraan tradisional. Teknologi sudah ada, selalu tersedia, tetapi sering tersembunyi hingga momen dibutuhkan.

Xiaomi Auto head of design explains the Skynomad lineup

Karena itu, Xiaomi tidak merasa perlu menekankan teknologi murni melalui ekspresi visual. Skynomad dirancang agar terasa tenang, mudah didekati, dan familier. Mereka menginginkan kualitas abadi serta estetika yang bisa terhubung secara alami dengan orang. Ketika pengguna benar-benar merasakan kendaraan, seluruh teknologi baru muncul: AI membantu, navigasi membantu, kontrol suara membantu. Pengalaman cerdas itu terungkap tepat saat dibutuhkan. Xiaomi menyebutnya “beyond expectation”.

Pendekatan ini sejalan dengan strategi Xiaomi yang agresif di berbagai lini produk. Perusahaan yang sama juga tengah menyiapkan Xiaomi 18 Pro Series untuk pasar global, menandakan ambisi ekosistem yang lebih luas dari sekadar otomotif.

Aerodinamika N90 dan Kursi Putar sebagai “Possibility”

Soal aerodinamika, Skynomad N90 mencapai koefisien hambatan 0,255 Cd. Tianyuan Li menegaskan angka itu bukan kebetulan, melainkan hasil kerja tim desain, tim rekayasa, dan tim aerodinamika yang bekerja sangat erat. Prinsip mereka sederhana: setiap poin berarti dan setiap milimeter berarti.

Skynomad adalah kendaraan besar dengan volume substansial. Tantangan terbesar N90 adalah secara visual ia tidak terlihat aerodinamis. Bentuknya relatif tegak, berbadan besar, dan berproporsi kotak. Ketika orang melihat kendaraan rendah dan mengalir seperti SU7, mereka otomatis mengharapkan performa aerodinamika kuat. Dengan Skynomad, tim harus menjawab pertanyaan berbeda: bagaimana kendaraan dengan arsitektur dan volume seperti ini tetap mencapai efisiensi aerodinamika unggul?

Optimasi dilakukan di seluruh kendaraan. Di bagian depan, mereka mempelajari hubungan antara permukaan depan, sudut kap mesin, hingga transisi antar radius berbeda. Mereka menganalisis bagaimana aliran udara bergerak melintasi kap, ke kaca depan, dan di atas atap. Setiap sudut dan setiap milimeter dihitung serta disempurnakan bersama tim aerodinamika.

Pendekatan sama diterapkan di bagian belakang. Dari tampak atas, mereka mempelajari pengecilan bodi, panjang overhang belakang, dan titik balik tepat bumper belakang untuk mengelola pemisahan aliran udara. Mereka juga menggarap elemen pencahayaan, sisi bodi, perlakuan wheel arch, posisi roda, dan geometri fender.

Xiaomi Skynomad N70 SUV entered China at 31,275 USD

Bagi Xiaomi, aerodinamika penting bukan hanya untuk EV murni, tetapi juga untuk kendaraan range-extended dan hybrid, karena pelanggan merasakan manfaat langsungnya. Pelanggan mungkin tidak peduli pada angka koefisien hambatan itu sendiri, tetapi mereka peduli pada hasilnya. Efisiensi aerodinamika lebih baik berarti konsumsi energi lebih rendah, pengisian daya lebih jarang, dan potensi kebutuhan baterai lebih kecil.

Soal kursi depan yang bisa diputar, Tianyuan Li menilai fitur itu lebih dari sekadar fungsi. Normalnya, saat orang duduk di mobil, semua menghadap ke depan. Ketika ingin berbicara, mereka harus menoleh ke kiri, ke kanan, atau ke belakang. Dalam banyak situasi, itu bukan cara komunikasi yang alami. Bayangkan duduk berhadapan dengan seseorang, rasanya langsung berubah.

Karena itu, memutar kursi ke Lounge Mode atau Living Room Mode bukan sekadar perubahan fungsional. Yang benar-benar berubah adalah hubungan antar manusia. Ketika hubungan berubah, cara mereka bereaksi, berkomunikasi, dan terhubung juga berubah. Tianyuan Li pribadi menikmati duduk berhadapan dengan teman atau keluarga karena merasa lebih dekat tanpa penghalang. Salah satu skenarionya adalah berbagi makanan dengan teman, yang biasanya terasa canggung di dalam mobil.

Rekan-rekannya membayangkan skenario lain: bermain poker di dalam mobil, percakapan bisnis, wawancara, atau menghabiskan waktu dengan cara berbeda. Bahkan ada yang membayangkan ruang itu dipakai untuk bermain gim online bersama sebagai tim. Tianyuan Li menegaskan skenario seperti itu tidak boleh ditentukan olehnya atau tim rekayasa. Bagaimana pelanggan benar-benar menggunakan kendaraan setelah tata letak berubah sepenuhnya menjadi keputusan pelanggan.

Secara internal, Xiaomi sering menggunakan satu kata: Possibility. Mereka memberi pelanggan kemungkinan untuk mengubah tata letak, memindahkan kursi, dan menciptakan lingkungan berbeda. Namun kehidupan dimulai dari momen itu, dan itu bukan kehidupan yang mereka ciptakan untuk pelanggan, melainkan kehidupan pelanggan sendiri. Ketika setiap kursi selalu menghadap ke depan, perilaku orang di dalam kendaraan bisa diprediksi. Namun begitu kursi bisa diputar, bergerak di rel ekstra panjang, dengan ruang kaki lega dan ruang terbuka, hampir apa pun bisa terjadi di kabin.

Xiaomi Skynomad N90 Max EREV SUV drove 1,230 km during real-world test

Wawancara ini memperlihatkan bagaimana Xiaomi Auto memposisikan diri di persimpangan industri otomotif dan elektronik konsumen. Alih-alih mengikuti tren “robot face” yang seragam, mereka memilih bahasa desain yang menurut Tianyuan Li lebih tenang, familiar, dan tahan waktu, dengan teknologi yang bekerja di balik layar. Pendekatan ini juga mencerminkan pola yang sama di lini produk Xiaomi lain, seperti saat perusahaan merilis tiga wearable baru dengan harga mulai Rp 449 ribu di Indonesia.

Dengan koefisien hambatan 0,255 Cd pada N90 dan filosofi kursi putar sebagai “possibility”, Xiaomi menyerahkan definisi penggunaan akhir kepada pelanggan. Tianyuan Li menyebut itulah bagian paling menarik: kemungkinan itu sendiri adalah sihirnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.