📑 Daftar Isi

PlayStation 5 Pro konsol terbaru Sony yang menjadi pusat perhatian dalam kebijakan penghapusan media fisik

Boikot PlayStation Seminggu Digelar Komunitas Game

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Komunitas DoesItPlay menyerukan boikot PlayStation selama seminggu (23-30 Agustus) sebagai protes keputusan Sony menghentikan produksi media fisik pada 2028
  • Aksi #PSBlackout mengajak gamer untuk tidak login, tidak bermain, dan tidak melakukan pembelian di platform Sony
  • Efektivitas boikot dipertanyakan karena bertepatan dengan Gamescom dan tidak ada rilis besar
  • Sebagian gamer menyerukan langkah lebih drastis seperti pembatalan massal langganan PSN
  • Cyberleek membocorkan konten GTA VI sebagai bentuk protes terhadap pre-order digital
  • Petisi penolakan keputusan Sony telah mendekati 200.000 tanda tangan
  • GOG menjadi satu-satunya platform yang menawarkan kepemilikan penuh game digital

Telset.id – Keputusan Sony menghentikan produksi media fisik game pada 2028 memicu reaksi keras dari komunitas gamer. DoesItPlay, komunitas yang fokus pada pelestarian video game, menyerukan boikot PlayStation selama satu minggu sebagai bentuk protes konkret.

Komunitas tersebut mengajak para pemain untuk mematikan konsol atau keluar dari PlayStation Network mulai 23 hingga 30 Agustus. Aksi yang diberi tagar #PSBlackout ini bertujuan menunjukkan penolakan terhadap kebijakan Sony yang semakin agresif beralih ke distribusi digital.

Dalam unggahan di Bluesky, DoesItPlay bersama kreator lain menyerukan “tanpa login, tanpa sesi bermain, tanpa pembelian di platform Sony mana pun”. Aksi ini merupakan respons atas pengumuman Sony yang secara resmi mengakhiri produksi cakram fisik PlayStation pada 2028.

PlayStation 5 Pro

Efektivitas Boikot Dipertanyakan

Meski seruan boikot ini mendapat dukungan, banyak pihak menilai aksi tersebut kemungkinan besar tidak akan berdampak signifikan. Pasalnya, pekan terakhir Agustus dianggap sebagai periode “biasa” tanpa acara besar atau peluncuran game PlayStation yang dinantikan.

Menariknya, pekan yang sama bertepatan dengan penyelenggaraan Gamescom. Alhasil, banyak gamer hardcore justru diperkirakan sedang berada di konvensi tersebut dan tidak akan terpengaruh oleh ajakan boikot.

Sejumlah komentar di unggahan DoesItPlay bahkan menyerukan langkah yang lebih drastis. Beberapa pengguna mengusulkan pembatalan massal langganan PSN selama tiga bulan atau pengembalian dana massal untuk game digital yang dipesan lebih awal. Mereka berargumen bahwa boikot dengan tanggal kedaluwarsa tidak akan berarti apa-apa karena Sony hanya perlu menunggu aksi tersebut berakhir.

Bocoran GTA VI sebagai Bentuk Protes

Ketidakpuasan terhadap peralihan ke rilis digital juga diekspresikan dengan cara yang lebih ekstrem. Cyberleek, seorang pembocor, membagikan klip gameplay dan peta lengkap Leonidas seminggu sebelum trailer panjang GTA VI dijadwalkan tayang di Netflix.

Take-Two telah mengambil langkah untuk mengidentifikasi pelaku di balik kebocoran tersebut, terutama setelah diketahui bahwa peretas ternyata memiliki build lengkap yang dapat dimainkan dari game yang sangat dinantikan itu. Meski tidak secara langsung mengaitkan aksinya dengan rencana Sony, Cyberleek menentang keputusan menawarkan salinan digital GTA VI untuk pre-order dan mengancam akan terus membocorkan konten hingga penerbit mengeluarkan permintaan maaf publik serta “komitmen konkret untuk menjadi lebih baik”.

A photograph of PlayStation 4 and PlayStation 5 games in their cases.

Industri game memang telah bergerak perlahan meninggalkan media fisik menuju rilis digital penuh, terutama dengan dominasi Steam dan Epic storefront. Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa “membeli” game dari sebagian besar layanan tersebut tidak sama dengan memiliki. Steam bahkan harus mengklarifikasi hal ini di halaman checkout-nya pada 2024.

Satu-satunya distributor besar yang saat ini menawarkan kepemilikan penuh adalah GOG. Platform tersebut menyatakan bahwa pembelian konten digital di GOG memberikan akses ke Offline Installers yang tidak dapat diambil kembali. Sementara itu, layanan langganan seperti PC Game Pass menawarkan kenyamanan jangka pendek bagi gamer yang hanya ingin bermain dalam waktu tertentu tanpa keberatan kehilangan akses setelah selesai.

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi cakram fisik kemungkinan merupakan respons terhadap preferensi pasar yang semakin beralih ke game digital. Perusahaan bahkan menegaskan kembali komitmennya melalui pernyataan CFO yang menyatakan akan “bergerak hati-hati ke depan” dengan kebijakan ini.

Salah satu cara konsumen dapat memaksa perusahaan teknologi mempertahankan distribusi fisik adalah dengan benar-benar membeli cakram game dari pengecer daripada mengunduhnya dari toko online. Keputusan pembelian konsumen pada akhirnya menjadi sinyal paling kuat bagi arah kebijakan industri.

Petisi terkait keputusan Sony untuk berhenti memproduksi media fisik baru telah mendekati 200.000 tanda tangan. Angka ini menunjukkan bahwa kekhawatiran komunitas terhadap masa depan kepemilikan game semakin meluas.

Boikot selama seminggu ini menjadi ujian pertama seberapa besar pengaruh komunitas gamer dalam menentukan arah kebijakan industri. Respons pasar terhadap aksi ini akan menentukan apakah Sony bersedia mempertimbangkan kembali keputusannya atau tetap melanjutkan rencana transisi ke era digital sepenuhnya.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.