Telset.id – King, pengembang game Candy Crush yang dimiliki Microsoft, resmi menandatangani perjanjian kerja kolektif atau collective bargaining agreement (CBA) untuk karyawannya di Swedia. Kesepakatan ini diteken bersama Unionen dan Engineers of Sweden pada Kamis, hanya sehari sebelum para pekerja dijadwalkan melakukan mogok kerja.
Langkah ini menjadi perkembangan penting bagi karyawan King yang sebelumnya sempat mengirimkan ancaman mogok kerja. Perjanjian tersebut mulai berlaku pada 1 April 2027, setelah proses negosiasi yang berjalan sejak Mei 2025.
Keputusan King menandatangani CBA menandai perubahan sikap perusahaan. Sebelumnya, King menyatakan tidak akan masuk ke dalam perjanjian kerja kolektif. Perusahaan beralasan bahwa tunjangan yang sudah ada dinilai lebih baik bagi karyawan, dan merestrukturisasinya di bawah CBA justru berpotensi membuat pekerja berada dalam posisi yang lebih buruk. Manajemen King bahkan disebut menggambarkan model yang berlaku sebagai “the right fit”.
Pesan serupa juga pernah digunakan sejumlah perusahaan besar saat menghadapi upaya pengorganisasian karyawan, seperti Apple, Amazon, dan Activision Blizzard.
Awal Mula Negosiasi King dan Unionen
Mengutip Kotaku, penghapusan mendadak tunjangan dokter privat pada 2024 menjadi pemicu utama. Kebijakan itu mendorong karyawan membentuk klub serikat pekerja dan mendiskusikan cara agar mereka bisa memiliki suara lebih besar atas kondisi kerja mereka.
Proses panjang tersebut akhirnya bermuara pada pemberitahuan mogok kerja pada 15 September, yang kemudian dilanjutkan dengan mediasi. Negosiasi yang telah berlangsung sejak Mei 2025 itu baru membuahkan hasil pada pekan ini.
Penandatanganan CBA ini juga terjadi hanya dua hari setelah putaran terbaru PHK di divisi Xbox. Kondisi tersebut menjadi konteks penting bagi para pekerja gaming Microsoft yang tengah menghadapi ketidakpastian.
Dampak Kesepakatan bagi Karyawan King
Menurut para serikat pekerja, kesepakatan ini memberikan karyawan King pengaruh lebih besar terhadap kondisi kerja mereka. Pekerja juga akan menerima informasi lebih awal mengenai perubahan yang memengaruhi pekerjaan mereka, termasuk reorganisasi.
Meski demikian, perjanjian ini tidak mencegah terjadinya PHK. Namun, kesepakatan tersebut memberi staf pengaruh yang lebih formal dibandingkan sebelumnya.
Kesepakatan ini juga membawa King lebih dekat dengan norma ketenagakerjaan di Swedia. Engineers of Sweden menyebut hampir sembilan dari sepuluh karyawan di negara tersebut sudah memiliki jaminan kerja dasar melalui perjanjian kerja kolektif.
Baca Juga:
“Ini adalah langkah penting bagi King, industri gaming, dan untuk model Swedia,” ujar Camilla Frankelius, head of negotiations di Engineers of Sweden, dalam sebuah press release. “Kami menantikan kerja sama yang baik dengan perusahaan ke depan dan agar para karyawan menerima jaminan kerja dasar yang dimiliki hampir sembilan dari sepuluh karyawan di Swedia melalui perjanjian kerja kolektif.”

Perjanjian ini menegaskan posisi King di tengah tekanan industri gaming yang sedang menghadapi gelombang efisiensi dan restrukturisasi. Bagi karyawan, CBA menjadi instrumen formal untuk mendapatkan kejelasan atas perubahan yang berdampak pada pekerjaan mereka, meski risiko PHK tetap ada. Langkah King ini sekaligus menjadi rujukan bagaimana perusahaan gaming menavigasi hubungan dengan serikat pekerja di pasar seperti Swedia.





Komentar
Belum ada komentar.