Gameplay screenshot Zero Parades For Dead Spies dari ZA/UM Studio

ZA/UM PHK 32 Karyawan Dua Bulan Setelah Rilis Zero Parades

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • ZA/UM Studio mengumumkan PHK yang berdampak pada 32 karyawan di semua departemen
  • PHK dilakukan dua bulan setelah perilisan game terbaru mereka, Zero Parades: For Dead Spies, pada Mei 2026
  • Penyebab PHK adalah performa komersial Zero Parades yang lemah, dengan puncak pemain bersamaan hanya 3.177
  • ZA/UM Studio sebelumnya mengalami konflik internal termasuk pemecatan tim inti dan gugatan hukum
  • Mantan karyawan ZA/UM mendirikan studio baru bernama Longdue yang mengerjakan game naratif-pertama
  • ZA/UM masih berkonsultasi dengan ZA/UM Workers' Alliance terkait PHK ini

Telset.id – Industri game kembali diguncang kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah ZA/UM Studio, pengembang di balik Disco Elysium dan Zero Parades: For Dead Spies, mengumumkan PHK yang berdampak pada 32 karyawannya. Keputusan ini diambil hanya dua bulan setelah perilisan game terbaru mereka pada Mei 2026.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, ZA/UM Studio menyatakan bahwa mereka telah “memberikan pemberitahuan pengurangan atau risiko PHK yang berdampak pada hingga 32 rekan kerja kami di semua departemen di ZA/UM Studio.” Langkah drastis ini langsung menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar dan pelaku industri, terutama mengingat kesuksesan besar yang diraih studio tersebut lewat Disco Elysium pada 2019 lalu.

Penyebab utama PHK ini adalah performa komersial yang lemah dari game terbaru mereka, Zero Parades: For Dead Spies. ZA/UM Studio secara terbuka mengakui bahwa “performa komersial yang lemah” dari game tersebut “tidak memungkinkan kami untuk mempertahankan studio dengan ukuran kami saat ini.” Data dari SteamDB menunjukkan bahwa game RPG espionase ini hanya mencapai puncak 3.177 pemain bersamaan saat dirilis, dan angka tersebut terus menurun secara stabil sejak saat itu.

Kabar PHK ini tentu bukanlah kejutan bagi para penggemar setia Disco Elysium. Sejak kesuksesan fenomenal game naratif berat tersebut pada 2019, ZA/UM Studio telah melalui serangkaian konflik internal yang cukup pelik. Konflik tersebut termasuk pemecatan tim inti pengembang game, gugatan hukum terkait pencurian kekayaan intelektual, dan tuduhan lingkungan kerja yang tidak bersahabat bagi perempuan.

Dampak dan Konteks Industri

PHK di ZA/UM Studio ini menjadi bagian dari tren yang lebih besar di industri video game. Banyak studio besar dan kecil yang melakukan perampingan organisasi setelah masa pertumbuhan yang pesat selama pandemi. Keputusan ZA/UM untuk melakukan PHK hanya dua bulan setelah merilis game baru menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan tingginya ekspektasi pasar saat ini.

Para mantan pengembang ZA/UM Studio kemudian mendirikan studio mereka sendiri yang bernama Longdue. Studio baru ini dikabarkan sedang mengerjakan game dengan pendekatan “naratif-pertama”, mirip dengan apa yang membuat Disco Elysium begitu ikonik. Sementara itu, terkait PHK terbaru, ZA/UM Studio menyatakan bahwa mereka masih “terus berkonsultasi dan bekerja sama dengan perwakilan dari ZA/UM Workers’ Alliance.”

Baca Juga:

Komunitas game, terutama penggemar Disco Elysium, menyambut kabar ini dengan kekecewaan. Banyak yang mempertanyakan arah masa depan ZA/UM Studio dan kualitas game-game yang akan mereka hasilkan ke depannya. Zero Parades: For Dead Spies sendiri sebenarnya mendapat ulasan yang cukup positif dari kritikus, namun sayangnya tidak mampu menarik basis pemain yang cukup besar untuk menopang operasional studio.

Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa kesuksesan satu game tidak menjamin keberlangsungan sebuah studio dalam jangka panjang. Manajemen yang buruk, konflik internal, dan keputusan bisnis yang kurang tepat bisa menggagalkan potensi besar yang dimiliki sebuah tim kreatif.

Gameplay screenshot of Zero Parades: For Dead Spies

Nasib Karyawan dan Masa Depan Studio

ZA/UM Studio belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai nasib para karyawan yang terkena PHK. Namun, dengan dibentuknya ZA/UM Workers’ Alliance, para pekerja tampaknya memiliki wadah untuk bernegosiasi dan memperjuangkan hak-hak mereka. Ini adalah langkah positif di tengah situasi yang sulit.

Sementara itu, eksistensi studio baru Longdue yang didirikan oleh mantan karyawan ZA/UM memberikan secercah harapan. Banyak penggemar berharap bahwa Longdue akan mampu menghadirkan game dengan kualitas narasi yang setara, atau bahkan melampaui, Disco Elysium. Perpecahan tim kreatif seringkali melahirkan inovasi baru di tempat lain.

Dari sisi industri, PHK di ZA/UM Studio ini menunjukkan pentingnya diversifikasi pendapatan dan perencanaan bisnis yang matang. Ketergantungan pada satu produk atau satu sumber pendapatan bisa menjadi bumerang jika produk tersebut gagal memenuhi target komersial. Kasus ini juga relevan dengan PHK Massal Bungie yang terjadi sebelumnya, menunjukkan pola serupa di industri game.

Para analis industri memperkirakan bahwa tren PHK di sektor game masih akan berlanjut dalam beberapa waktu ke depan. Perusahaan-perusahaan game akan terus melakukan efisiensi dan fokus pada proyek-proyek yang dianggap paling potensial secara komersial. Ini tentu menjadi tantangan besar bagi para pengembang game independen yang mengandalkan kreativitas dan inovasi.

Ke depannya, ZA/UM Studio perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap strategi bisnis dan pengembangan game mereka. Apakah mereka akan tetap fokus pada game naratif berat seperti Disco Elysium atau mencoba genre yang lebih mainstream? Keputusan ini akan sangat menentukan kelangsungan hidup studio di masa depan.

Bagi para penggemar, satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menunggu dan melihat langkah selanjutnya dari ZA/UM Studio. Mudah-mudahan, dengan perampingan organisasi ini, studio bisa lebih fokus dan menghasilkan karya-karya berkualitas yang bisa mengembalikan kejayaan mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.