📑 Daftar Isi

Ilustrasi penurunan penjualan konsol game di pasar Amerika Serikat

Penjualan Konsol AS Anjlok 39%, Belanja Disk Fisik Terendah Sejak 1995

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan konsol AS turun 39% secara unit pada Juli 2026
  • Belanja disk game fisik $85 juta, terendah sejak 1995
  • PS5 unit turun 6% tapi dollar naik 29% setelah kenaikan harga
  • Switch 2 turun 51% unit, Xbox Series turun 18%
  • Harga rata-rata konsol naik 16% menjadi $542
  • Total belanja video game AS turun 10% menjadi $4,5 miliar
  • Krisis RAM dan komponen jadi penyebab utama kenaikan harga

Telset.id – Pasar konsol Amerika Serikat mengalami penurunan drastis pada Juli 2026, dengan penjualan hardware turun 39% secara unit dibandingkan tahun lalu. Lebih mengejutkan lagi, belanja konsumen untuk disk game fisik jatuh ke level terendah sejak pencatatan dimulai pada 1995.

Berdasarkan data Circana yang dipublikasikan analis Mat Piscatella pada 20 Agustus, harga rata-rata konsol baru naik 16% menjadi $542. Penurunan ini disebut terkait dengan kenaikan harga konsol yang disebabkan oleh krisis RAM dan komponen, sebuah korelasi yang sebelumnya tidak pernah disebutkan Circana dalam laporan bulanannya.

Penurunan Penjualan di Semua Platform Utama

PlayStation 5 mencatat penurunan unit 6%, Xbox Series turun 18%, dan Switch 2 anjlok 51%. Namun, pendapatan dollar PS5 justru naik 29% meski unit turun, didorong kenaikan harga $100 yang dilakukan Sony pada April lalu. Harga standar PS5 kini mencapai $599, sementara PS5 Pro dibanderol $899.

Sony tetap memimpin penjualan dollar bulan tersebut, sementara Switch 2 unggul dalam volume unit. Penjualan dollar Switch 2 turun 52% seiring penurunan unit 51%, dan Switch generasi pertama mengalami penurunan 62% secara unit serta 61% secara dollar.

Nintendo menjadi satu-satunya dari tiga platform utama yang belum menaikkan harga di AS, tetapi itu akan berubah ketika konsol tersebut naik ke $499 pada 1 September. Biaya RAM untuk konsol ini naik 41% pada akhir tahun lalu, dan Nintendo dilaporkan memangkas produksi Switch 2 sebanyak 2 juta unit pada Maret.

PS5 hero

Piscatella mencatat bahwa perbandingan ini sedikit bias karena peluncuran rekor pada Juni 2025, dan Switch 2 masih unggul 11% dibandingkan Switch original pada periode yang sama.

Sementara itu, penjualan dollar Xbox Series turun 18%, sejalan dengan penurunan unitnya. Microsoft telah menaikkan harga semua model Xbox untuk ketiga kalinya dalam dua tahun dan menghentikan model 2TB Series X. CEO Xbox Asha Sharma menyatakan perusahaan akan membayar lima kali lebih mahal untuk memori dan penyimpanan pada 2027 dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, angka Juli menunjukkan sekitar 520.000 konsol terjual di semua platform, dibandingkan sekitar 850.000 pada tahun sebelumnya.

Belanja Disk Fisik dan Perubahan Data Digital

Belanja untuk disk game fisik turun menjadi $85 juta pada Juli, angka terendah yang pernah dicatat Circana sejak 1995. Platform Nintendo menguasai 63% belanja game fisik AS sejauh ini pada 2026, PlayStation 32%, dan Xbox hanya menyisakan sedikit di atas 4% setelah edisi kolektor PC dikeluarkan.

Sony telah berkomitmen menghentikan produksi disk untuk game PlayStation baru pada Januari 2028. Sementara itu, Microsoft berhenti membagikan data penjualan digital kepada Circana per laporan Juli, dan EA juga meninggalkan panel digital perusahaan tersebut sekitar waktu go private.

Akibatnya, Circana kini memperkirakan daripada mengukur penjualan digital untuk Xbox, Activision, dan Bethesda, termasuk Call of Duty: Black Ops II yang memuncaki chart Juli berkat port baru PS4 dan PS5.

Xbox logo

Total belanja video game AS mencakup konten, hardware, dan aksesori turun 10% menjadi $4,5 miliar pada Juli. Kondisi ini mencerminkan tekanan besar pada industri game akibat kenaikan biaya komponen dan pergeseran perilaku konsumen.

Penurunan penjualan konsol dan disk fisik ini terjadi di tengah tren serupa di industri teknologi, di mana perusahaan mulai menahan pengeluaran akibat membengkaknya biaya operasional. Situasi serupa juga terlihat di sektor otomotif, dengan insentif EV Subaru meningkat namun laba justru anjlok 44%.

Para analis memperkirakan tekanan pada pasar konsol akan berlanjut seiring dengan terus berlanjutnya krisis komponen. Kenaikan harga yang dilakukan produsen menjadi respons terhadap melonjaknya biaya produksi, namun berdampak langsung pada daya beli konsumen.

Bagi gamer yang ingin beralih ke platform digital atau mempertimbangkan pembelian konsol baru, kondisi pasar saat ini menuntut perencanaan yang lebih matang. Kenaikan harga yang terjadi di semua lini menunjukkan bahwa industri game sedang berada dalam fase transisi yang penuh tantangan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.