TechTuber Throaty Mumbo membangun sistem game VHS modern berbasis FPGA DE1-SoC dan Raspberry Pi RP2350 MCU

TechTuber Ubah VHS Jadi Konsol Game Modern Pakai FPGA

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • TechTuber Throaty Mumbo kecewa dengan ActionMax (1987) berbasis VHS
  • Ia membangun sistem game VHS modern pakai FPGA DE1-SoC dan Raspberry Pi RP2350 MCU
  • Sistem memainkan versi Doom dan Super Mario Bros.
  • FPGA menggerakkan grafis overlay dan memilih satu dari delapan aliran video VHS
  • Interaksi tepat waktu pengguna menentukan skor dan jalannya permainan
  • Mumbo sebelumnya dikenal menjalankan game Sega dari vinyl records

Telset.id – Seorang TechTuber bernama Throaty Mumbo membangun sistem game berbasis VHS modern setelah kecewa dengan konsol video game lawas ActionMax (1987) yang menggunakan kaset VHS. Sistem baru ini didukung teknologi modern seperti board DE1-SoC FPGA dan mikrokontroler Raspberry Pi RP2350 MCU, dan mampu memainkan versi Super Mario Bros. serta Doom.

Proyek ini berangkat dari pengalaman Mumbo yang merasa bahwa ActionMax, sistem hiburan berbasis VHS yang ia tinkering, pada akhirnya mengecewakan. Interaktivitas yang ditawarkan ActionMax dan periferalnya sangat terbatas dan tidak presisi. Meski terdengar menyenangkan, menurut Mumbo sistem itu benar-benar kurang memiliki kebaruan di tahun 2026. Namun, waktu yang ia habiskan untuk mengutak-atik ActionMax tidak sia-sia, karena justru menginspirasinya untuk membuat ulang sistem game video VHS yang diperkuat teknologi maker modern yang mudah diakses saat ini.

Dalam video yang mendokumentasikan proses tersebut, Mumbo memaparkan bagaimana ActionMax lama bekerja dan bagaimana sebuah SBC yang ditenagai FPGA meningkatkan pengalaman ‘gaming’ VHS. Seperti yang ditunjukkan pada versi Doom di sistem tersebut, FPGA berperan menggerakkan grafis overlay dan beralih ke salah satu dari delapan aliran video simultan yang diputar oleh dek VHS.

Pada setiap adegan baru, interaksi tepat waktu pengguna akan memilih salah satu dari delapan aliran video tersebut. Sementara itu, sebuah penghitung mencatat penekanan tombol yang benar pada controller secara tepat waktu dan menyimpan skor. Permainan on-rails ini sama sekali tidak seperti Doom asli dari sisi gameplay, tetapi terasa mendekati dari sisi audio dan visual. Pengguna diminta menekan tombol kiri pada controller untuk menembak sebelum bar timer mencapai nol.

Adapun versi Super Mario Bros. menawarkan pendekatan berbeda terhadap FMV dalam game. Di sini, SBC memutar versi klasik Nintendo yang terlihat autentik, tetapi latar belakang game digantikan oleh citra yang direkam melalui kaset VHS. Teknik serupa, menurut catatan, kadang digunakan pada game CD-ROM awal untuk meningkatkan daya tarik visual di atas versi standar komputer atau konsol yang menjadi dasarnya.

An FPGA-driven FMV-interactive version of Doom

Proyek ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi modern seperti FPGA dan mikrokontroler dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali media lawas. Mumbo sendiri mendeskripsikan dirinya sebagai pencinta “teknologi aneh dan tidak praktis”. Sebelumnya, ia pernah tampil di Tom’s Hardware karena menjalankan game Sega dari piringan hitam atau vinyl records. Cara tersebut merupakan adaptasi sederhana dari bagaimana perangkat lunak dahulu dimuat dari kaset pada berbagai komputer retro.

Pendekatan Mumbo terhadap VHS berbeda dari sekadar emulasi biasa. Ia tidak hanya memindahkan game ke media lama, tetapi membangun sistem interaktif baru di atas dek VHS yang berfungsi sebagai pemutar aliran video. FPGA mengambil alih tugas grafis overlay dan pemilihan aliran, sementara Raspberry Pi RP2350 MCU melengkapi perangkat keras yang digunakan.

