Ilustrasi chip AMD dan Intel bersaing di pasar handheld gaming

AMD Bantah FSR 4.1 untuk Handheld, Intel Arc G3 Mengancam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AMD membantah FSR 4.1 akan segera hadir di chip handheld RDNA 3.5
  • Pernyataan resmi dari David McAfee dan Frank Azor menyatakan belum ada keputusan final
  • Intel Arc G3 unggul 42% performa dibanding Ryzen Z2 Extreme AMD
  • Perbedaan fundamental antara FSR 3.1 (non-AI) dan FSR 4.1 (AI-based)
  • AMD perlu merespons cepat atau kehilangan pangsa pasar handheld
  • Dua opsi respons AMD: FSR 4.1 atau teknologi dari kerja sama dengan Sony

Telset.id – AMD secara resmi membantah kabar bahwa teknologi upscaling FSR 4.1 akan segera hadir di chip handheld RDNA 3.5 miliknya. Pembantahan ini muncul di tengah tekanan kompetitif yang semakin ketat dari Intel dengan chip Arc G3-nya yang menunjukkan performa jauh lebih unggul di segmen PC gaming genggam.

Kabar simpang siur tentang FSR 4.1 untuk handheld AMD berawal dari laporan HardwareLuxx. Dalam laporan tersebut, David McAfee, Corporate VP and General Manager of AMD’s Client Division, dikutip mengatakan bahwa FSR 4.1 “tidak saat ini direncanakan” untuk arsitektur RDNA 3.5, namun “tidak ada yang pasti” — yang berarti opsi tersebut masih dipertimbangkan. Setelah laporan itu beredar, berbagai publikasi lain mulai memberitakan bahwa keputusan AMD “cenderung ke arah ‘tidak’.”

Situasi semakin memanas ketika Frank Azor, Head of AMD’s Client and Graphics Marketing, menyatakan “belum ada keputusan” yang dibuat. Untuk mengklarifikasi, Tom’s Guide secara langsung mewawancarai David McAfee. Jawabannya justru semakin membuat publik bertanya-tanya.

“Kami ingin memastikan pengalaman dan kualitasnya tepat, dan memiliki komputasi yang cukup dalam produk itu, baik itu GPU atau APU atau apapun, untuk memastikan Anda mendapatkan manfaat performa,” ujar McAfee kepada Tom’s Guide.

McAfee menekankan filosofi perusahaan seputar FSR 4 pada produk non-RDNA 4. Ia menjelaskan bahwa AMD sangat fokus pada ‘quality of service’ — memastikan bahwa frame selalu dikirimkan dalam waktu yang tepat. “Semua kotak itu harus dicentang, sehingga kami memberikan pengalaman berkualitas yang akan dinikmati para gamer,” tambahnya.

Saat ditanya apakah pernyataannya bisa diartikan bahwa FSR 4.1 “akan datang” ke handheld, McAfee dengan tegas menjawab: “Saya tidak mengatakan itu akan datang. Saya mengatakan ada standar kualitas tinggi yang sangat kami pedulikan. Dan saat kami melihat tempat lain untuk menerapkan teknologi FSR, faktor kritisnya adalah memastikan kualitas dan pengalaman gaming tidak terganggu.”

Jawaban ini jelas bukan ‘ya’ dan bukan ‘tidak’. Ini sejalan dengan pernyataan Azor sebelumnya bahwa “keputusan belum dibuat.”

Perbedaan fundamental antara FSR 3.1 yang saat ini digunakan di handheld AMD dan FSR 4.1 sangat signifikan. Handheld AMD saat ini terkunci di FSR 3.1, yang pada dasarnya adalah versi upscaling dan frame generation tanpa AI — murni menggunakan perhitungan matematis dan kode. Sementara itu, FSR 4.1 adalah upscaling dan frame generation berbasis AI sejati, mirip dengan XeSS 3 yang menjadi andalan Intel Arc G3.

Intel Arc G3 sendiri telah menunjukkan dominasinya di segmen handheld. Chip ini diklaim memiliki performa 42% lebih baik dibandingkan Ryzen Z2 Extreme milik AMD, dan mampu memberikan frame rate yang sebanding dengan ROG Xbox Ally X20 hanya dengan setengah daya. Ini adalah pukulan telak bagi dominasi AMD di pasar PC gaming genggam.

Tekanan pada AMD semakin besar karena Intel memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas untuk chip grafis terintegrasi. Tim Biru (Intel) bahkan dikabarkan akan bekerja sama dengan Nvidia untuk grafis RTX dalam beberapa tahun ke depan. Sementara itu, semua alasan untuk memilih AMD dibanding Intel di segmen handheld hampir hilang.

Meskipun secara arsitektur, logika untuk membawa FSR 4.1 ke chip handheld AMD sangat mungkin dilakukan — terbukti dengan kehadirannya di kartu grafis desktop RDNA 3 seperti Radeon RX 7900 — tantangan utamanya adalah menjalankan upscaler AI yang berat pada unit komputasi yang terbatas di chip. Namun, fakta bahwa Intel mampu menjalankan XeSS pada generasi chip sebelumnya yang secara performa lebih rendah menunjukkan bahwa hal ini sangat mungkin dilakukan.

Kesimpulan dari situasi ini adalah AMD perlu merespons dengan cepat. Dengan peta jalan tahunan yang reguler untuk meningkatkan perangkat keras dan perangkat lunak gaming, Intel kini berada dalam posisi untuk mengambil alih pangsa pasar AMD di segmen PC gaming genggam.

Ada dua kemungkinan respons dari AMD: pertama, peralihan cepat ke FSR 4.1 untuk handheld; kedua, sesuatu yang baru yang terinspirasi dari kerja samanya dengan Sony pada PlayStation Spectral Super Resolution. Jangan lupa, chip PS5 Pro berjalan pada arsitektur hybrid RDNA 2 dan 3, namun tetap mampu melakukan akselerasi AI.

Apapun keputusannya, satu hal yang jelas: persaingan di pasar PC gaming genggam semakin memanas, dan AMD tidak bisa lagi berlambat-lambat.

Komentar

Belum ada komentar.