📑 Daftar Isi

Cuplikan gameplay Grand Theft Auto VI dari kebocoran yang menampilkan karakter Jason membajak mobil dengan logo Rideout Customs

Rockstar Sebut Bocoran GTA 6 Memilukan, Game Hampir Rampung

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Rockstar Games akhirnya merilis pernyataan resmi pertama terkait kebocoran gameplay GTA 6 yang masif
  • Studio menyebut kebocoran tersebut "memilukan bagi tim kami" dan mengonfirmasi keaslian klip yang beredar
  • Rockstar mengonfirmasi game hampir selesai dan akan mengadakan tayangan khusus "extended look" di Netflix pada 27 Agustus
  • Pelaku kebocoran "CyberLeek" mengklaim aksinya sebagai protes terhadap praktik anti-konsumen, termasuk edisi fisik berupa kode
  • Take-Two Interactive mengajukan subpoena ke Microsoft dan Discord untuk mengidentifikasi sumber kebocoran
  • GTA 6 dijadwalkan rilis 19 November untuk Xbox Series X|S dan PlayStation 5, dengan harga edisi standar Rp 1,19 juta di Indonesia
  • Peringatan malware menyusul kebocoran, penggemar diminta tidak mengunduh file yang mengaku sebagai bocoran GTA 6

Telset.id – Rockstar Games akhirnya merilis pernyataan resmi pertamanya setelah berhari-hari mengalami kebocoran footage gameplay Grand Theft Auto VI secara masif. Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial pada Rabu pagi, studio tersebut menyebut periode ini sebagai momen yang “memilukan bagi tim kami” (heartbreaking for our team).

Pernyataan tersebut muncul setelah serangkaian video gameplay GTA 6 bocor dan tersebar luas di internet dalam beberapa hari terakhir. Kebocoran ini berasal dari build game yang tampaknya sudah bisa dimainkan. Satu video yang muncul setelah pernyataan Rockstar bahkan memperlihatkan karakter Jason melakukan aksi khas seri GTA, yaitu membajak mobil bergaya Chevy Box dengan logo “Rideout Customs” di kaca belakang sambil mencoba kabur dari kejaran polisi. Di akhir video, karakter utama lainnya, Lucia, juga muncul sekilas dalam adegan yang tampak seperti cutscene.

“Merupakan pernyataan yang terlalu sederhana untuk mengatakan bahwa memiliki video gameplay Grand Theft Auto VI yang bocor dengan cara seperti ini sangat memilukan bagi tim kami, dan ini jelas bukan cara kami ingin Anda melihat game ini setelah sekian lama,” demikian bunyi pernyataan resmi Rockstar Games.

Studio pengembang game tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan game. “Kami sangat menyesal bahwa semuanya memakan waktu lebih lama dari yang seharusnya — dari menyelesaikan game (hampir selesai!) hingga berbagi detail dan gameplay resmi, serta memberikan komunitas semua yang ingin Anda ketahui,” lanjut pernyataan tersebut.

Kebocoran Beruntun dan Klaim “CyberLeek”

Kebocoran gameplay GTA 6 ini bukan kejadian sekali jalan. Seorang individu atau organisasi yang menamakan diri “CyberLeek” mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian kebocoran tersebut. Menariknya, kebocoran ini sebagian digunakan untuk mempromosikan mata uang kripto tertentu.

CyberLeek mulai membocorkan klip gameplay beserta peta detail Leonidas pada pekan lalu. Awalnya, banyak yang mengira klip yang bocor tersebut sudah berusia lebih dari satu tahun. Namun, rangkaian kebocoran berikutnya mengungkapkan bahwa peretas tersebut sebenarnya memiliki build game yang lengkap dan berfungsi penuh. Bahkan, mereka sempat menembakkan kata “LEEK” di dinding dalam game untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar memainkan game tersebut, bukan sekadar mengunduh atau memalsukan klip.

Pihak Rockstar sendiri sempat bungkam saat kebocoran ini memicu kegaduhan di internet. Namun, perusahaan induknya, Take-Two Interactive, telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan permintaan subpoena kepada Microsoft dan Discord terkait konten yang melanggar hak cipta. Langkah ini diambil dengan harapan dapat mengidentifikasi sumber kebocoran. Take-Two meminta Microsoft untuk memberikan ID perangkat Windows dari semua anggota tiga server Discord tertentu.

Dalam perkembangan terbaru, Discord melalui direktur pemasarannya, Ryan K. Rigney, menyatakan bahwa pihaknya “belum menerima subpoena” dan setelah Take-Two mengajukannya, mereka akan “mengevaluasi validitas dan cakupan sebelum merespons.” Sementara itu, Rockstar dikabarkan menerjunkan seluruh timnya untuk menyelidiki bagaimana kebocoran ini bisa terjadi dan siapa yang bertanggung jawab.