Video dokumentasi proyek ini memuat peringatan NSFW karena berisi kata-kata kasar yang cukup sering. Meski demikian, video tersebut memperlihatkan secara rinci perjalanan Mumbo mulai dari mengutak-atik ActionMax hingga membangun sistem VHS berbasis FPGA yang dapat memainkan Doom dan Super Mario Bros. dengan pendekatan FMV.

Dalam versi Doom, mekanisme permainan bergantung pada pemilihan aliran video yang tepat sesuai adegan. Timer bar menjadi penanda kapan pengguna harus menekan tombol. Jika pengguna menekan tombol yang benar sebelum bar habis, skor bertambah. Sistem ini menjadikan pengalaman bermain lebih menyerupai game FMV on-rails dibandingkan first-person shooter seperti Doom pada umumnya.

Sementara itu, versi Super Mario Bros. menunjukkan bagaimana SBC dapat memutar versi klasik Nintendo dengan latar VHS. Kombinasi ini menghasilkan tampilan yang berbeda dari versi standar konsol Nintendo, tetapi tetap mempertahankan elemen visual yang dikenali dari game tersebut.

Proyek Throaty Mumbo ini menunjukkan bahwa media penyimpanan dan pemutaran lawas seperti VHS masih dapat dimanfaatkan untuk eksperimen teknologi. Dengan memadukan board DE1-SoC FPGA dan Raspberry Pi RP2350 MCU, ia membangun sistem yang tidak hanya memutar video, tetapi juga merespons input pengguna secara real-time melalui mekanisme pemilihan aliran dan penghitungan skor.

Bagi penggemar eksperimen teknologi retro, pendekatan ini menawarkan gambaran bagaimana perangkat keras modern dapat diintegrasikan dengan media lama. ActionMax yang menjadi titik awal proyek ini memang dinilai kurang memuaskan dari sisi interaktivitas, tetapi justru menjadi pemicu lahirnya sistem VHS berbasis FPGA yang lebih capable.

Penggunaan FPGA untuk menggerakkan grafis overlay dan beralih antar aliran video menunjukkan bahwa board seperti DE1-SoC dapat menangani tugas yang tidak biasa. Sementara Raspberry Pi RP2350 MCU melengkapi sistem sebagai bagian dari perangkat keras yang digunakan Mumbo dalam proyeknya.

Dengan kemampuan memainkan versi Doom dan Super Mario Bros., sistem buatan Mumbo ini menjadi salah satu contoh bagaimana kreativitas di dunia teknologi dapat menghasilkan perangkat yang tidak konvensional. Proyek ini juga menegaskan bahwa minat terhadap media dan perangkat lawas masih hidup di kalangan penghobi teknologi pada 2026.

Sebagai catatan, video dokumentasi proyek ini dapat disaksikan langsung melalui kanal YouTube Throaty Mumbo. Video tersebut memperlihatkan proses lengkap mulai dari pengenalan ActionMax, pengujiannya, hingga pembangunan sistem VHS berbasis FPGA yang menjadi inti proyek.

Bagi yang tertarik mengikuti perkembangan eksperimen serupa, Mumbo sebelumnya dikenal karena menjalankan game Sega dari vinyl records. Proyek VHS berbasis FPGA ini menambah daftar eksperimen teknologi tidak biasa yang ia kerjakan, sekaligus menunjukkan potensi pemanfaatan media lawas dengan perangkat keras modern.

Kehadiran sistem ini juga memperlihatkan bahwa FPGA dan mikrokontroler seperti RP2350 MCU dapat digunakan untuk keperluan di luar aplikasi konvensional. Dalam kasus Mumbo, keduanya menjadi fondasi bagi sistem game VHS yang interaktif dan mampu menampilkan versi Doom serta Super Mario Bros. dengan pendekatan FMV.

Secara keseluruhan, proyek Throaty Mumbo ini merupakan contoh bagaimana kekecewaan terhadap teknologi lawas dapat berubah menjadi dorongan untuk menciptakan sesuatu yang baru. ActionMax (1987) yang menjadi titik awal memang dinilai kurang memuaskan, tetapi justru menginspirasi lahirnya sistem VHS berbasis FPGA yang memadukan media lama dengan teknologi modern.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.