Battlefield Hardline di Konsol Akan Ditutup Bulan Mei, Versi PC Tetap Bertahan

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Dunia game online tak selamanya abadi. Kabar terbaru datang dari Electronic Arts (EA) yang secara resmi mengumumkan akan menghentikan dukungan online untuk Battlefield Hardline di konsol PlayStation 4 dan Xbox One. Keputusan ini menandai akhir dari satu bab bagi game tembak-menembak bertema kriminal yang dirilis hampir satu dekade lalu. Bagi Anda yang masih setia bermain di platform tersebut, inilah saatnya untuk menyiapkan diri.

EA menyatakan bahwa mereka akan menghapus game tersebut dari toko digital PlayStation Store dan Microsoft Store pada 22 Mei 2026. Selanjutnya, tepat sebulan kemudian pada 22 Juni 2026, semua layanan online dan server multiplayer untuk versi konsol akan ditutup secara permanen. Namun, ada secercah kabar baik: mode kampanye tunggal (single-player) akan tetap dapat dimainkan oleh siapa pun yang sudah memiliki game tersebut di perpustakaannya. Sementara itu, nasib berbeda menunggu para pemain PC. Versi PC dari Battlefield Hardline tidak akan terdampak oleh keputusan ini dan tetap tersedia di platform seperti Steam dan aplikasi EA sendiri.

Dalam pengumuman singkatnya di platform X, EA tidak memberikan penjelasan spesifik mengapa hanya versi konsol yang dihentikan. Perusahaan lebih merujuk pada FAQ di situs webnya yang menjelaskan alasan umum di balik penghentian dukungan untuk game-game mereka. Faktor utama yang kerap disebut adalah menurunnya basis pemain secara signifikan, yang membuat operasional server menjadi tidak lagi berkelanjutan dari sisi bisnis. Data dari Steam Charts mengonfirmasi hal ini: sepanjang tahun 2026, versi PC Battlefield Hardline hanya mencatat puncak pemain bersamaan (peak concurrent players) sebanyak 41 orang. Angka yang sangat kecil untuk sebuah game multiplayer yang dulu ramai.

Fenomena penghentian server game online bukanlah hal baru dalam industri. Publisher besar seperti EA telah mematikan puluhan game dalam beberapa tahun terakhir, sebuah daftar lengkap yang bahkan membutuhkan tiga halaman web terpisah untuk mendokumentasikannya. Namun, praktik ini semakin mendapat sorotan tajam berkat gerakan seperti Stop Killing Games, yang memperjuangkan hak kepemilikan digital konsumen. Ketika server dimatikan, konten multiplayer yang menjadi inti dari banyak game ikut hilang, meninggalkan produk yang seringkali tidak utuh lagi. Ini memicu pertanyaan mendasar: apakah kita benar-benar “memiliki” game digital yang kita beli?

Masa Depan Game Live Service dan Warisan Battlefield Hardline

Battlefield Hardline, yang dikembangkan oleh Visceral Games bekerjasama dengan DICE, meluncur pada 2015 dengan konsep unik: mengalihkan pertempuran dari medan perang konvensional ke perseteruan antara polisi dan penjahat di perkotaan. Meski mendapat pujian untuk narasi kampanye tunggalnya yang seperti film kriminal, game ini tidak pernah mencapai popularitas yang sama dengan seri utama Battlefield. Keputusan EA kali ini seolah menjadi titik final untuk eksperimen tersebut di dunia konsol.

Lantas, apa yang bisa dipelajari dari kasus ini? Pertama, siklus hidup game online yang bergantung pada server publisher pada akhirnya terbatas. Kedua, keputusan untuk tetap mempertahankan versi PC mengindikasikan bahwa biaya pemeliharaan server untuk platform tersebut mungkin lebih rendah, atau ada komitmen berbeda dari komunitas pemainnya. Bagi gamer, ini adalah pengingat untuk lebih bijak memilih investasi dalam game live service. Selalu ada risiko bahwa suatu hari, dunia virtual yang Anda masuki akan lenyap untuk selamanya.

Bagi penggemar Battlefield atau game tembak-menembak secara umum, ada banyak pilihan lain yang masih aktif. Komunitas sering kali bermigrasi ke seri yang lebih baru atau game dengan populasi pemain yang sehat. Jika Anda mencari pengalaman multiplayer yang mulus, memeriksa daftar game dengan dukungan performa tinggi bisa menjadi langkah cerdas, seperti beberapa game Xbox 120 FPS yang menawarkan responsivitas ekstra.

Meski begitu, berita ini bukan akhir dari segalanya. Industri terus bergerak. Sementara satu pintu tertutup, pintu lain terbuka dengan berbagai demo game baru yang menawarkan pengalaman segar. Yang pasti, keputusan EA terhadap Battlefield Hardline menggarisbawahi realitas pahit dalam ekosistem game digital modern: tidak ada yang abadi, terutama ketika server dimatikan. Tinggal menunggu waktu, sebelum game-game lain menyusul.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI