📑 Daftar Isi

Pabrik disc PlayStation Sony di Thalgau, Austria yang akan diubah menjadi pabrik optik mikrolensa

Sony Investasi Rp550 Miliar Ubah Pabrik Disc PlayStation

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony investasi €30 juta ($34 juta) untuk ubah pabrik disc PlayStation di Thalgau, Austria menjadi pabrik optik mikrolensa
  • Pabrik saat ini produksi 600.000 disc per hari, setengahnya untuk game PlayStation
  • CEO Sony DADC perkirakan produksi disc turun ke 10% pada 2028
  • 300 karyawan akan dipertahankan dan dilatih ulang untuk produksi optik mikrolensa
  • Sony akan mulai produksi optik mikrolensa tahun depan
  • Era digital PlayStation dimulai Januari 2028
  • Pabrik Thalgau adalah markas DADC yang sebelumnya produksi 23 miliar disc dari 1983-2022

Telset.id – Sony telah menginvestasikan dana sebesar €30 juta atau sekitar $34 juta (setara Rp550 miliar) untuk mengubah pabrik disc PlayStation di Austria menjadi fasilitas produksi komponen optik canggih. Langkah ini menjadi sinyal paling konkret bahwa era digital PlayStation akan segera tiba.

Keputusan tersebut diungkapkan oleh manajemen Sony di pabrik Digital Audio Disc Corporation (DADC) yang berlokasi di Thalgau, Salzburg. Berdasarkan laporan ORF Salzberg, regional publikasi jaringan penyiaran nasional Austria, investasi ini sudah berjalan cukup lama dan baru dikomunikasikan kepada para pekerja pada 1 Juli 2026.

Pengumuman tersebut bertepatan dengan pernyataan resmi Sony bahwa PlayStation akan sepenuhnya beralih ke digital mulai Januari 2028. Dengan kata lain, produksi game disc fisik akan dihentikan total dalam waktu kurang dari dua tahun.

Transformasi Pabrik Disc ke Optik Mikrolensa

Pabrik di Thalgau saat ini memproduksi 600.000 disc setiap hari, dengan setengah dari volume tersebut digunakan untuk game PlayStation. Namun, CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, memperkirakan produksi disc akan turun drastis menjadi hanya 10 persen dari kapasitas saat ini pada tahun 2028.

Alih-alih menutup pabrik, Sony memilih untuk mengubah fungsi fasilitas tersebut menjadi pabrik optik mikrolensa. Optik mikrolensa adalah komponen yang dapat memanipulasi cahaya dan biasanya digunakan dalam sensor kamera, headset AR/VR, jaringan fiber optik, serta perangkat medis.

Investasi €30 juta tersebut akan digunakan untuk meretrofit mesin-mesin produksi dan melatih ulang tenaga kerja. Tanzer menegaskan bahwa perusahaan berencana mempertahankan 300 karyawan yang saat ini bekerja di pabrik Thalgau. Mereka akan menjalani pelatihan ulang untuk produksi optik mikrolensa dalam waktu dekat, karena Sony berencana memulai produksi komponen tersebut pada tahun depan.

PlayStation games

Dampak pada Industri Game dan Masa Depan PlayStation

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc fisik bukanlah hal yang mengejutkan. Selama beberapa tahun terakhir, tren digitalisasi game terus meningkat. Namun, investasi sebesar $34 juta untuk mengubah pabrik disc menjadi pabrik komponen optik menunjukkan keseriusan Sony dalam transisi ini.

Pabrik Thalgau bukanlah pabrik sembarangan. Fasilitas ini merupakan markas besar DADC, divisi manufaktur disc Sony. Sebelumnya, DADC memiliki fasilitas produksi massal di Terre Haute, Indiana, yang memproduksi 23 miliar disc dari tahun 1983 hingga ditutup pada tahun 2022. Sejak saat itu hingga sekarang, DADC telah memproduksi 3,4 miliar disc tambahan.

Dengan transformasi ini, Sony tidak hanya menghentikan satu lini bisnis, tetapi juga menciptakan lini bisnis baru yang lebih relevan dengan kebutuhan teknologi masa depan. Optik mikrolensa memiliki permintaan yang terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi AR/VR, kamera canggih, dan perangkat medis.

Bagi para pengguna PlayStation, keputusan ini berarti bahwa konsol generasi mendatang, termasuk PS6 yang diprediksi tanpa disc drive, kemungkinan besar tidak akan lagi mendukung media fisik. Era digital sepenuhnya akan dimulai pada tahun 2028.

Sony juga telah mengumumkan akan menutup PS Store untuk PS3 dan PS Vita pada Juli 2027, semakin memperkuat sinyal bahwa perusahaan fokus pada ekosistem digital modern. Semua langkah ini menunjukkan bahwa Sony melihat masa depan game ada pada distribusi digital, bukan media fisik.

Dengan retensi 300 karyawan dan investasi besar untuk pelatihan ulang, Sony juga menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial perusahaan. Para pekerja tidak kehilangan pekerjaan, melainkan dialihkan ke bidang yang lebih relevan dengan perkembangan teknologi.

Langkah Sony ini menjadi preseden bagi industri game secara keseluruhan. Jika pemimpin pasar seperti Sony mulai meninggalkan media fisik, kemungkinan besar produsen lain akan mengikuti jejak serupa dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.