Ilustrasi Steam dengan ikon game berbahaya yang disusupi malware untuk mencuri data dan kripto pengguna

FBI Tangkap Mahasiswa 21 Tahun yang Sebarkan Game Berisi Malware di Steam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • FBI menangkap Zyaire Wilkins, mahasiswa 21 tahun asal Florida
  • Wilkins didakwa menyebarkan game palsu berisi malware di Steam selama 2 tahun
  • Game berbahaya: BlockBlasters, Dashverse, Lampy, Lunara, dan PirateFi
  • Malware dirancang untuk mencuri password dan menguras dompet kripto
  • Sekitar 8.000 korban terinfeksi, 80 dompet kripto diretas
  • Kerugian mencapai USD 220.000 (Rp 3,5 miliar)
  • Game dipasarkan melalui Discord, LinkedIn, dan Telegram
  • FBI melacak Wilkins melalui pembayaran kartu hadiah Uber Eats
  • Barang bukti: MacBook, ponsel, dan dompet digital disita
  • Wilkins menolak berbicara saat penggeledahan

Telset.id – FBI menangkap seorang mahasiswa berusia 21 tahun asal Florida, Zyaire Wilkins, yang didakwa menyebarkan game palsu berisi malware di platform Steam untuk mencuri data dan menguras dompet kripto para pengguna.

Menurut pengaduan kriminal yang diajukan, Wilkins bersama beberapa orang yang tidak disebutkan namanya diduga mengunggah beberapa video game yang telah disusupi malware ke Steam selama dua tahun terakhir. Game-game tersebut antara lain BlockBlasters, Dashverse, Lampy, Lunara, dan PirateFi.

Jaksa federal pada Rabu (25/6/2026) secara resmi mendakwa Wilkins atas sejumlah kejahatan peretasan. FBI sebelumnya telah melakukan penyelidikan dan menangkap Wilkins pada Selasa (24/6/2026).

Wilkins dan rekan-rekannya memasarkan game-game berbahaya tersebut melalui platform Discord, LinkedIn, dan Telegram. Mereka sengaja merancang game-game itu agar tampak meyakinkan, sehingga pemain dapat menginstal dan memainkannya tanpa curiga.

Namun di balik itu, malware yang disematkan dirancang untuk menginfeksi komputer korban, mencuri kata sandi dan data lainnya, serta menguras dompet kripto mereka.

FBI memperkirakan bahwa Wilkins dan komplotannya berhasil menginfeksi sekitar 8.000 korban. Dari jumlah tersebut, mereka meretas sekitar 80 dompet kripto dan mencuri setidaknya USD 220.000 atau sekitar Rp 3,5 miliar dalam bentuk aset kripto.

Kasus ini mengingatkan pada modus kejahatan siber lainnya yang memanfaatkan platform digital. Sebelumnya, seorang Karyawan Google juga didakwa meraup keuntungan besar dari aktivitas insider trading di platform prediksi Polymarket.

Pada Maret lalu, FBI sebenarnya sudah mengumumkan bahwa mereka sedang menyelidiki seorang peretas yang diduga menggunakan game berisi malware di Steam. Dalam pengumuman tersebut, FBI meminta para korban yang telah mengunduh game-game jahat itu untuk memberikan bukti guna membantu penyelidikan.

Valve, pembuat platform Steam, dalam setahun terakhir telah menghapus beberapa video game dari platformnya setelah ditemukan mengandung malware, termasuk PirateFi. Meskipun game-game tersebut dirancang agar terlihat sah, semuanya mengandung kode berbahaya.

Proses investigasi FBI mengungkap bagaimana mereka berhasil melacak Wilkins. Setelah mengidentifikasi satu orang lain yang terlibat dalam kejahatan tersebut, agen federal mewawancarai orang tersebut.

Orang yang tidak disebutkan namanya itu mengaku bekerja dengan orang lain untuk mengumpulkan dana guna meluncurkan dan memasarkan game-game jahat tersebut. Imbalannya, mereka akan berbagi sebagian dari cryptocurrency yang dicuri.

FBI kemudian mengidentifikasi akun kripto spesifik yang terlibat dalam skema tersebut. Mereka melacak pembayaran cryptocurrency dari akun itu yang digunakan untuk membeli beberapa kartu hadiah, termasuk untuk Uber Eats.

Setelah mengeluarkan panggilan pengadilan ke Uber, penyelidik federal dapat melihat bahwa kartu hadiah tersebut terkait dengan akun yang melakukan pengiriman ke Wilkins. Wilkins sendiri dikenal dengan nama panggilan Sibel.eth di dunia maya.

Dengan bukti tersebut, FBI mendapatkan surat perintah penggeledahan untuk rumah Wilkins. Dalam penggeledahan itu, mereka menyita laptop MacBook miliknya, ponsel, perangkat lainnya, dan dompet digital milik tersangka.

Menurut pengaduan kriminal, Wilkins menolak untuk berbicara atau menjawab pertanyaan apa pun saat penggeledahan dilakukan. Pengacara Wilkins juga tidak menanggapi permintaan komentar terkait kasus ini.

Kasus ini menjadi pengingat serius bagi para penggemar game PC tentang bahaya malware yang menyamar sebagai game populer. Meskipun platform seperti Steam memiliki sistem keamanan, para penjahat siber terus mencari celah untuk menyebarkan kode berbahaya.

Modus operandi yang digunakan Wilkins menunjukkan bagaimana penjahat siber memanfaatkan platform gaming yang memiliki basis pengguna besar. Dengan membuat game yang tampak meyakinkan, mereka bisa mengelabui sistem verifikasi Steam dan menipu ribuan pemain.

Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, di mana seorang Eks Karyawan Twitter juga terlibat dalam kasus keamanan siber yang melibatkan akses data pengguna.

Para ahli keamanan siber menyarankan pengguna untuk selalu berhati-hati saat mengunduh game dari platform mana pun, termasuk Steam. Memeriksa reputasi pengembang, jumlah ulasan, dan riwayat game dapat membantu mengidentifikasi game-game mencurigakan.

Selain itu, menggunakan perangkat lunak keamanan yang mutakhir dan tidak mengklik tautan mencurigakan dari platform media sosial juga merupakan langkah pencegahan yang penting. Para pelaku dalam kasus ini menggunakan Discord, LinkedIn, dan Telegram untuk mempromosikan game-game berbahaya mereka.

FBI terus mendorong para korban yang mungkin telah mengunduh game-game tersebut untuk melapor dan memberikan bukti digital yang dapat membantu penyelidikan lebih lanjut. Hal ini penting untuk mengungkap jaringan kejahatan siber yang lebih luas dan mencegah korban baru di masa depan.

Kasus Wilkins menunjukkan bahwa kejahatan siber tidak hanya dilakukan oleh kelompok kriminal besar, tetapi juga bisa dilakukan oleh individu yang memiliki pengetahuan teknis. Dengan modal game palsu dan malware, mereka bisa meraup keuntungan hingga ratusan ribu dolar.

Bagi para pengguna Steam, penting untuk selalu waspada terhadap game-game baru yang menawarkan fitur terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Selalu periksa ulasan dari pemain lain dan pastikan game tersebut berasal dari pengembang yang terpercaya sebelum mengunduhnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.