📑 Daftar Isi

Ilustrasi proyek nxnative yang menjalankan game Nintendo Switch secara native di iPhone dan Mac

nxnative Bikin Game Switch Jalan Native di iPhone dan Mac

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • nxnative menjalankan game Switch native di iPhone, iPad, dan Mac tanpa emulator
  • Memanfaatkan arsitektur ARM yang sama antara Switch dan Apple silicon
  • Grafis dikonversi ke Metal, sejumlah game bisa mencapai 60 FPS
  • Butuh iOS/iPadOS 26 di iPhone 15 Pro+ atau iPad M1+
  • Online play dan amiibo tidak berfungsi
  • Proyek open-source seedds, tanpa keterkaitan dengan Nintendo

Telset.id – Proyek open-source bernama nxnative memungkinkan game Nintendo Switch berjalan native di iPhone, iPad, dan Mac tanpa emulator di tengahnya. Proyek ini muncul sebagai alternatif teknis dari pendekatan emulasi yang selama ini dipakai, dan mulai jadi perbincangan setelah pengembang Techjunkie Aman membagikannya lewat unggahan di X pada 25 Oktober 2026.

Yang membedakan nxnative adalah cara kerjanya. Nintendo Switch dan perangkat Apple terbaru sama-sama memakai arsitektur ARM, sehingga kode game tidak perlu diterjemahkan untuk bisa berjalan. nxnative hanya mengganti bagian yang memang khas Nintendo: sebuah helper ringan mengambil peran sebagai sistem software konsol, sementara grafisnya dikonversi agar berjalan di Metal, API grafis milik Apple. Hasilnya, file game Switch milik pengguna diubah menjadi IPA yang menjalankan kode game langsung di Apple silicon.

Klaim teknis proyek ini cukup spesifik. nxnative bukan emulator, grafis Switch dibangun ulang di Metal, sejumlah game yang didukung bisa mencapai 60 FPS, dan antarmuka permainan memakai kontrol sentuh. Halaman GitHub proyek tersebut kini mencantumkan lebih dari 60 game yang sudah diuji, mulai dari Super Mario Odyssey hingga Metroid Dread.

Klaim Performa dan Hasil Uji di Perangkat Apple

Menurut informasi yang dibagikan di sekitar proyek, dengan pembaruan yang tepat, Fire Emblem Engage dan dua game Zelda terbaru bisa mencapai 60 FPS, sementara di Switch game yang sama dibatasi 30 FPS. Klaim ini menjadi salah satu daya tarik nxnative di kalangan pemilik perangkat Apple.

Pengujian independen juga disebut dilakukan Mac gaming YouTuber Andrew Tsai. Ia menjalankan Monster Hunter Rise pada 60 FPS stabil di MacBook Air M1 entry-level dengan RAM 8GB, dan bahkan berhasil memainkan Unicorn Overlord. Untuk pemilik Mac, bergabung ke proyek ini disebut hanya butuh satu perintah tambahan.

Pendekatan tanpa emulator ini berbeda dari upaya komunitas lain yang mencoba menghadirkan game dari platform lain ke konsol berbeda. Sebagai gambaran, upaya menghadirkan game Steam di PS5 lewat jailbreak masih berada di tahap awal, seperti yang dibahas dalam artikel Playden Masih Alpha.

Syarat Perangkat dan Batasan yang Perlu Diketahui

Untuk mencoba nxnative, pengguna perlu menyiapkan kesabaran. Langkahnya dimulai dengan menyediakan game dan kunci dekripsi dari Switch yang dimiliki sendiri, lalu menjalankan build script di Xcode pada sebuah Mac. Build pertama bisa memakan waktu hingga satu jam. Setelah itu, aplikasi dipasang menggunakan AltStore atau Sideloadly.

Di perangkat mobile, nxnative mensyaratkan iOS atau iPadOS 26 pada iPhone 15 Pro atau lebih baru, atau iPad dengan chip M1 atau setelahnya. Alasannya, chip iPhone generasi lama tidak mendukung format tekstur yang dipakai game-game tersebut. Ada juga keterbatasan fungsional: online play dan amiibo tidak berfungsi.

Kredit proyek diberikan kepada pengguna GitHub bernama seedds, dan proyek ini dinyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan Nintendo. Semua file disediakan sendiri oleh pengguna, sehingga nxnative tidak membagikan game apa pun. Pola distribusi seperti ini juga terlihat pada proyek komunitas lain yang bergerak di ranah perangkat keras dan perangkat lunak, misalnya pembahasan Game Steam di PS5.

Risiko hukum tetap membayangi proyek semacam ini. Nintendo memiliki rekam jejak dalam menindak upaya emulasi. Tim emulator Switch Yuzu setuju membayar penyelesaian senilai US$2,4 juta pada 2024, dan Ryujinx menghilang tak lama setelah Nintendo menghubungi mereka. Karena itu, belum diketahui berapa lama nxnative bisa bertahan sebelum langkah hukum Nintendo datang.

Di sisi lain, industri game dan perangkat hiburan terus bergerak menjauh dari media fisik. Sony Jepang misalnya menghentikan produksi Blu-ray player, langkah yang dibahas dalam artikel Era Cakram Fisik. Perubahan lanskap distribusi ini membuat proyek seperti nxnative makin relevan untuk dibicarakan, meski status hukumnya belum jelas.

Bagi pengguna, nxnative menawarkan jalur berbeda untuk memainkan game Switch yang sudah dibeli, dengan syarat perangkat Apple yang memadai dan proses build yang tidak instan. Proyek ini tidak menyediakan game maupun kunci, sehingga tanggung jawab sepenuhnya ada di tangan pengguna yang menyediakan file sendiri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.