Telset.id – XPeng secara resmi meluncurkan SUV crossover listrik terbarunya, L03, di Munich, Jerman pada 16 Juli 2026. Model ini langsung menjadi perbincangan hangat di industri otomotif global karena desainnya yang memukau, teknologi canggih, dan harga yang sangat kompetitif.
XPeng L03 hadir untuk menantang dominasi pemain mapan seperti Volkswagen ID.4 dan BYD Atto 3. Dengan panjang 4,65 meter, crossover ini sepuluh sentimeter lebih pendek dari XPeng G6, namun menawarkan ruang kabin yang luas dan nyaman untuk seluruh penumpang.
Desain Eksterior yang Mencuri Perhatian
Dari segi tampilan, XPeng L03 mendapat pujian tinggi. Proporsi mobil ini dinilai sangat proporsional tanpa overhang yang canggung. Velg standar 18 inci mengisi lengkungan roda dengan pas, sementara siluetnya ramping dan sporty namun tetap terkesan elegan. Banyak orang yang pertama kali melihat L03 di jalan mengira mobil ini adalah “baby Porsche” — sebuah pujian yang sangat baik bagi XPeng.
Desain L03 disebut memiliki pengaruh dari Genesis GV60. Hal ini wajar karena kedua mobil sama-sama dirancang oleh JuanMa Lopez, desainer ternama yang pernah berkarya untuk Audi, Lamborghini, Ferrari, Genesis, dan BYD. Bagian belakang L03 dilengkapi lampu LED kontinu yang dirancang khusus untuk menghasilkan warna merah paling “merah” dan tahan lama selama bertahun-tahun.
Fitur unik lainnya adalah absennya wiper belakang. Untuk mencapai koefisien drag serendah 0,228 — lebih baik dari Ferrari Luce yang memiliki 0,254 — para insinyur memilih menggunakan kaca hidrofobik. XPeng mengklaim telah menggunakan teknologi versi terbaru yang jauh lebih baik.
Interior Mewah dan Fungsional
Interior XPeng L03 menjadi salah satu daya tarik utamanya. Kabin tersedia dalam warna putih bersih atau abu-abu terang dengan material lembut di setiap sudut. Jahitan kontras, pelapis premium, dan headliner berbahan beludru menciptakan kesan sumptuous atau mewah yang jarang ditemukan di kelasnya.
Kursi depan empuk namun tetap supportif, dilengkapi pemanas dan ventilasi di semua varian. Fungsi pijat juga menjadi fitur standar, meskipun varian tertinggi mendapatkan pijat multi-opsi yang lebih canggih. Visibilitas pengemudi sangat baik berkat kap mesin yang lebih rendah dan fender yang terangkat, memberikan referensi yang jelas untuk lebar kendaraan.
Dashboard L03 tidak memiliki tombol fisik sama sekali. Semua fungsi kendali dilakukan melalui dua panel interaktif dan dua roda gulir di setir. Terdapat layar kecil di belakang setir untuk informasi penting seperti kecepatan, level baterai, dan petunjuk arah. Layar tengah 15,6 inci sangat tajam dan responsif tanpa lag. Head-up display juga sangat jelas dan detail, bahkan mampu menampilkan kamera blind spot saat berpindah jalur.
Fitur paling menarik adalah integrasi Google Maps. XPeng L03 menjadi mobil listrik China pertama yang dilengkapi Google Maps Auto SDK bawaan dalam sistem operasi XOS 6. Sistem ini bekerja mulus dengan XGP (auto navigation) dan menyediakan berbagai fitur seperti perencanaan rute pintar untuk EV, estimasi jarak berdasarkan konsumsi energi aktual, dan pencarian pengisi daya EV.
Sistem kontrol suara berbasis kecerdasan buatan juga menjadi andalan. Tersedia dalam bahasa Inggris, Jerman, dan Prancis, sistem ini mampu mengenali penumpang mana yang memberikan instruksi dan merespons dengan tepat. Pengguna tidak perlu menghafal perintah khusus — cukup ucapkan “agak hangat di sini” dan L03 akan menurunkan suhu sedikit.
Ruang Kabin dan Penyimpanan
Meskipun lebih pendek dari G6, XPeng L03 menawarkan ruang kepala yang luas bagi penumpang belakang berkat desain atap miring yang cerdas. Kursi belakang dapat diatur dan memiliki konfigurasi lipat 40/20/40. Terdapat sandaran tangan besar dengan tempat gelas. Total ada 37 tempat penyimpanan yang tersebar di seluruh kabin.
