Telset.id – Supermassive Games kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Pengembang game asal Inggris ini mengumumkan akan memberhentikan hingga 75 karyawannya sebagai langkah untuk menjaga keberlanjutan perusahaan.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun X (sebelumnya Twitter) pada 11 Agustus 2026, studio di balik Until Dawn dan The Dark Pictures Anthology ini mengkonfirmasi dimulainya proses konsultasi redundansi. Perusahaan memperkirakan proses ini akan mengakibatkan hilangnya hingga 75 posisi pekerjaan.
“Kami telah membuat keputusan sulit untuk memulai proses konsultasi redundansi, yang kami perkirakan akan mengakibatkan hilangnya hingga 75 rekan kerja kami,” demikian bunyi pernyataan resmi perusahaan. “Ini adalah langkah yang diperlukan untuk membantu memastikan keberlanjutan perusahaan. Kami tahu ini akan menjadi masa yang sangat sulit bagi semua orang, dan prioritas kami selama proses ini adalah memberikan dukungan kepada semua yang terdampak.”
Kabar PHK ini menambah daftar panjang gelombang pemberhentian karyawan yang melanda industri video game sepanjang tahun ini. Para pekerja di sektor ini kembali menghadapi ketidakpastian karier di tengah berbagai tantangan ekonomi yang membayangi industri hiburan digital.
PHK Ketiga dalam Dua Setengah Tahun
Keputusan Supermassive Games ini merupakan babak ketiga dari serangkaian PHK yang dilakukan perusahaan dalam dua setengah tahun terakhir. Sebelumnya, studio ini telah memberhentikan sekitar 90 pekerja pada Februari 2024, kemudian disusul pemangkasan sekitar 35 karyawan pada Juli 2025.
Situasi ini menjadi semakin berat mengingat jumlah karyawan Supermassive Games tercatat hanya 172 orang hingga akhir tahun 2025. Dengan rencana PHK hingga 75 orang, hampir setengah dari total tenaga kerja perusahaan berpotensi kehilangan pekerjaan mereka.
Kabar PHK ini sekaligus menjadi pukulan bagi industri game Inggris yang selama ini dikenal memiliki ekosistem pengembangan game yang kuat. Supermassive Games sendiri merupakan salah satu studio terkemuka yang berbasis di Inggris dengan reputasi global berkat waralaba game horor interaktif mereka.
Kondisi ini juga mempertegas tren sulit yang sedang dialami industri game secara global. Banyak studio besar maupun pengembang independen terpaksa melakukan efisiensi operasional di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat dan perubahan perilaku konsumen pasca-pandemi.
Baca Juga:
Perubahan Kepemimpinan dan Proyek Terbaru
Momentum PHK ini datang tidak lama setelah terjadi perubahan di jajaran puncak manajemen Supermassive Games. Mantan CEO Robert Henrysson mengundurkan diri pada Juni 2026, hanya beberapa minggu setelah perilisan game terbaru perusahaan, Directive 8020.
Menariknya, di tengah kabar PHK ini, Supermassive Games juga tidak terlibat dalam pengembangan sekuel dari salah satu judul paling ikonik mereka. Sekuel Until Dawn yang diumumkan pada Juni 2026 justru akan digarap oleh studio milik Sony, Firesprite. Sebelumnya, Supermassive juga tidak menangani remake Until Dawn yang dirilis pada 2024.
Keputusan ini menunjukkan adanya pergeseran portofolio proyek di dalam perusahaan. Meskipun Supermassive tetap menjadi pengembang yang diakui untuk waralaba Until Dawn dan The Dark Pictures Anthology, keterlibatan mereka dalam judul-judul ikonik tersebut kini semakin terbatas.
Bagi para penggemar game horor interaktif, situasi ini tentu menjadi perhatian. Masa depan studio yang telah menghasilkan berbagai judul populer seperti Until Dawn dan seri The Dark Pictures kini berada dalam ketidakpastian. Namun, perusahaan menegaskan bahwa langkah PHK ini diambil demi kelangsungan jangka panjang perusahaan.
Proses konsultasi redundansi yang diumumkan Supermassive Games akan menjadi periode krusial bagi perusahaan. Selama proses ini, perusahaan berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada seluruh karyawan yang terdampak, termasuk mereka yang mungkin kehilangan pekerjaan akibat keputusan ini.