Menariknya, pelaku kebocoran yang mempromosikan memecoin dalam klip-klip tersebut mengklaim bahwa aksinya merupakan bentuk protes terhadap praktik anti-konsumen yang diduga dilakukan perusahaan video game, seperti keputusan Rockstar merilis edisi fisik GTA 6 sebagai kode dalam kotak, bukan dalam bentuk cakram. Salah satu klip yang bocor bahkan memperlihatkan Jason berjalan di sekitar toko yang menjual salinan fisik game.

Tanggapan Rockstar dan Rencana Tayangan Khusus

Dalam pernyataannya, Rockstar Games juga menyinggung soal tayangan khusus yang akan segera hadir. “Kami sangat bersemangat untuk semua orang melihat extended look besok,” tulis mereka. “Butuh waktu lebih lama dari yang kami inginkan untuk menyiapkannya, tetapi seperti semua yang kami lakukan, kami tahu kami harus melampaui ekspektasi Anda, dan kami bertekad untuk memberikan yang sesuai dengan level yang Anda harapkan dan layak Anda dapatkan.”

Meski mengakui bahwa pengalaman bermain game yang diinginkan mungkin kini terpengaruh oleh beberapa spoiler, Rockstar tetap berharap para pemain mau menunggu lebih lama untuk merasakan sendiri game tersebut. “Kami berharap semua orang akan menunggu sedikit lebih lama untuk merasakan game ini sendiri pada 19 November,” tambah mereka.

Terkait tayangan khusus tersebut, para penggemar akan mendapatkan “extended look” atas game ini pada Kamis malam dalam sebuah acara yang akan disiarkan secara eksklusif di Netflix pada pukul 15.00 ET. Tayangan tersebut baru akan muncul di YouTube enam jam kemudian. Ini menjadi momen penting bagi para penggemar yang sudah menantikan cuplikan resmi gameplay GTA 6.

Jadwal Rilis dan Ketersediaan Platform

Game yang telah lama dinanti ini dijadwalkan rilis pada 19 November. Pada saat artikel ini ditulis, waktu perilisan tersebut masih kurang dari 12 pekan lagi. Namun, perlu dicatat bahwa tanggal rilis tersebut hanya berlaku untuk konsol, yaitu Xbox Series X|S dan PlayStation 5. Hingga saat ini, Rockstar belum mengumumkan versi PC dari game tersebut.

Bagi para penggemar di Indonesia, kabar mengenai harga GTA 6 edisi standar telah diumumkan sebelumnya, yakni Rp 1,19 juta. Sementara itu, Rockstar juga dikabarkan menggratiskan upgrade GTA 5 ke konsol generasi terbaru.

Peringatan Malware dan Risiko Keamanan

Di tengah hiruk-pikuk kebocoran ini, muncul pula kekhawatiran baru terkait keamanan. Sejumlah pihak dilaporkan memanfaatkan popularitas game ini dengan menyebarkan malware yang menyamar sebagai kebocoran GTA VI. Ini menjadi peringatan keras bagi para penggemar yang terlalu antusias dan mencoba mengunduh game yang belum dirilis dari internet.

Mengunduh game bajakan secara daring memang selalu bermasalah, tetapi mengunduh judul yang belum dirilis dari internet adalah resep bencana yang nyata. Para ahli keamanan mengingatkan bahwa file-file yang mengaku sebagai bocoran GTA VI bisa saja berisi perangkat lunak berbahaya yang dapat merusak perangkat pengguna atau mencuri data pribadi.

Meskipun dapat dipahami bahwa sebagian orang sangat antusias dan tidak sabar menunggu perilisan resmi, tiga bulan akan terasa cepat berlalu, terutama bagi mereka yang telah menantikan installment GTA berikutnya selama lebih dari satu dekade. Komunitas penggemar juga telah menunjukkan dukungan mereka kepada Rockstar selama masa sulit ini. “Kami ingin berterima kasih kepada semua orang di komunitas yang telah mengirimkan pesan dukungan selama pekan lalu — kata-kata Anda sangat berarti bagi tim ini,” tulis Rockstar.

Dalam pernyataannya, Rockstar juga menegaskan bahwa game tersebut hampir selesai dibuat, meskipun akan menerima banyak pembaruan di tahun-tahun mendatang. Studio ini juga menyadari bahwa tayangan khusus yang disiapkan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan, tetapi mereka bertekad untuk melampaui ekspektasi para penggemar.

Sementara itu, isu mengenai tuntutan dari pihak yang mengaku sebagai pelaku kebocoran tidak disebutkan sama sekali dalam pernyataan resmi Rockstar. Pernyataan tersebut juga tidak menyinggung protes terkait penjualan digital GTA VI atau tuntutan lain yang sempat dikaitkan dengan aksi kebocoran tersebut.

Dengan perilisan yang semakin dekat, para penggemar kini tinggal menunggu tayangan khusus di Netflix dan kemudian perilisan resmi pada 19 November. Apakah kebocoran ini akan memengaruhi pengalaman bermain atau strategi pemasaran Rockstar ke depan, masih perlu dilihat. Yang jelas, studio pengembang ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pemainnya, meskipun harus melalui jalan yang tidak mulus.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.