📑 Daftar Isi

Razer Tartarus V2 Pro, keyboard gaming satu tangan dengan 31 tombol programmable dan thumbpad analog TMR.

Razer Tartarus V2 Pro Resmi, Keyboard Gaming Satu Tangan Harga Rp3 Jutaan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Razer Tartarus V2 Pro resmi meluncur dengan harga $200 dan sudah tersedia
  • Upgrade mencakup optical switch baru, rentang actuation lebih lebar, dan thumbpad analog TMR
  • Fitur Snap Flex menggabungkan dua tombol dalam satu penekanan
  • Fitur Snap Tap mencegah dua tombol aktif bersamaan, berguna untuk strafe di FPS
  • 31 tombol sepenuhnya programmable lewat software Synapse, plus RGB lighting dan adjustable wrist-rest

Telset.id – Razer resmi memperkenalkan Tartarus V2 Pro, pembaruan keyboard gaming satu tangan yang kini mengusung optical switch baru, rentang actuation lebih lebar, dan thumbpad analog TMR. Perangkat ini dijual dengan harga $200 dan sudah tersedia saat ini. Kehadiran Tartarus V2 Pro menegaskan posisi Razer di segmen aksesori gaming khusus yang menyasar pemain kompetitif, bukan pengguna keyboard konvensional.

Razer Tartarus V2 Pro bukan keyboard dalam pengertian biasa. Perangkat ini mengusung desain ergonomis dengan palm rest yang bisa disesuaikan, serta lebih dari 30 tombol yang seluruhnya dapat diprogram. Tidak ada layout QWERTY tradisional di sini. Bagi Razer, format satu tangan ini memang dirancang untuk mempercepat eksekusi perintah di tengah permainan.

Pembaruan utama Tartarus V2 Pro terletak pada sisi input. Razer meningkatkan optical switch yang digunakan, memperlebar rentang actuation atau kedalaman penekanan tombol, dan mengganti thumbpad menjadi desain analog TMR. Kombinasi ini membuat setiap tekanan tombol lebih presisi dibanding versi sebelumnya.

Snap Flex dan Snap Tap Jadi Pembeda

Razer juga menyematkan sejumlah kontrol input proprietary baru ke Tartarus V2 Pro. Setiap tombol dapat mengakses fitur bernama Snap Flex, yang memungkinkan pengguna mengaitkan dua tombol ke dalam satu penekanan. Fitur ini disebut memudahkan eksekusi aksi multi-tombol secara konsisten.

Di sisi lain, ada Snap Tap yang bekerja hampir berkebalikan dari Snap Flex. Fitur ini memastikan dua tombol terpilih tidak pernah aktif secara bersamaan. Razer menyebut fitur ini berguna bagi pemain FPS yang gemar melakukan strafe, karena input arah balik yang dimasukkan tepat saat berhenti bergerak sering membuat dua tombol tertekan bersamaan. Kondisi itu bisa membatalkan strafe dan meninggalkan karakter diam tak bergerak.

The Tartarus V2 Pro keyboard.

Dari sisi kenyamanan, Tartarus V2 Pro tetap membawa adjustable wrist-rest seperti versi sebelumnya. Setiap tombol juga dilengkapi RGB lighting untuk kustomisasi tampilan. Seluruh 31 tombol dan button-nya dapat diprogram sepenuhnya melalui software Synapse milik Razer. Bagi pengguna yang ingin mengatur gear tanpa aplikasi berat, Razer sebelumnya juga menghadirkan solusi atur gear lewat Synapse Web.

Kehadiran Tartarus V2 Pro melengkapi lini perangkat gaming Razer yang menyasar pemain kompetitif. Sebelumnya, Razer juga merilis kontroller pro untuk PS5 yang dirancang bagi kebutuhan permainan kompetitif. Pola yang sama terlihat pada Tartarus V2 Pro, yang menempatkan presisi input sebagai nilai jual utama.

Razer tidak hanya bergerak di perangkat keras. Perusahaan ini juga memperluas lini produknya ke sisi perangkat lunak dan pengembangan, termasuk alat pengembang game berbasis AI di AWS. Langkah itu menunjukkan Razer membangun ekosistem yang mencakup hardware, software, hingga tools untuk developer.

Untuk pasar gaming yang lebih luas, Razer juga aktif menghadirkan edisi khusus dengan desain berbeda. Salah satunya adalah headset Cinnamoroll Edition yang menyasar segmen pengguna dengan preferensi desain lebih ringan. Strategi ini memperlihatkan Razer tidak hanya mengincar pemain hardcore, tetapi juga ceruk pasar lain.

Kembali ke Tartarus V2 Pro, harga $200 atau setara sekitar Rp3 jutaan membuat perangkat ini berada di kelas aksesori gaming premium. Angka itu sejalan dengan positioning Razer yang konsisten menargetkan pengguna dengan kebutuhan spesifik, bukan pasar massal. Ketersediaan langsung di pasaran juga menandakan Razer tidak menerapkan strategi pre-order panjang untuk produk ini.

Bagi pemain FPS dan kompetitif, kombinasi Snap Flex, Snap Tap, thumbpad analog TMR, dan rentang actuation lebih lebar menjadi poin yang membedakan Tartarus V2 Pro dari keyboard satu tangan generasi sebelumnya. Fitur-fitur itu menjawab masalah praktis di lapangan, seperti eksekusi aksi multi-tombol dan kesalahan input arah saat strafe.

Dengan 31 tombol yang sepenuhnya dapat diprogram lewat Synapse, Tartarus V2 Pro menempatkan kustomisasi sebagai fondasi pengalaman pengguna. Setiap pemain bisa menyesuaikan layout tombol sesuai gaya bermain masing-masing. Pendekatan ini konsisten dengan filosofi Razer yang menjadikan perangkat gaming sebagai kanvas yang bisa dibentuk ulang oleh penggunanya.

Secara keseluruhan, Tartarus V2 Pro adalah pembaruan yang menyasar detail teknis, bukan sekadar perubahan desain. Razer memperbaiki switch, memperluas rentang actuation, dan menambahkan kontrol input baru yang berdampak langsung pada cara pemain berinteraksi dengan permainan. Bagi pengguna yang sudah lama menantikan penyegaran di lini keyboard satu tangan Razer, produk ini menjadi jawabannya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.