Gelombang PHK di Supermassive Games ini juga menjadi pengingat bahwa industri game, meskipun terlihat menguntungkan, tetap menghadapi tantangan besar dalam hal keberlanjutan bisnis. Fluktuasi pendapatan, siklus pengembangan yang panjang, dan ketergantungan pada kesuksesan judul tertentu membuat studio game harus terus beradaptasi dengan kondisi pasar yang dinamis.
Bagi para pekerja industri game, situasi ini menunjukkan pentingnya fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi perubahan industri. Sementara bagi para pengamat industri, PHK beruntun di Supermassive Games menjadi indikator bahwa tekanan ekonomi di sektor game belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Keputusan Supermassive Games untuk melakukan PHK hingga 75 karyawan ini tentu bukan kabar yang mudah diterima, terutama bagi mereka yang terdampak langsung. Perusahaan sendiri mengakui bahwa ini adalah masa yang sangat sulit bagi semua pihak dan berjanji akan memprioritaskan dukungan bagi karyawan yang terkena dampak selama proses berlangsung.
Ke depannya, langkah efisiensi ini diharapkan dapat membawa Supermassive Games menuju kondisi yang lebih stabil secara finansial. Dengan struktur organisasi yang lebih ramping, perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan judul-judul yang menjadi prioritas dan menjaga keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.
Situasi yang dialami Supermassive Games ini juga menjadi pelajaran penting bagi industri game secara keseluruhan. Keseimbangan antara ambisi kreatif dan realitas bisnis menjadi kunci utama agar studio game dapat bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat dan biaya produksi yang terus meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai judul game apa saja yang akan terdampak dari keputusan PHK ini, atau bagaimana pembagian kerja akan dilakukan setelah proses redundansi selesai. Yang jelas, industri game kembali kehilangan sejumlah talenta berbakat di tengah masa sulit yang sedang berlangsung.
Kabar PHK di Supermassive Games ini tentu menjadi perhatian bagi para penggemar setia game buatan studio tersebut. Banyak yang berharap perusahaan dapat melewati masa sulit ini dan kembali menghasilkan judul-judul berkualitas seperti yang selama ini mereka produksi.
Sementara itu, industri game global terus bergulat dengan berbagai tantangan struktural. Mulai dari biaya pengembangan yang semakin besar, perubahan model bisnis, hingga persaingan dengan platform hiburan lain yang semakin ketat. Semua faktor ini berkontribusi pada meningkatnya tekanan terhadap studio game untuk beroperasi secara lebih efisien.
Supermassive Games sendiri telah membangun reputasi kuat di genre horor interaktif dengan pendekatan naratif yang khas. Waralaba The Dark Pictures Anthology telah menjadi salah satu seri yang paling dikenal di genre tersebut, dengan beberapa judul yang dirilis secara berkala sejak pertama kali diperkenalkan.
Ke depannya, kelangsungan waralaba ini dan proyek-proyek lain Supermassive akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan untuk menstabilkan kondisi keuangan mereka. Langkah PHK yang diambil sekarang, meskipun pahit, diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memastikan perusahaan tetap dapat beroperasi dan berkarya.
Bagi industri game Indonesia, kabar PHK di salah satu studio internasional ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen keuangan yang sehat dan diversifikasi pendapatan. Industri game nasional yang sedang berkembang tentu perlu memperhatikan dinamika global ini agar dapat membangun ekosistem yang lebih tangguh.
Perkembangan di Supermassive Games ini juga menunjukkan bahwa tidak ada studio yang kebal terhadap tekanan ekonomi, sekecil atau sebesar apa pun mereka. Bahkan studio dengan waralaba sukses sekalipun harus terus melakukan evaluasi dan penyesuaian untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka di tengah industri yang terus berubah.
Kita akan terus memantau perkembangan lebih lanjut dari situasi di Supermassive Games ini. Apakah akan ada pengumuman resmi mengenai detail PHK, nasib proyek-proyek yang sedang berjalan, atau langkah-langkah strategis lain yang akan diambil perusahaan untuk melewati masa sulit ini.
Yang pasti, industri game kembali mencatatkan salah satu babak sulitnya. Para pekerja yang terkena dampak PHK ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik dari perusahaan, komunitas industri, maupun pemerintah, untuk dapat kembali bangkit dan melanjutkan karier mereka di industri yang mereka cintai.
Semoga langkah yang diambil Supermassive Games ini benar-benar dapat membawa perusahaan menuju kondisi yang lebih stabil dan berkelanjutan, sehingga mereka dapat terus berkarya dan menghadirkan pengalaman gaming berkualitas bagi para penggemar di seluruh dunia.






Komentar
Belum ada komentar.