📑 Daftar Isi

Tangkapan layar game Titanium Court dengan elemen puzzle match-three dan gambar kucing di atasnya

Titanium Court Meluncur ke Konsol dan Mobile 29 Oktober 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Titanium Court hadir di Nintendo Switch, Switch 2, PlayStation 5, Android, dan iOS pada 29 Oktober 2026
  • Sebelumnya eksklusif di Steam sejak April 2026
  • Memenangi Seumas McNally Grand Prize di Independent Games Festival Awards
  • Menggabungkan genre roguelite, visual novel, dan RPG
  • Gameplay terdiri dari fase match-three dan fase pertahanan basis
  • Dikembangkan AP Thomson dan diterbitkan Fellow Traveller

Telset.id – Game yang memenangi Seumas McNally Grand Prize di Independent Games Festival Awards, Titanium Court, akan hadir di Nintendo Switch, Switch 2, PlayStation 5, Android, dan iOS pada 29 Oktober 2026. Keputusan ini memperluas jangkauan salah satu game terbaik tahun ini yang sebelumnya eksklusif di Steam sejak April 2026, sehingga lebih banyak pemain di luar PC bisa mencobanya.

Kabar tersebut diumumkan langsung oleh publisher Fellow Traveller melalui akun resminya. “Titanium Court has escaped from our computers! It’s marching towards Nintendo Switch 1 and 2, PlayStation 5, iOS, and Android. Brace yourselves; it arrives on October 29!” tulis Fellow Traveller. Pengumuman ini menegaskan bahwa game besutan developer AP Thomson tidak lagi terbatas pada platform Steam.

Perluasan platform ini penting karena Titanium Court telah menjadi salah satu judul paling diperbincangkan sepanjang 2026. Sepanjang tahun ini saja, lebih dari 21.000 game telah dirilis di Steam. Dari jumlah tersebut, Titanium Court disebut sebagai salah satu game yang benar-benar layak dimainkan, dan kini kesempatan itu terbuka bagi pengguna konsol serta perangkat mobile.

Gameplay Titanium Court: Roguelite, Visual Novel, dan RPG

Titanium Court menggabungkan tiga genre sekaligus: roguelite, visual novel, dan RPG. Setiap sesi permainan, yang disebut sebagai “war”, terdiri dari beberapa pertempuran. Setiap pertempuran memiliki dua fase yang saling berkaitan.

Fase pertama menyerupai permainan match-three. Pemain memindahkan tile yang merepresentasikan elemen seperti gandum, sungai, hutan, dan kastil musuh. Menyusun tiga tile yang sama akan memberi sumber daya relevan atau menghapus benteng musuh dari peta. Pada saat yang sama, pemain sedang menyiapkan medan pertempuran untuk fase kedua, ketika musuh mencoba menyerang basis yang juga merupakan tile di grid.

Sebelum fase kedua dimulai, pemain bisa menggunakan sumber daya untuk memperkuat pertahanan dengan merekrut tentara dan pekerja lain. Mekanisme ini menjadi inti gameplay, tetapi Titanium Court menawarkan lebih dari itu. Game ini membatasi pemain dari terlalu banyak bertransaksi di toko dan bisa memblokir taktik yang dianggap sebagai langkah kemenangan.

Berbeda dari incremental roguelite seperti CloverPit dan Balatro, pemain tidak bisa benar-benar mematahkan aturan game. Justru memahami batasan-batasan itulah yang menjadi daya tarik Titanium Court. Batasan serupa juga berlaku pada meta-game yang berlangsung di antara sesi permainan.

Cerita dan Dunia Titanium Court

Dalam meta-game, pemain berperan sebagai ratu baru di istana kerajaan. Karakter ini awalnya tidak tahu apa yang sedang terjadi dan bagaimana bisa berakhir di kerajaan aneh tersebut. Dunia Titanium Court menampilkan rambu jalan yang berdampingan dengan naga, serta peri yang tidak percaya pada konsep mobil.

Dalam perjalanan untuk pulang, pemain bisa menemukan berbagai referensi budaya pop, mulai dari bisbol hingga Jenga. Titanium Court disebut sebagai game yang stylish, cerdas, dan sangat tidak biasa. Game ini penuh dengan lelucon dan kejutan, sehingga detail cerita lainnya sengaja tidak diungkap terlalu banyak.

Video game screenshot of a match-three puzzle game. An image of a cat is overlaid. Text reads Mrowr. So long as we are making demands of God, then my wish, as ever, is to be fed!

Penerimaan positif terhadap Titanium Court tidak lepas dari rekam jejak AP Thomson. Developer ini juga memenangi penghargaan yang sama pada 2025 sebagai bagian dari tim yang membuat Consume Me. Kombinasi gaya visual, mekanisme permainan, dan narasi yang tidak biasa membuat Titanium Court disebut sebagai salah satu game terbaik tahun ini.

Bagi pemain yang tertarik dengan judul-judul independen bergaya eksperimental, kehadiran Titanium Court di lebih banyak platform membuka akses yang lebih luas. Peluncuran pada 29 Oktober 2026 mencakup Nintendo Switch, Switch 2, PlayStation 5, Android, dan iOS. Sementara itu, penggemar otomotif yang menantikan kejutan teknologi bisa menyimak informasi seputar Peugeot RCZ Vision yang juga hadir di panggung industri tahun ini.

Dengan jadwal rilis yang sudah pasti, Titanium Court berpotensi menjangkau pemain mobile yang ingin mencoba game berkualitas tanpa harus duduk di depan PC. Peluncuran multi-platform ini sekaligus menegaskan posisi Titanium Court sebagai salah satu rilisan independen paling diperhitungkan sepanjang 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.