Telset.id – Microsoft Xbox mulai menguji coba cloud gaming berbayar bagi pemain yang tidak memiliki langganan Game Pass. Lewat program Xbox Insider, pemain tanpa Game Pass kini bisa membeli akses cloud gaming dalam bentuk blok waktu, sebelum batas waktu streaming resmi diterapkan pada November 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari perombakan layanan gaming Xbox yang tengah berjalan di bawah kepemimpinan baru perusahaan. Perubahan paling signifikan menyasar cloud gaming, dengan rencana penerapan batas waktu lima hingga 15 jam per bulan bagi pelanggan Game Pass yang melakukan streaming. Bagi pengguna tanpa langganan, Xbox menyiapkan mekanisme pembelian waktu tambahan sebagai jalur alternatif.
Program Xbox Insider sendiri memungkinkan pemain mencoba fitur lebih awal dan memberikan masukan sebelum peluncuran resmi. Melalui fase ini, Xbox mengukur bagaimana skema cloud gaming berbayar diterima sebelum aturan batas waktu berlaku penuh bulan depan.

Skema Harga Cloud Gaming Xbox
Selama masa uji coba, pemain dapat membeli akses cloud gaming dalam tiga pilihan blok waktu. Paket 10 jam dibanderol US$4, paket 25 jam seharga US$8, dan paket 50 jam seharga US$12. Harga tersebut disebut sebagai “introductory launch prices”, sehingga biaya final masih mungkin berubah pada bulan berikutnya.
Perubahan tarif ini berbarengan dengan kewajiban pelanggan Game Pass untuk membayar jika ingin melampaui batas waktu streaming yang baru. Artinya, baik pengguna Game Pass maupun non-Game Pass sama-sama akan menghadapi mekanisme pembelian waktu tambahan, hanya saja melalui jalur yang berbeda.
Pembelian waktu cloud playtime membuka “pengalaman cloud gaming tanpa iklan, termasuk waktu tunggu lebih singkat, streaming berkualitas tinggi, dan waktu bermain yang tetap tersedia hingga digunakan.” Dengan kata lain, sisa waktu yang belum terpakai tidak hangus dan bisa digunakan di sesi berikutnya.
Baca Juga:
Streaming Gratis Beriklan dan Batas Waktu
Selain skema berbayar, peserta program Insiders juga telah dapat mencoba streaming cloud berbasis iklan secara gratis sejak musim panas. Opsi ad-supported ini menjadi pintu masuk bagi pemain yang belum bersedia mengeluarkan biaya, meski harus menerima iklan selama sesi bermain.
Kombinasi antara streaming gratis beriklan dan pembelian blok waktu berbayar menunjukkan Xbox menyiapkan beberapa tingkatan akses cloud gaming. Pemain bisa memilih jalur gratis dengan iklan, membeli waktu sesuai kebutuhan, atau tetap berlangganan Game Pass dengan konsekuensi batas waktu bulanan.
Perubahan ini juga menyentuh cara Xbox mengelola layanan gaming secara keseluruhan. Perombakan yang tengah berlangsung mencakup cloud gaming sebagai salah satu fokus utama, di samping sejumlah penawaran gaming lain yang turut dirombak.
Bagi pemain yang memantau perkembangan ekosistem Xbox, sejumlah inisiatif lain juga tengah berjalan. Salah satunya lewat FSR 4.1 yang memperluas dukungan teknologi upscaling ke perangkat Xbox Series X. Di sisi perangkat, ROG Xbox Ally juga telah hadir sebagai opsi bermain portabel bagi pengguna di Indonesia.
Sejumlah eksperimen komunitas bahkan mencoba menghadirkan pengalaman lintas platform. Inisiatif seperti PS5X menunjukkan minat pemain terhadap fleksibilitas ekosistem, meski dengan sejumlah batasan teknis. Semua perkembangan ini memperlihatkan Xbox sebagai platform yang terus bergerak, termasuk dalam urusan model akses cloud gaming.
Dengan uji coba yang berjalan sebelum penerapan batas waktu pada November 2026, keputusan final soal tarif dan cakupan layanan akan menentukan bagaimana pemain menilai nilai cloud gaming Xbox ke depan. Harga “introductory” yang masih bisa berubah menjadi indikator bahwa skema ini belum sepenuhnya final.
[ META_DESCRIPTION]
Xbox uji coba cloud gaming berbayar bagi pemain tanpa Game Pass lewat Xbox Insider, dengan paket waktu mulai US$4 sebelum batas streaming berlaku November 2026.





Komentar
Belum ada komentar.