Telset.id – Zijin Longking resmi meluncurkan truk tambang listrik murni ZL230E dalam seremoni media di Longyan City, Provinsi Fujian, China pekan ini. Truk dengan gross vehicle weight (GVW) 350 ton ini menjadi truk tambang bertenaga baterai dengan tonase terbesar di China, bahkan berpotensi memegang rekor dunia untuk kelasnya.
Kendaraan berat yang juga dikenal dengan sebutan LK350E ini memiliki kapasitas muatan hingga 230 ton. Pengembangannya merupakan hasil kolaborasi antara Zijin Longking dengan EACON, perusahaan ahli pertambangan otonom asal Australia. Langkah ini menandai kemajuan signifikan bagi industri peralatan tambang “energi baru” China sekaligus memperkuat dorongan sektor pertambangan menuju operasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Elektrifikasi dan inteligensiasi operasi pertambangan saat ini sedang menyatu dengan kecepatan yang semakin cepat,” demikian pernyataan resmi yang dirilis Longking. “Kemitraan strategis ini akan semakin mendorong sinergi antara peralatan tambang energi baru dan teknologi mengemudi otonom, memperluas kekuatan masing-masing pihak ke lingkungan pertambangan dunia nyata, serta bersama-sama mengeksplorasi solusi transportasi tambang yang lebih efisien dan cerdas.”
Spesifikasi Teknis ZL230E: Tenaga Ganda dan Baterai Raksasa
ZL230E ditenagai oleh sepasang motor listrik 800 kW yang dipasang di masing-masing poros penggerak belakang. Sistem penggerak canggih ini diklaim mampu memberikan koordinasi dan kontrol daya yang presisi, dengan pencocokan daya real-time di seluruh poros. Hasilnya, truk ini mampu mempertahankan tenaga saat menanjak dan memberikan manuverabilitas maksimal di lingkungan tambang yang kompleks secara operasional.

Sumber tenaganya berasal dari paket baterai raksasa berkapasitas 1.400 kWh yang dilengkapi sistem baterai pengisian cepat ultra-high-capacity. Perusahaan mengklaim baterai ini mampu mengisi daya dari 10 hingga 90 persen hanya dalam 25 menit. Waktu pengisian yang singkat ini secara signifikan mengurangi waktu henti dibandingkan truk bermesin diesel konvensional yang membutuhkan pengisian bahan bakar dalam jumlah besar.
Kolaborasi antara kedua perusahaan menggabungkan platform truk bertenaga baterai milik Longking dengan teknologi lengkap dari EACON. Tumpukan solusi EACON mencakup sistem persepsi, pengambilan keputusan, kontrol, dan operasi dispatch berbasis cloud. Kombinasi ini menciptakan truk tambang tanpa pengemudi yang andal, dengan logika dan perilaku yang dirancang khusus untuk lingkungan tambang terbuka di China.

EACON sendiri saat ini mengoperasikan lebih dari 3.100 truk otonom di lebih dari 40 tambang skala besar. Sejumlah lokasi operasinya mencakup Tambang Emas-Tembaga Zijinshan milik Zijin Mining dan Tambang Tembaga Julong di Tibet, serta proyek Norton Gold Fields di Australia.
Perkembangan truk tambang listrik raksasa ini menunjukkan tren elektrifikasi yang semakin serius di industri pertambangan global. Sebelumnya, Zijin Mining juga telah mengoperasikan armada truk tambang listrik dalam jumlah besar, menegaskan komitmen perusahaan terhadap operasi pertambangan berkelanjutan.
Baca Juga:
Seremoni peluncuran ZL230E merupakan bagian dari acara promosi investasi dan pencocokan bisnis yang lebih besar untuk industri “Pertambangan + Manufaktur Cerdas” di Distrik Xinluo, yang berlangsung awal pekan ini. Acara ini menjadi ajang bagi para pelaku industri untuk menjajaki peluang kolaborasi dan investasi di sektor pertambangan modern.
Kehadiran truk listrik dengan kapasitas muatan 230 ton ini menegaskan bahwa transisi energi di sektor pertambangan bukan sekadar wacana. Dengan kombinasi tenaga listrik murni dan teknologi otonom, ZL230E menjadi bukti nyata bagaimana industri tambang bergerak menuju operasi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
Langkah Zijin Longking bersama EACON juga menunjukkan bagaimana kemitraan lintas negara dapat mempercepat adopsi teknologi hijau di industri berat. Integrasi antara platform kendaraan listrik dan sistem otonom menjadi fondasi bagi generasi baru alat berat tambang yang tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga meningkatkan produktivitas operasional.
Dengan kapasitas baterai 1.400 kWh dan kemampuan pengisian cepat, ZL230E dirancang untuk meminimalkan gangguan operasional. Keunggulan ini menjadi nilai jual utama di tengah tuntutan efisiensi tinggi di lokasi tambang. Teknologi ini juga sejalan dengan tren global menuju dekarbonisasi sektor industri berat.
Bagi industri pertambangan di kawasan Asia Tenggara, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa teknologi truk tambang listrik skala besar semakin matang dan siap diadopsi. Keberhasilan uji coba di China dapat menjadi referensi bagi operasi tambang di negara lain, termasuk Indonesia yang memiliki sektor pertambangan yang besar.
Kemitraan strategis antara Zijin Longking dan EACON diproyeksikan akan terus menghasilkan inovasi di bidang kendaraan tambang otonom bertenaga listrik. Kedua perusahaan berkomitmen untuk memperluas kekuatan masing-masing ke lingkungan pertambangan nyata, dengan tujuan akhir menciptakan solusi transportasi tambang yang lebih efisien dan cerdas.
Kehadiran ZL230E juga memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam pengembangan peralatan tambang energi baru. Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan investasi besar di sektor energi hijau, China terus mendorong inovasi di berbagai lini industri berat.
Seiring meningkatnya tekanan untuk mengurangi emisi karbon, adopsi kendaraan listrik di sektor pertambangan diprediksi akan semakin meluas. ZL230E menjadi contoh konkret bagaimana teknologi baterai berkapasitas besar dapat diaplikasikan pada kendaraan kelas menengah hingga berat, membuka jalan bagi elektrifikasi alat berat lainnya.
Dengan semua keunggulan yang ditawarkan, ZL230E layak menjadi perhatian bagi para pelaku industri tambang yang ingin beralih ke operasi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan produktivitas. Inovasi ini membuktikan bahwa elektrifikasi dan otomasi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan pertambangan yang lebih baik.





Komentar
Belum ada komentar.