Telset.id – Perbandingan Steam Deck vs Switch 2 menjadi topik hangat di kalangan gamer yang mencari handheld gaming terbaik. Meski keduanya sama-sama andal, Nintendo Switch 2 unggul dalam hal daya mentah, terutama saat terhubung ke dock. Perbedaan performa ini menjadi faktor kunci yang menentukan pilihan konsumen.
Kedua perangkat ini memiliki pendekatan berbeda. Steam Deck fokus membawa pengalaman PC gaming ke genggaman tangan, sementara Switch 2 menawarkan pengalaman hybrid yang memudahkan perpindahan antara layar besar dan mode genggam. Namun, dari sisi angka mentah, performa GPU dan CPU keduanya tidak terpaut jauh, khususnya dalam mode handheld.
Keunggulan Nintendo justru muncul saat konsol digunakan dalam keadaan ter-dock. Docking secara dramatis meningkatkan clock GPU yang bisa dimanfaatkan, sehingga beberapa game terbaik Switch 2 dapat dimainkan dalam resolusi 4K di TV modern. Inilah yang menjadi pembeda utama dalam perbandingan Steam Deck vs Switch 2 dari segi kekuatan.

Apakah Switch 2 Lebih Powerful daripada Steam Deck?
Dalam banyak kasus, jawabannya adalah ya. Tidak ada perbedaan besar dalam kemampuan rendering poligon antara Switch 2 dalam mode handheld dengan Steam Deck. Namun, begitu sistem hybrid milik Nintendo terhubung ke dock-nya, kesenjangan daya meningkat secara signifikan.
Saat membandingkan komponen internal kedua sistem, perbedaannya ternyata cukup kecil. Dari sisi GPU, Switch 2 memang memiliki keunggulan tipis atas Steam Deck. Solusi grafis Nvidia Ampere pada Switch 2 mampu menghadirkan gameplay 4K/60 fps di game seperti Metroid Prime 4, terutama berkat dukungan Nvidia DLSS.
Sementara itu, GPU AMD RDNA 2 milik Steam Deck tidak begitu mumpuni, tetapi masih mampu menjalankan Elden Ring pada 720p/30 fps yang tampak cukup baik di panel cerah dan tajam milik Deck.
Perbedaan paling mencolok terlihat saat Switch 2 ter-dock. Dalam mode portabel, GPU konsol Nintendo ini mencapai puncak sekitar 1,71 TFLOPS, yang tidak jauh lebih cepat dari GPU Steam Deck yang sebesar 1,6 TFLOPS. Ceritanya jauh berbeda dengan performa saat ter-dock, di mana Switch 2 dapat menarik daya komputasi hingga 3,7 TFLOPS. Inilah alasan utama mengapa Switch 2 mampu menangani gameplay 4K.

Sebaliknya, Steam Deck tidak mendapatkan peningkatan performa saat ter-dock. Jika beralih ke CPU kedua perangkat, justru Steam Deck yang unggul. Meskipun prosesor ARM Cortex-A78C milik Switch 2 memiliki dua kali lipat jumlah inti dibanding chip AMD Zen 2 milik Deck (delapan vs empat), kecepatan clock CPU di sistem milik Valve ini bisa dinaikkan hingga 3,5GHz. Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan 1,1GHz yang biasanya menjadi clock CPU Switch 2.
Kendati demikian, prosesor berbasis ARM milik Switch 2 lebih modern daripada chipset Zen 2 milik Deck. Jadi meskipun handheld milik Valve dapat memanfaatkan kecepatan clock lebih tinggi, CPU Switch 2 tetap kompetitif dari segi performa.
Steam Deck kembali unggul dari sisi memori. Perangkat ini memiliki 16GB memori terpadu dibandingkan Switch 2 yang hanya 12GB. Kombinasi kelebihan dan kekurangan inilah yang membuat perbandingan Steam Deck vs Switch 2 menjadi tidak sederhana.
Apakah Game Switch 2 Lebih Teroptimasi daripada Game Steam Deck?
Secara umum, ya. Hal ini sebagian besar karena Switch 2 adalah platform tetap, di mana pengembang tahu persis hardware apa yang mereka targetkan. Steam Deck berbeda. Meskipun PC portabel milik Valve ini juga menggunakan komponen tetap, para studio tidak mendesain judul PC agar berjalan mulus di Deck secara default.
Filter Steam Deck Verified memungkinkan kamu mengetahui game mana yang berjalan baik di sistem ini tanpa perlu penyesuaian grafis besar. Namun, untuk banyak judul modern, kamu harus menurunkan pengaturan untuk mencapai frame rate yang stabil.
Kartu truf optimasi sesungguhnya milik Switch 2 adalah DLSS. Upscaler Nvidia ini memungkinkan pengembang memilih resolusi internal yang relatif rendah sebelum supersampling berbasis AI dari Team Green meningkatkan kualitas gambar. Begitulah cara Cyberpunk 2077 bisa mencapai 1080p saat Switch 2 ter-dock.
Fakta bahwa konsol Nintendo ini juga memiliki lebih dari 1.500 CUDA cores berarti ia mampu menangani ray-tracing di game seperti Star Wars Outlaws. Meskipun Steam Deck secara teknis dapat menjalankan RT, tanpa CUDA cores khusus, fitur rendering canggih ini menghancurkan performa di mesin milik Valve.

