Modder Brasil Kompres GTA V dari 120GB Jadi 2.5GB, Kok Bisa?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Bayangkan Anda memiliki game AAA terbaru yang memakan ruang hampir setengah kapasitas SSD laptop standar. Lalu, seseorang datang dan mengatakan mereka bisa memampatkannya hingga 98% tanpa menghilangkan esensi bermainnya. Kedengarannya mustahil, bukan? Inilah yang baru saja dilakukan oleh seorang modder asal Brasil terhadap Grand Theft Auto V, game legendaris yang telah melahap ruang penyimpanan pemain sejak 2013.

Dalam dunia gaming modern di mana ukuran file game kerap melampaui 100GB, isu ruang penyimpanan menjadi momok nyata. Setiap rilis game besar seperti Call of Duty atau Red Dead Redemption 2 seolah berlomba memberi beban terberat pada SSD atau HDD Anda. Tindakan developer yang kerap menyertakan aset dalam resolusi ultra untuk semua platform, atau tidak melakukan kompresi optimal, semakin memperparah keadaan. Pemain di negara dengan koneksi internet lambat atau kuota terbatas jelas menjadi korban utama dari “perang kapasitas” ini.

Lantas, bagaimana jika ada cara untuk melawan tren ini? Sebuah eksperimen radikal yang dilakukan oleh modder bernama Goodly justru membuktikan bahwa batasan teknis yang kita terima selama ini mungkin bukanlah harga mati. Dengan keberanian dan pemahaman mendalam, ia berhasil melakukan hal yang dianggap gila: membuat GTA V yang biasanya 120GB bisa dijalankan dari file instalasi hanya 2.5GB. Apa rahasianya dan apa implikasinya bagi masa depan gaming?

Menguliti Game Hingga ke Tulangnya

Eksperimen yang dibagikan Goodly melalui platform sosial X ini bukanlah sekadar trik kompresi biasa seperti yang mungkin Anda temukan di tutorial kompres video. Ini adalah pembedahan mendalam terhadap struktur file game. Langkah pertama yang ia lakukan adalah menghapus semua elemen yang dianggap “non-esensial” untuk bisa menjalankan game. Targetnya bukan pengalaman visual maksimal, tetapi fungsi dasar: game harus bisa boot dan dimainkan.

Ia secara agresif menghapus semua file audio yang tidak terkait dengan dialog dan suara efek dasar. Lalu, ia menyingkirkan sebagian besar aset tekstur high-resolution, meninggalkan hanya yang paling penting untuk mencegah game crash. File-file video cinematic (cutscene) yang biasanya memakan ruang besar juga dihapus. Yang tersisa hanyalah “kerangka” game: kode inti, model 3D dasar dengan tekstur sangat rendah, dan audio minimalis. Hasilnya? Sebuah instalasi GTA V yang kurus kering, namun—dan ini yang mengejutkan—masih bisa dijalankan.

Screen Shot 2026-02-19 at 12.41.51 PM

Antara Kejeniusan Teknis dan Batasan Realistis

Prestasi Goodly tentu mengagumkan dari sudut pandang teknis. Ia menunjukkan betapa banyaknya “fat” atau lemak berlebih dalam paket instalasi game modern. Namun, penting untuk melihat ini sebagai proof of concept, bukan solusi praktis untuk pemain rata-rata. Game yang berhasil di-boot dalam kondisi 2.5GB tersebut dilaporkan memiliki pengalaman yang sangat terdegradasi: dunia terasa hampa, tekstur buruk, dan banyak elemen yang hilang.

Eksperimen ini lebih merupakan kritik sosial terhadap praktik industri. Ia menyoroti betapa developer sering kali “malas” mengoptimalkan ukuran final game, dengan alasan kapasitas penyimpanan pemain yang dianggap sudah melimpah. Padahal, tidak semua gamer memiliki SSD 1TB atau koneksi fiber optik untuk mendownload ulang game 100GB+ dalam hitungan menit. Di banyak wilayah, situasinya justru berkebalikan.

Di sisi lain, upaya kompresi ekstrem seperti ini juga membuka diskusi tentang etika modding. Meski tujuannya untuk eksperimen pribadi, modifikasi yang menghilangkan aset berhak cipta bisa menjadi area abu-abu. Berbeda dengan penggunaan aplikasi cheat yang memodifikasi gameplay, modifikasi aset file game menyentuh aspek legal yang berbeda.

Masa Depan: Cloud Gaming atau Optimasi Mandiri?

Eksperimen Goodly terjadi di tengah maraknya layanan cloud gaming dan isu ukuran game yang kian membesar, terutama dengan rencana rilis game-game besar seperti sekuel Grand Theft Auto. Kabar tentang emulator iPhone terbaik pun turut memeriahkan diskusi tentang aksesibilitas platform. Lantas, apakah solusi masa depan ada di tangan cloud, atau justru pada tekanan komunitas agar developer lebih optimal?

Cloud gaming menjanjikan akses tanpa perlu mengunduh, namun bergantung pada koneksi internet yang stabil. Di sisi lain, tekanan untuk optimasi mandiri justru bisa melahirkan inovasi. Bayangkan jika developer menyediakan opsi instalasi modular: unduh hanya kampanye tunggal, atau hanya mode multiplayer, dengan tekstur yang bisa dipilih sesuai hardware. Beberapa game seperti Call of Duty: Modern Warfare sudah menerapkan ini, namun belum menjadi standar industri.

Take-Two Explains: Why GTA 6’s Release Date Remains a Mystery

Kisah modder Brasil ini adalah pengingat yang powerful. Ia membuktikan bahwa di balik file-file raksasa yang kita unduh, terdapat ruang untuk efisiensi yang ekstrem. Tantangannya kini ada di pundak developer dan publisher besar: apakah mereka akan mendengarkan keluhan komunitas tentang ukuran file, atau akan terus menjadikan SSD cepat dan internet kencang sebagai prasyarat wajib untuk menikmati game?

Pada akhirnya, eksperimen ini bukan sekadar tentang menghemat ruang disk. Ini adalah pernyataan tentang aksesibilitas, inklusivitas, dan tanggung jawab industri terhadap seluruh spektrum pemainnya. Ketika seorang individu dengan alat terbatas bisa menunjukkan jalan, seharusnya studio dengan sumber daya masif bisa melakukan yang jauh lebih baik. Mungkin, inilah saatnya untuk mempertanyakan: apakah game berukuran 100GB+ memang sebuah kemajuan, atau sekadar pemborosan yang termaafkan?

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI