Telset.id – Mayoritas konsumen menolak rencana kenaikan harga iPhone 18 Pro. Sebuah survei terhadap 1.066 responden mengungkapkan bahwa 58 persen atau 621 orang tidak bersedia membayar lebih mahal dari harga iPhone 17 Pro saat ini yang mencapai $1.099.
Kenaikan harga ini disebut tidak terhindarkan. CEO Apple yang akan segera pensiun, Tim Cook, secara terbuka menyatakan bahwa kenaikan harga tidak bisa dihindari. Penyebab utamanya adalah lonjakan biaya memori akibat permintaan tinggi dari perusahaan AI yang telah menghabiskan pasokan memori global.
Hasil survei menunjukkan bahwa hanya 7 persen responden atau 77 orang yang bersedia membayar kenaikan harga sebesar $150. Sementara itu, opsi kenaikan harga $50 dan $100 masing-masing hanya memperoleh 181 suara atau 17 persen.
Yang lebih mengkhawatirkan, laporan terbaru mengindikasikan bahwa iPhone 18 Pro kemungkinan akan mengalami kenaikan harga yang jauh lebih besar, yaitu antara $200 hingga $300. Jika benar, harga dasar iPhone 18 Pro akan berada di kisaran $1.299 hingga $1.399.
Meskipun demikian, analisis menunjukkan bahwa pasar ponsel premium mungkin tidak akan terpengaruh secara signifikan. Apple menguasai pasar ponsel premium dengan harga $600 ke atas, dan penggunanya sudah terbiasa membayar harga tinggi. Fenomena ini juga terlihat dari bertahannya lini iPhone reguler sementara iPhone SE dan iPhone mini justru tidak lagi diproduksi.
Kenaikan harga ini bukan hanya terjadi pada iPhone. Apple sebelumnya telah menaikkan harga pada jajaran komputer, tablet, dan produk lainnya dengan alasan yang sama: gangguan rantai pasok memori akibat AI. Hal ini juga tercermin pada MacBook Neo Naik Harga yang tetap menjadi pilihan terjangkau.
Para konsumen mungkin akan lebih menerima kenaikan harga jika perangkat yang mereka beli disertai dengan peningkatan yang signifikan. iPhone 18 Pro dikabarkan akan hadir dengan chip yang lebih cepat, daya tahan baterai lebih lama, sistem kamera yang ditingkatkan, dan beberapa perubahan visual.
Baca Juga:
Survei ini menunjukkan adanya kesenjangan ekspektasi yang besar antara keinginan konsumen dengan realitas pasar. Meskipun mayoritas responden menolak kenaikan harga, kondisi industri dan strategi harga Apple menunjukkan bahwa kenaikan harga tetap akan terjadi.
Pengamat industri mencatat bahwa ponsel pintar, terutama iPhone, tidak terlalu sensitif terhadap harga karena pengguna cenderung menghabiskan banyak waktu dengan perangkat mereka. Hal ini membuat konsumen lebih rela membayar mahal untuk mendapatkan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Dengan harga dasar iPhone 17 Pro yang sudah mencapai $1.099, kenaikan $200 hingga $300 untuk iPhone 18 Pro akan membawa harga masuk ke wilayah yang sebelumnya belum pernah dijamah oleh lini reguler iPhone. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Apple untuk meyakinkan konsumen bahwa peningkatan harga sebanding dengan peningkatan fitur.
Keputusan akhir ada di tangan konsumen. Namun, berdasarkan data survei ini, Apple harus bekerja keras untuk meyakinkan 58 persen konsumen yang menolak kenaikan harga bahwa iPhone 18 Pro layak untuk dibeli dengan harga yang lebih tinggi.





Komentar
Belum ada komentar.