Telset.id – Netflix dikabarkan menutup Night School Studio, studio pengembang game pertama yang diakuisisinya pada 2021. Penutupan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah eksekutif Netflix memuji kinerja game terbaru studio tersebut, Unhinged, dengan menyebutnya memiliki “angka yang sangat solid” (really solid numbers).
Informasi ini dilaporkan oleh Stephen Totilo dari Game File. Selain Night School, Netflix juga dilaporkan berencana menutup Moonloot Games, studio yang berbasis di Helsinki dan didirikan perusahaan pada September 2022 untuk mengembangkan game mobile orisinal. Perusahaan juga disebut tengah melakukan pemangkasan sejumlah karyawan yang tidak diungkapkan jumlahnya dari tim game internal mereka.
Keputusan ini diambil dalam rangka memprioritaskan game untuk anak-anak, game pesta, pengalaman naratif, dan judul mainstream seperti FIFA World Cup: Launch Edition yang dirilis pada Juni lalu, demikian disampaikan juru bicara Netflix kepada Game File.

Pujian di Tengah Penutupan
Yang membuat situasi ini terasa lebih pahit adalah fakta bahwa Netflix sempat memuji kinerja Night School dalam panggilan pendapatan kuartal kedua 2026 pada 16 Juli. Co-CEO Netflix Gregory Peters menyebut Unhinged dan FIFA World Cup sebagai dua debut game cloud paling sukses yang pernah dimiliki perusahaan.
“Kami telah membangun fondasi yang solid, dan sekarang kami melihat sinyal positif yang menarik yang membantu memberi kami keyakinan yang meningkat dalam pertumbuhan masa depan kami dan sifat pertumbuhan tersebut,” kata Peters beberapa minggu lalu. “Anda menyebutkan strategi berbasis cloud, game TV berbasis cloud itu, kami benar-benar melihatnya berhasil. FIFA dan Unhinged menjadi dua debut game cloud kami yang paling sukses, angka yang sangat solid yang menempatkannya di tingkat teratas kinerja game untuk kami.”
Game FIFA World Cup sendiri dikembangkan oleh studio pihak ketiga, Refactor Games, yang melakukan PHK terhadap 85 persen stafnya pada awal Agustus. PHK tersebut menyusul laporan bahwa perusahaan induk Refactor, Delphi Interactive, menarik pendanaan setelah perilisan game tersebut.
Sejarah Akuisisi yang Penuh Harapan
Netflix mengakuisisi Night School Studio secara resmi pada September 2021. Sebelumnya, pada tahun yang sama, Netflix memutuskan untuk membangun bisnis video game. Menurut salah satu pendiri Night School, Sean Krankel, saat itulah eksekutif Netflix merayu para pendiri studio dengan pertanyaan seperti, “Apa yang bisa kami lakukan untuk membebaskan tim Anda dari mewujudkan impian Anda?”
Setelah diakuisisi, Night School merekrut lebih banyak anggota tim dan pindah ke kantor Netflix. Pada 2023, Krankel dan Adam Hines, salah satu pendiri lainnya, berbicara tentang betapa kerennya bisa menerbangkan pekerja jarak jauh sesuai kebutuhan, dan membuat Oxenfree II tersedia dalam 32 bahasa sejak hari pertama.
Para pendiri juga mengungkapkan betapa nyamannya mereka bekerja di Netflix. “Kekhawatiran besar kami adalah aspek otonomi,” kata Hines saat itu. “Kami semua pernah bekerja di studio besar sebelumnya, dan kami telah melihat serta merasakan betapa lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, bagaimana kreativitas akan terhambat karena terlalu banyak orang yang terlibat. Tetapi berbicara dengan Netflix banyak sebelum kami bergabung, kami merasa sangat nyaman, seolah-olah kami berbicara bahasa yang sama tentang cara membuat game.”
Transformasi Besar Bisnis Game Netflix
Netflix dengan cepat memperluas divisi video game-nya antara 2021 dan 2024, membeli sejumlah tim termasuk Spry Fox, pencipta Cozy Grove, dan pengembang mobile Boss Fight Entertainment. Perusahaan juga merekrut veteran dari franchise Overwatch, Halo, dan God of War untuk mengisi studio AAA internal.
Kemudian pada 2024, Netflix merekrut mantan eksekutif Epic Games, Alain Tascan, untuk memimpin bisnis game-nya, dan segalanya berubah. Dengan penutupan Night School dan Moonloot pekan ini, Netflix kini telah menutup atau menjual semua studionya kecuali satu.
Spry Fox, setidaknya, berhasil membeli dirinya kembali dari Netflix dan masih membuat game-game ambisius yang menggemaskan. Yang tersisa di Netflix adalah Next Games yang berbasis di Helsinki, yang berfokus pada pengalaman berbasis sofa, dan Netflix Games Studio, yang sebagian besar menandatangani kesepakatan dengan pengembang eksternal. Grup tersebut tampaknya berjalan kuat, dengan sejumlah game pesta yang dapat dialirkan seperti Overcooked! All You Can Eat dan judul Jackbox yang hadir di Netflix dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga:
Dampak bagi Industri Game
Penutupan Night School menandai perubahan signifikan dalam strategi bisnis game Netflix. Perusahaan yang sebelumnya agresif mengakuisisi studio pengembang kini tampak lebih selektif dan fokus pada model kemitraan dengan pengembang eksternal. Langkah ini juga menunjukkan bahwa meskipun sebuah game sukses secara komersial, hal tersebut tidak menjamin kelangsungan studio yang mengembangkannya.
Nasib para karyawan Night School dan Moonloot belum diumumkan secara resmi. Sementara itu, Unhinged yang baru dirilis sekitar enam minggu lalu dan sempat dipuji oleh pimpinan Netflix kini menjadi salah satu game terakhir yang diproduksi Night School sebelum penutupannya.
Keputusan Netflix untuk memprioritaskan game anak-anak, game pesta, dan judul mainstream menunjukkan arah baru yang lebih komersial dalam strategi konten game mereka. Dengan hanya menyisakan Next Games dan Netflix Games Studio yang berbasis kemitraan, perusahaan tampaknya beralih dari model pengembangan internal menuju model kurasi dan distribusi.
Bagi penggemar game Oxenfree dan karya Night School lainnya, penutupan ini menjadi kehilangan besar bagi industri game naratif. Studio yang dikenal dengan pendekatan storytelling yang unik ini telah menghasilkan judul-judul yang diakui secara kritis seperti Oxenfree, Oxenfree II: Lost Signals, aplikasi Black Mirror: Thronglets, dan Unhinged.
Perkembangan ini juga menjadi pengingat bahwa industri game, bahkan di bawah naungan perusahaan sebesar Netflix, tetap rentan terhadap perubahan strategi bisnis dan prioritas perusahaan. Sementara itu, para pengembang independen yang bekerja sama dengan Netflix melalui model kemitraan mungkin menjadi pilihan yang lebih stabil di masa depan.





Komentar
Belum ada komentar.