Untuk penyimpanan barang, varian RWD memiliki bagasi depan 102 liter, sementara varian AWD mendapatkan 69 liter. Bagasi belakang menyediakan 539 liter dengan semua kursi tegak, dan dapat diperluas hingga 1.600 liter saat kursi belakang dilipat. Atap kaca panoramik menjadi standar di semua varian, dan L03 juga mampu menarik trailer hingga 1.500 kg serta memiliki fungsi V2L 6kW.
Namun, terdapat perbedaan data volume penyimpanan. Materi resmi XPeng menyebutkan angka-angka di atas, tetapi setelah homologasi di Jerman, volume bagasi akan tercatat 367 liter, bagasi depan 89 liter (RWD), dan total ruang 1.000 liter saat kursi dilipat. Perbedaan ini disebabkan XPeng menggunakan “liter cair” sementara standar VDA Jerman menggunakan kubus 1 liter untuk mengukur volume.
Varian dan Performa
XPeng L03 hadir dalam empat varian untuk pasar Eropa. Unit pertama akan tiba akhir tahun ini, dengan versi Inggris menyusul sekitar satu bulan kemudian.
Varian dasar adalah Standard Range dengan baterai LFP 58,3 kWh (57,7 kWh usable). Motor listrik 180 kW di roda belakang memberikan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,5 detik dan jarak tempuh WLTP 445 km.
Varian Long Range menggunakan baterai LFP 71,2 kWh (70,6 kWh usable) yang mampu menempuh 520 km. Meskipun baterai lebih berat, varian ini justru lebih cepat dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,6 detik berkat motor yang sama.
Varian AWD menghadirkan performa lebih sporty dengan dua motor listrik berdaya total 285 kW. Akselerasi 0-100 km/jam hanya membutuhkan 4,5 detik, namun jarak tempuh turun menjadi 440 km.
Varian yang paling banyak dibicarakan adalah L03 PowerX, model EREV (Extended Range Electric Vehicle) yang dilengkapi generator bertenaga bensin 1,5 liter. Generator ini menjaga baterai tetap terisi hingga tangki 42 liter habis. Baterai 37 kWh menyediakan jarak tempuh sekitar 215 km, dan saat generator aktif, total jarak tempuh mencapai 1.000 km. Varian ini hanya akan dijual di Belgia, Swedia, dan Austria sebagai tahap awal.
Sistem Otonom NGP Canggih
XPeng L03 juga dilengkapi Navigation Guided Pilot (NGP) yang berjalan pada platform VLA 2.0. Sistem ini dianggap sebagai salah satu yang paling canggih di pasaran. NGP akan tersedia secara eksklusif di varian Ultra pada model AWD Performance atau Long Range. XPeng saat ini sedang melakukan pengujian NGP di Jerman dengan hasil yang sangat menggembirakan. Perusahaan yakin akan mendapatkan persetujuan penuh untuk penggunaan di seluruh Uni Eropa pada awal tahun depan.
Keunggulan utama sistem ini adalah harganya yang agresif, memungkinkan lebih banyak pelanggan menikmati teknologi otonom canggih dibandingkan solusi lain yang tersedia saat ini.
Harga Kompetitif di Eropa
Salah satu kejutan terbesar dari peluncuran XPeng L03 adalah harganya. Di Prancis dan Belgia, harga mulai dari €34.990. Di Austria dan Belanda, harga awal sedikit lebih tinggi yaitu €36.990. Pembeli di Swedia harus merogoh kocek €36.240, sementara di Denmark L03 dibanderol mulai €32.100.
Kejutan terbesar datang dari Norwegia, di mana harga awal L03 hanya di bawah €27.200. Dengan kurs saat ini, harga tersebut setara dengan sekitar Rp560 juta untuk pasar Eropa.
Menariknya, XPeng membanderol varian EREV lebih mahal dari varian baterai murni. Di Belgia, L03 PowerX mulai dari €38.490, sementara di Swedia mencapai €40.300. Strategi ini tampaknya sengaja dilakukan XPeng untuk mendorong pembeli mempertimbangkan model baterai murni sebelum memilih varian berbahan bakar bensin.
XPeng L03 secara jelas dirancang untuk bersaing dengan Volkswagen ID.4 dan BYD Atto 3. Apakah bisa mengalahkan Tesla Model Y? Jika tidak keberatan dengan ukuran SUV yang sedikit lebih kecil, L03 menawarkan ruang penumpang yang setara, desain lebih baik, dan nilai yang jauh lebih kompetitif.
Dengan desain yang memukau, interior mewah, teknologi canggih, dan harga agresif, XPeng L03 Siap Tantang Merek Eropa. XPeng berjanji akan memberikan pembaruan OS tepat waktu, garansi komprehensif, dan nilai yang sulit diabaikan. Industri otomotif global kini benar-benar khawatir — dan untuk alasan yang baik.





Komentar
Belum ada komentar.