Telset.id – Call of Duty: Modern Warfare 4 menjadi game pertama dalam seri Modern Warfare yang mendapatkan skor musik multiplayer secara penuh. Komposer Jason Graves menyatakan bahwa musik multiplayer Modern Warfare biasanya hanya menjadi “afterthought” atau hal yang dipikirkan belakangan, dan ia mengaku melakukan hal serupa untuk Modern Warfare 2 pada 2022.
Pernyataan itu disampaikan Graves dalam wawancara dengan TechRadar Gaming. Menurutnya, ini adalah kali pertama sebuah mode multiplayer Modern Warfare mendapat perhatian sebesar itu dari sisi komposisi musik. “Sejauh yang saya tahu, ini adalah pertama kalinya kami secara khusus menyusun skor sebesar ini untuk multiplayer di Modern Warfare,” kata Graves.
Sebelumnya, musik multiplayer kerap “cobbled together” atau dirangkai dari musik campaign yang sudah ada, ditambah mungkin beberapa musik lobby orisinal. Untuk Modern Warfare 4, Graves mengatakan timnya kini memiliki trek terpisah untuk lobby, countdown, streaks, dan after-action reports, di antara elemen lainnya.

Vibe Multiplayer yang Berbeda
Graves menjelaskan bahwa multiplayer memiliki “vibe yang sepenuhnya berbeda dari campaign”. Karena itu, ia berupaya menangkap “forward momentum dan adrenalin murni” dalam komposisinya. Ia juga menegaskan bahwa game first-person shooter (FPS) tidak memiliki “daftar karakteristik spesifik” seperti halnya game fantasy role-playing game (RPG) dalam hal musik.
“Sebagian besar tugas saya adalah motivasi dan kegembiraan, baik sebelum, selama, atau setelah pertandingan multiplayer,” ujarnya. “Jadi saya di sini untuk membuat Anda bersemangat dan siap beraksi, memotivasi Anda menuju garis finis, dan menepuk punggung Anda dengan beat besar yang penuh swagger ketika Anda menyelesaikan objektif.”
Dalam wawancara terpisah yang dikutip TechRadar, Graves juga menyebut bahwa untuk menangkap tone dari map multiplayer, “Anda harus banyak bermain multiplayer” karena suasananya “benar-benar berbeda dari campaign”. Ia menyebut sedang berusaha menangkap “forward momentum dan adrenalin murni”.
Baca Juga:
Graves juga menyinggung soal pengaruh kreatif dari tim sound Infinity Ward. Menurutnya, tim sound Infinity Ward menjadi “pengaruh kreatif yang besar” pada soundtrack dan “integral dalam membentuk keseluruhan vibe”. Ia juga menyatakan tidak kekurangan inspirasi dari gameplay-nya sendiri.
Soal pendekatannya dalam menyusun soundtrack, Graves menegaskan bahwa musik harus selalu meningkatkan gameplay. “Ada sejarah luar biasa yang hidup dalam soundtrack Modern Warfare,” katanya. “Dan saya merasa terhormat telah menyumbangkan bagian kecil saya untuk dua di antaranya. Saya pikir soundtrack terbaik dari game apa pun adalah yang menginspirasi dan mengangkat ide-ide inti dari gameplay.”
Ia menambahkan, khusus untuk Modern Warfare, musik “harus mengubah segala hal dalam game yang dialami pemain menjadi sebelas”. Pernyataan ini menegaskan bahwa ambisi komposisinya bukan sekadar pengiring, melainkan bagian dari pengalaman bermain itu sendiri.

Konteks Seri Modern Warfare
Graves bukan nama baru di industri game. Ia telah mengerjakan sejumlah proyek video game, termasuk Dead Space. Untuk Modern Warfare 2 pada 2022, ia mengaku melakukan pendekatan yang sama seperti biasanya, yakni merangkai musik multiplayer dari materi yang sudah ada. Kini, di Modern Warfare 4, pendekatannya berubah total dengan skor multiplayer yang disusun khusus.
Perubahan ini menandai pergeseran perhatian terhadap mode multiplayer yang selama ini menjadi salah satu pilar utama seri Call of Duty. Namun, Graves tidak membeberkan detail teknis soal jumlah trek atau durasi komposisi yang dibuat. Ia hanya memastikan bahwa elemen-elemen seperti lobby, countdown, streaks, dan after-action reports kini memiliki trek tersendiri.
Dalam konteks industri game secara lebih luas, pernyataan Graves menegaskan bahwa musik bukan pelengkap, melainkan bagian dari desain pengalaman. Bagi pemain yang menghabiskan banyak waktu di mode multiplayer, kehadiran skor yang disusun khusus berpotensi mengubah atmosfer pertandingan, terutama pada momen-momen kunci seperti countdown dan after-action report.
Sebagai informasi, TechRadar juga menyertakan sejumlah artikel terkait dalam laporannya, termasuk review Modern Warfare 4 yang disebut sebagai “blockbuster gaming at its best”. Namun, Graves sendiri tidak mengomentari aspek review tersebut, dan fokus wawancaranya tetap pada pendekatan musikal untuk mode multiplayer.
Untuk konteks industri otomotif yang juga akrab dengan pengumuman penarikan produk, Telset.id pernah memberitakan Recall Audi Q4 E-Tron yang diperluas dengan pembatasan charging hingga 80 persen. Berita semacam ini menunjukkan bagaimana komunikasi resmi menjadi kunci ketika sebuah produk mengalami perubahan kebijakan.
Kembali ke Modern Warfare 4, Graves menutup dengan pesan yang jelas: musik harus mengangkat ide inti gameplay. “Untuk Modern Warfare secara spesifik, itu harus mengubah segala hal yang dialami pemain di dalam game menjadi sebelas,” ujarnya. Pernyataan itu menjadi benang merah dari seluruh pendekatannya, termasuk untuk mode multiplayer yang kini mendapat perhatian penuh.
Bagi pemain, implikasinya cukup langsung: pengalaman multiplayer Modern Warfare 4 tidak lagi hanya soal mekanik dan map, tetapi juga soal bagaimana musik membangun momentum sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Graves sendiri menyebut tugasnya sebagai motivator, memastikan pemain siap beraksi dan mendapat respons musikal saat menyelesaikan objektif.
Dengan skor multiplayer yang kini disusun secara khusus, Modern Warfare 4 menandai babak baru dalam pendekatan musik seri Modern Warfare. Seperti disampaikan Graves, ini adalah pertama kalinya multiplayer mendapat perhatian sebesar itu, dan ia merasa terhormat bisa berkontribusi pada dua soundtrack Modern Warfare.
[ META_DESCRIPTION]
Jason Graves sebut Modern Warfare 4 jadi game pertama dengan skor multiplayer penuh. Musik multiplayer biasanya hanya afterthought, kini punya trek khusus.





Komentar
Belum ada komentar.