Telset.id – Roblox di Australia meluncurkan kebijakan baru untuk melindungi anak dari predator seksual dengan sistem akun berbasis usia, langkah yang mirip dengan kebijakan di Indonesia. Founder dan CEO Roblox David Baszucki mengumumkan mulai Juni 2026 akan ada dua cara baru untuk pemain anak-anak login ke platform tersebut.
Langkah ini diambil setelah pemerintah Australia menerima laporan anak-anak terpapar gambar tidak pantas dan para predator seksual memakai Roblox untuk melakukan grooming. Masalah ini bahkan dibawa ke Komisi eSafety dan Classification Board, membuat Roblox hampir terkena sanksi larangan.
Di Indonesia, perlindungan serupa sudah diterapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Aturan ini mewajibkan semua platform untuk membuat ruang digital yang lebih aman bagi anak di bawah 16 tahun. Roblox pun mematikan fitur chat untuk pengguna anak-anak agar tidak menjadi korban predator atau radikalisme, ditambah verifikasi usia, pengenalan wajah, dan screen time yang diatur orang tua.
Dua Kategori Akun Baru Roblox di Australia
Roblox memperkenalkan dua kategori akun baru untuk pengguna anak di Australia. Anak usia 5-8 tahun hanya diberikan akses terbatas melalui fitur bernama Roblox Kids. Sementara itu, anak usia 9-15 tahun hanya bisa login ke Roblox Select.
“Akun berbasis umur yang baru ini untuk lebih selaras dengan akses konten, setelan komunikasi, dan kontrol orang tua dengan usia pengguna,” kata Baszucki.
Usia pengguna akan ditentukan dari teknologi pengecekan usia milik Roblox atau dari orang tua terverifikasi. Akun pengguna anak ini akan berubah sendiri ketika mereka nanti cukup umur. Pengguna yang tidak melengkapi cek usia hanya bisa mengakses game dengan rating Minimal atau Sedang, dan semua chat tidak tersedia.
Kontrol Orang Tua yang Lebih Ketat
Fitur orang tua di Roblox memberikan kemampuan untuk memblokir game tertentu di dalam Roblox. Orang tua juga bisa mengatur setelan chat untuk anak di bawah 15 tahun. Kebijakan ini menjadi jawaban atas tuntutan perbaikan dari pemerintah Australia setelah Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, menekan Roblox untuk meningkatkan keamanan platform.
Dua inovasi baru dari Roblox untuk pengguna anak ini merupakan respons langsung terhadap tekanan regulasi di Australia. Langkah serupa juga diterapkan di Indonesia melalui PP Tunas yang mewajibkan platform digital untuk melindungi anak dari konten berbahaya dan predator daring.
Kebijakan akun berbasis usia ini menunjukkan bahwa platform game global mulai serius menangani isu keamanan anak. Dengan sistem verifikasi usia yang lebih ketat dan kontrol orang tua yang lebih baik, Roblox berharap dapat memulihkan kepercayaan publik setelah berbagai laporan negatif terkait predator seksual di platform mereka.
Namun, efektivitas kebijakan ini masih perlu diuji. Pertanyaan besarnya adalah apakah sistem verifikasi usia dan kontrol orang tua ini cukup kuat untuk mencegah celah keamanan yang biasa dimanfaatkan predator. Pemerintah Australia akan terus mengawasi implementasi kebijakan ini melalui Komisi eSafety dan Classification Board.
Bagi orang tua di Indonesia, langkah Roblox di Australia bisa menjadi referensi untuk memahami fitur keamanan apa saja yang seharusnya tersedia di platform game anak-anak. Dengan adanya PP Tunas, platform di Indonesia sudah memiliki dasar hukum yang kuat untuk menerapkan perlindungan serupa.
Ke depannya, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan orang tua menjadi kunci utama dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak. Roblox di Australia dan Indonesia menunjukkan bahwa regulasi yang tegas dapat mendorong perubahan nyata dari platform game global.





Komentar
Belum ada komentar.