Telset.id – Nintendo memperkenalkan karya terbarunya yang secara spesifik menargetkan gamer mobile. Judul game tersebut adalah Pictonico!, yang rencananya hadir di platform Android dan iOS.
Pictonico! merupakan game yang membutuhkan kecepatan tangan saat memainkannya. Keunikan utama dari game ini adalah pemain diharuskan menggunakan foto wajah untuk bisa memainkannya.
Berdasarkan informasi yang diunggah di situs resmi Nintendo pada Minggu (24/5/2026), pemain dapat memilih foto yang tersimpan di galeri ponsel mereka. Foto wajah ini nantinya akan digunakan untuk memainkan total 80 minigames yang tersedia.
Setiap minigames dalam Pictonico! memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Namun, pemain diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri tingkat tantangan yang diinginkan, apakah ingin bermain dengan mode yang lebih menantang atau lebih mudah agar tidak sering kalah.
Nintendo menegaskan bahwa Pictonico! dapat diunduh secara gratis dan sudah menyertakan versi demo. Perusahaan asal Jepang itu mengingatkan bahwa versi demo tidak memberikan pengalaman bermain secara menyeluruh, misalnya hanya menyertakan tiga minigames saja.
“Anda perlu membeli volume game untuk dapat bermain lebih banyak,” jelas Nintendo dalam pernyataan resminya.
Jika tidak ada kendala, game ini dijadwalkan rilis pada 28 Mei 2026 di Google Play Store dan App Store. Namun, meskipun sudah resmi diluncurkan, Pictonico! sepertinya tidak langsung tersedia untuk wilayah Indonesia.
Mengacu pada informasi yang diberikan Nintendo terkait ketersediaannya di sejumlah negara, Indonesia tidak termasuk dalam salah satu wilayah yang dituju. Dari sejumlah negara di Asia Tenggara, hanya Singapura, Thailand, dan Filipina yang bisa menikmati Pictonico! pada hari perilisannya.
Belum diketahui secara pasti apakah Nintendo berniat menghadirkan game ini di Indonesia atau tidak. Namun, dengan mekanisme permainan yang unik, Pictonico! berpotensi cepat viral di Tanah Air.
Baca Juga:
Langkah Nintendo merambah pasar game mobile dengan konsep unik ini menunjukkan strategi perusahaan untuk memperluas basis pengguna. Sebelumnya, Nintendo juga telah menunjukkan inovasi di berbagai platform, termasuk saat menghadirkan Virtual Boy di konsol mereka.
Keputusan untuk tidak menyertakan Indonesia dalam daftar negara pertama yang mendapatkan akses game ini mungkin mengecewakan sebagian penggemar. Namun, melihat potensi viralitas dari mekanisme permainan yang mengandalkan foto wajah, bukan tidak mungkin Nintendo akan memperluas jangkauan distribusinya di kemudian hari.
Bagi pengguna yang penasaran dengan berbagai inovasi Nintendo, tersedia juga panduan lengkap transfer data untuk konsol terbaru mereka.





Komentar
Belum ada komentar.