Pernahkah Anda membayangkan sebuah sekuel game besar tiba-tiba memutuskan untuk membuang identitas barunya dan kembali ke nama aslinya? Inilah langkah mengejutkan yang baru saja diambil oleh Blizzard Entertainment. Dalam sebuah pengumuman yang mengguncang komunitas, studio raksasa ini secara resmi menghapus angka “2” dari judul game andalan mereka. Mulai sekarang, tidak ada lagi Overwatch 2; kita kembali menyebutnya sebagai Overwatch. Langkah ini bukan sekadar pergantian logo, melainkan pernyataan tegas bahwa game ini adalah “alam semesta hidup” yang terus berkembang tanpa terikat oleh penomoran sekuel.
Keputusan ini datang setelah perjalanan panjang yang cukup berliku sejak peluncuran format free-to-play pada Oktober 2022. Kala itu, transisi ke angka “2” membawa perubahan drastis, termasuk format 5v5 yang menggantikan 6v6 dan janji mode PvE (Player vs Environment) yang sangat ambisius. Sayangnya, visi besar tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Mode misi pahlawan dengan pohon bakat RPG dibatalkan, dan ekspansi misi cerita yang sempat dirilis dilaporkan kurang laku di pasaran. Kini, Blizzard tampaknya telah menstabilkan kapal mereka dan siap mengarahkan fokus penuh kembali ke aspek kompetitif yang menjadi jiwa permainan ini.
Tahun ini diprediksi akan menjadi titik balik terbesar bagi Overwatch, terutama menjelang ulang tahun ke-10 pada bulan Mei mendatang. Blizzard tidak main-main dalam mempersiapkan konten. Dalam showcase terbarunya, mereka membeberkan peta jalan hingga tahun 2026 yang menjanjikan perombakan masif. Mulai dari kembalinya mode 6v6 yang dirindukan, hingga peluncuran serentak lima pahlawan baru yang siap mengubah meta permainan secara drastis. Jika Anda sempat meninggalkan game ini, sekarang mungkin saat yang tepat untuk kembali melirik.
Lima Hero Baru Siap Mengguncang Meta
Update yang akan meluncur pada 10 Februari mendatang disebut-sebut sebagai pembaruan terbesar sejak era Overwatch 2 dimulai. Alasannya sederhana namun berdampak masif: Blizzard langsung menerjunkan lima hero baru sekaligus ke dalam medan pertempuran. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Jetpack Cat. Karakter yang sempat dibatalkan pada tahun 2017 ini akhirnya hidup kembali sebagai hero support. Dengan kemampuan terbang permanen, ia bisa “menderek” rekan setim di udara sambil menyembuhkan mereka. Kemampuan pamungkasnya, Catnapper, memungkinkan kucing ini menjatuhkan musuh dan menyeret mereka, bahkan hingga ke jurang untuk eliminasi lingkungan.

Selain Jetpack Cat, ada empat nama lain yang siap meramaikan arena. Anran (lihat gambar di atas) adalah hero dengan mobilitas tinggi yang memberikan damage api dan memiliki kemampuan unik untuk membangkitkan diri sendiri lewat ultimate-nya. Anda bahkan bisa mencoba Anran lebih awal mulai 5 Februari melalui uji coba hero. Tiga karakter lainnya memiliki hubungan erat dengan organisasi penjahat Talon: Domina (Tank pengendali zona), Emre (Soldier siber dengan mobilitas cepat), dan Mizuki (Support yang melempar topi untuk penyembuhan). Kehadiran mereka tentu akan memengaruhi strategi pemilihan karakter, terutama bagi Anda yang mengikuti perkembangan Pahlawan Baru di setiap musimnya.
Era Narasi dan Perang Faksi
Blizzard menyebut fase selanjutnya ini sebagai “era yang digerakkan oleh cerita”. Musim berikutnya akan memulai busur narasi sepanjang tahun bertajuk The Reign of Talon. Ini adalah kali pertama dalam sejarah Overwatch di mana seluruh lore, hero, dan acara dalam 12 bulan ke depan akan saling terhubung dalam satu benang merah besar, yakni kebangkitan organisasi Talon. Blizzard bahkan akan mereset penghitung musim saat era ini dimulai tahun depan (Musim 1 tahun 2027).
Baca Juga:
Dalam waktu dekat, pemain juga akan disuguhi meta event bernama “Conquest”. Event ini digambarkan sebagai perang faksi antara Overwatch dan Talon yang berlangsung selama lima minggu. Hadiah yang ditawarkan tidak main-main, termasuk puluhan loot box dan skin legendaris untuk Echo. Narasi yang kuat ini diharapkan dapat memberikan konteks lebih dalam pada setiap pertempuran, sesuatu yang mungkin dirindukan pemain sejak mode cerita PvE dikesampingkan.
Penyegaran Gameplay dan Antarmuka
Tidak hanya konten baru, Blizzard juga merombak mekanisme dasar permainan. Setiap role (Tank, Damage, Support) kini akan dibagi lagi menjadi sub-peran yang memiliki kemampuan pasif spesifik. Misalnya, tank tipe “inisiator” akan mendapatkan penyembuhan lebih besar saat berada di udara, sementara beberapa hero damage bisa mendeteksi musuh yang terluka di balik tembok. Perubahan sistemik ini tentu membutuhkan penyesuaian, mirip dengan saat Blizzard memperkenalkan sistem Hero Bans di ranah kompetitif.

Antarmuka pengguna (UI) juga mendapatkan wajah baru (lihat gambar di atas). Blizzard menjanjikan navigasi yang lebih cepat dengan menu yang diperbarui, lobi hero baru, dan pusat notifikasi yang lebih efisien. Selain itu, mode Stadium akan mendapatkan pembaruan ikon kemampuan dan rekomendasi build berdasarkan data global, serta kehadiran karakter Vendetta ke dalam roster mode tersebut.

Kolaborasi Unik dan Masa Depan di Konsol Baru
Di sisi kosmetik, Blizzard kembali menghadirkan kolaborasi yang menarik perhatian. Mulai 10 Februari, kolaborasi dengan Hello Kitty akan berjalan selama dua minggu, menghadirkan item bertema imut untuk beberapa hero. Ini menambah variasi konten ringan di dalam game, mengingatkan kita pada event unik seperti Simulator Kencan yang pernah hadir sebelumnya.

Melihat lebih jauh ke depan, Blizzard telah mengonfirmasi bahwa versi Overwatch untuk Nintendo Switch 2 akan hadir bersamaan dengan Musim 2 pada bulan April. Ini adalah kabar baik bagi pemain konsol yang menantikan performa lebih baik. Selain itu, dua peta baru, termasuk peta malam Jepang, serta kembalinya fitur penghargaan pasca-pertandingan (accolades) juga telah disiapkan. Dengan segudang konten ini, Blizzard tampaknya sangat serius untuk memastikan Overwatch tetap relevan dan dominan di tahun-tahun mendatang.