Meski demikian, Steam Deck tetap dianggap sebagai salah satu sistem game handheld terbaik. Ekosistem Steam yang luas menjadi nilai jual utama perangkat ini.
Harus Membeli Steam Deck atau Switch 2?
Pertanyaan ini bersifat subjektif dan bergantung pada selera gaming spesifik kamu. Namun, perbedaan praktis terbesar antara kedua handheld ini adalah harganya. Setelah Valve menaikkan harga Steam Deck hingga US$300, PC mungil ini kini dibanderol jauh lebih mahal daripada Switch 2.
Jika kamu menginginkan Deck OLED 512GB dasar, kamu harus merogoh kocek hingga US$789. Model 1TB dibanderol US$949, yang bahkan lebih mahal dari PS5 Pro. Sebagai perbandingan, Switch 2 seharga US$499 hampir terlihat seperti barang murah.
Tentu saja, ada lebih banyak variabel biaya daripada sekadar hardware. Meskipun Steam Deck OLED kini jauh lebih mahal daripada saat pertama kali hadir pada akhir 2023, penjualan harian Steam berarti jauh lebih mudah membeli game diskon untuk handheld milik Valve dibandingkan untuk Switch 2.
Meskipun Nintendo eShop menawarkan penjualan rutin, judul first-party unggulan seperti Mario Kart World atau The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom jarang turun harga. Dan ketika turun, diskonnya tidak sedrastis yang kamu temukan di Steam. Pada saat penulisan, game balap ikonik milik Mario tersebut masih dijual US$79, cukup untuk membeli setengah lusin game di Steam.
Jika kamu menghargai eksklusif Nintendo yang wajib dimiliki seperti Donkey Kong Bananza, Switch 2 adalah handheld untukmu. Tetapi jika kamu lebih suka membangun pustaka game luas berisi judul lama dan indie dengan biaya relatif murah, Steam Deck adalah pilihan lebih baik.

Di luar masalah harga, kamu juga harus mempertimbangkan bagaimana ingin bermain. Dock plug-and-play milik Switch 2 membuat perpindahan antara TV dan mode genggam terasa mudah. Kamu memang bisa membeli dock untuk Deck seharga US$79 dan menghubungkannya ke layar besar, tetapi pengalamannya tidak seintuitif navigasi di layar utama Switch 2.
Sebagai hybrid handheld, konsol Nintendo ini lebih natural digunakan untuk bermain di ruang keluarga. Untuk gaming handheld murni, layar OLED milik Steam Deck yang jauh lebih unggul memberikan keunggulan tersendiri. Valve sudah tidak lagi memproduksi model LCD asli.
Layar di sistem Nintendo memang sedikit lebih besar dan beresolusi 1080p dibandingkan 1.280 x 800 milik Deck, tetapi panel LCD-nya merupakan penurunan kualitas gambar yang signifikan. Perpaduan faktor harga, ekosistem, dan kualitas layar inilah yang menjadi penentu akhir dalam perbandingan Steam Deck vs Switch 2.
Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan ekosistem Steam secara maksimal, berbagai layanan streaming game juga mulai merambah perangkat Valve. Sementara itu, perkembangan dukungan kontroler semakin memperkaya pengalaman bermain di ekosistem ini.
Pada akhirnya, pilihan antara Steam Deck dan Switch 2 kembali ke prioritas masing-masing gamer. Jika menginginkan performa tertinggi saat ter-dock dengan 4K dan akses ke eksklusif Nintendo, Switch 2 adalah jawabannya. Namun, jika menginginkan fleksibilitas pustaka game PC dengan harga terjangkau dan layar OLED superior, Steam Deck tetap menjadi pilihan tepat.





Komentar
Belum ada komentar.