📑 Daftar Isi

Konsol Panasonic 3DO dengan latar putih

Kebangkitan 3DO Berakhir Sebelum Dimulai, Hak Cipta Jadi Masalah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Empire Interactive batalkan kebangkitan konsol 3DO hanya beberapa hari setelah diumumkan.
  • Penyebab utama adalah sengketa kepemilikan hak cipta dari berbagai pihak.
  • Pemilik baru Empire hanya punya hak nama, bukan IP konsol atau game 3DO.
  • Throwback Entertainment pemilik hak IP 3DO menolak menjualnya.
  • Proyek remaster game dan hardware 3DO resmi dihentikan.

Telset.id – Upaya untuk menghidupkan kembali konsol legendaris 3DO dari era 90-an telah berakhir secara prematur. Hanya beberapa hari setelah mengumumkan rencana ambisius, perusahaan pengembang asal Inggris, Empire Interactive, menyatakan proyek tersebut gagal total.

Keputusan ini diambil setelah munculnya sengketa kepemilikan hak cipta yang rumit. Empire Interactive mengkonfirmasi bahwa mereka menghentikan semua pekerjaan untuk membangun ulang perangkat keras (hardware) dan meremaster game-game 3DO. Penyebab utamanya adalah klaim kepemilikan dari berbagai pihak atas konsol dan gim tersebut.

Dalam pernyataannya, Empire Interactive mengaku tidak ingin mengambil risiko terlibat dalam “sengketa hukum yang berkepanjangan.” Biaya yang dibutuhkan untuk berperkara diperkirakan akan jauh lebih besar daripada potensi keuntungan dari kebangkitan 3DO itu sendiri. Keputusan ini diambil hanya sepekan setelah kebangkitan sang developer dari kubur.

Image of a Panasonic 3DO console on a white background.

Kronologi Kebangkitan yang Gagal

Kisah ini bermula ketika Empire Interactive, sebuah developer yang sudah lama mati, tiba-tiba muncul kembali dengan janji untuk menghidupkan 3DO. Konsol ini merupakan salah satu platform game multimedia yang populer di era 90-an, namun akhirnya kalah saing oleh PlayStation dan Sega Saturn. Bagi para penggemar retro, kabar ini tentu menjadi angin segar.

Namun, seperti yang dilaporkan oleh Time Extension, situasi yang sebenarnya jauh lebih rumit. Pemilik baru Empire Interactive, Işık Şekercigil, ternyata hanya memiliki hak atas nama perusahaan, bukan hak kekayaan intelektual (IP) atas konsol atau game 3DO. Hak-hak tersebut dilaporkan dimiliki oleh perusahaan Kanada, Throwback Entertainment.

Throwback Entertainment dengan tegas menyatakan kepada Time Extension bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menjual hak tersebut. Hal ini langsung memupus harapan Empire Interactive untuk melanjutkan proyek kebangkitan 3DO. Akibatnya, proyek ambisius ini harus kandas di tengah jalan.

Dampak dan Masa Depan 3DO

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi para penggemar yang berharap bisa kembali merasakan nostalgia bermain game 3DO. Meskipun memiliki basis penggemar yang kecil namun setia, kebangkitan konsol ini terbukti sangat sulit dilakukan. Masalah hak cipta yang rumit menjadi batu sandungan utama yang tidak bisa diatasi.

Dengan berakhirnya proyek ini, bisa dipastikan rak-rak toko Best Buy tidak akan dipenuhi dengan konsol 3DO baru dalam waktu dekat. Nasib konsol legendaris ini sepertinya akan tetap menjadi bagian dari sejarah game, tanpa kesempatan untuk bangkit kembali di era modern. Fenomena Stranger Things 5 yang memecahkan rekor mungkin tak akan terjadi pada 3DO.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di industri game, memiliki hak atas sebuah nama tidaklah cukup. Hak cipta dan kekayaan intelektual adalah aset paling berharga yang menentukan nasib sebuah warisan. Tanpa kepemilikan yang jelas, upaya untuk menghidupkan kembali properti klasik seperti 3DO akan selalu berakhir dengan kegagalan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.