📑 Daftar Isi

Adopsi AI Meningkat, Synology Soroti Kesiapan Infrastruktur Data

Adopsi AI Meningkat, Synology Soroti Kesiapan Infrastruktur Data

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Synology menyoroti kesiapan infrastruktur data dan keamanan siber di tengah meningkatnya adopsi AI di Indonesia. Dalam acara “Synology Annual Press Conference 2026” yang digelar di Four Seasons, Jakarta, pada 13 Oktober 2026, perusahaan memaparkan hasil survei bisnis di Indonesia sekaligus memperkenalkan pengembangan solusi penyimpanan data, perlindungan siber, produktivitas berbasis AI, dan sistem pengawasan cerdas.

Tantangan perusahaan kini bukan lagi sekadar mengadopsi teknologi, melainkan memastikan infrastruktur yang dimiliki mampu mendukung pemanfaatannya. Mulai dari mengelola pertumbuhan data, menjaga keberlangsungan operasional di tengah ancaman siber, hingga memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan dan kendali atas informasi bisnis.

“AI semakin banyak digunakan dalam operasional bisnis, mulai dari pengelolaan data hingga kolaborasi tim,” ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager di Synology. “Namun, penerapan AI perlu didukung infrastruktur yang mampu mengimbangi pertumbuhan data, sistem perlindungan yang andal, serta teknologi yang benar-benar membantu meningkatkan produktivitas perusahaan.”

Modernisasi Infrastruktur untuk Menghadapi Pertumbuhan Data AI

Pertumbuhan data akibat penggunaan AI membuat kebutuhan penyimpanan semakin kompleks. Berdasarkan survei Synology, hampir 88% responden di Indonesia mengkhawatirkan inefisiensi penyimpanan akibat peningkatan volume data AI dan duplikasi data.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penambahan kapasitas saja tidak cukup. Perusahaan membutuhkan infrastruktur yang mampu menjaga performa, mengoptimalkan penyimpanan, dan berkembang sesuai kebutuhan bisnis, mulai dari UMKM hingga enterprise.

Synology terus memperluas portofolio penyimpanannya untuk memenuhi kebutuhan bisnis dari berbagai skala, mulai dari skala UKM dengan kebutuhan penyimpanan dan kolaborasi sehari-hari hingga skala enterprise yang menangani beban kerja kompleks. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengembangkan infrastruktur secara bertahap sesuai kebutuhan operasional.

Untuk kebutuhan enterprise, PAS7700 memperluas lini solusi Synology melalui teknologi penyimpanan NVMe yang dirancang untuk kebutuhan kritikal. Sementara itu, solusi penyimpanan generasi terbaru dalam seri FS dan RS juga mendukung kebutuhan penyimpanan berperforma tinggi maupun operasional bisnis secara umum. Pengembangan ini tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga pada peningkatan ketersediaan sistem, kemudahan pengelolaan, dan skalabilitas infrastruktur.

Menjawab efisiensi kapasitas, Synology juga mengembangkan fitur Synology Tiering dan reduksi data pada sistem operasi DSM 7.4. Teknologi ini membantu mengoptimalkan kapasitas penyimpanan dengan mengelola penempatan data berdasarkan pola akses serta mengurangi duplikasi yang tidak diperlukan.

“Seiring bertambahnya volume data, perusahaan tidak cukup hanya menambah kapasitas penyimpanan. Infrastruktur juga harus mampu menjaga performa, meningkatkan efisiensi, dan tetap mudah dikelola meskipun kebutuhan semakin kompleks,” ujar Joshua Nathanael, Sales Manager Synology. “Pengembangan solusi kami, mulai dari platform berperforma tinggi seperti PAS7700 hingga fitur Synology Tiering dan reduksi data, ditujukan untuk membantu perusahaan mengoptimalkan infrastruktur seiring perkembangan kebutuhan bisnis.”

Ke depannya, Synology juga tengah mengembangkan teknologi scale-out storage, yang memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas dan performa penyimpanan secara lebih fleksibel.

Ketahanan Siber Membutuhkan Strategi Backup yang Terpisah

Meningkatnya ancaman ransomware membuat kemampuan pemulihan data semakin penting. Namun, banyak perusahaan masih mengandalkan sistem backup yang berisiko terdampak ketika infrastruktur utama diserang.

Lingkungan IT yang semakin kompleks membuat pengelolaan keamanan siber menjadi lebih menantang. Perusahaan kerap menggunakan berbagai solusi terpisah untuk melindungi perangkat, jaringan, layanan cloud, sistem backup, hingga pemantauan keamanan. Namun, banyaknya solusi yang digunakan tidak selalu menjamin ketahanan bisnis, terutama jika infrastruktur backup masih menghadapi risiko yang sama dengan sistem utama.

Survei Synology menunjukkan bahwa hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan Indonesia yang sangat yakin dapat memulihkan operasional dengan cepat setelah serangan ransomware, sekaligus memastikan data backup tetap terlindungi dari perubahan, enkripsi, maupun penghapusan.

Temuan ini menegaskan bahwa memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan juga perlu memastikan tersedianya sistem pemulihan yang tetap aman dan dapat diandalkan ketika infrastruktur utama mengalami serangan.

Perlindungan data yang lebih menyeluruh mencakup penyimpanan beberapa salinan backup di lokasi berbeda, perlindungan data agar tidak dapat diubah, serta pengujian pemulihan secara berkala. Strategi seperti 3-2-1-1-0, immutable backup, dan air-gap membantu memastikan salinan data tetap terlindungi dan dapat dipulihkan saat terjadi insiden.

Synology mengembangkan ActiveProtect sebagai perangkat backup khusus yang memusatkan perlindungan data sekaligus memisahkan infrastruktur pemulihan dari sistem produksi utama.

Melalui ActiveProtect, perusahaan dapat mengelola backup secara terpusat dengan dukungan perlindungan immutable dan kemampuan isolasi dalam satu platform. ActiveProtect Manager 2.0 juga memperluas kompatibilitas terhadap lingkungan virtualisasi enterprise, termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE, serta mendukung kebutuhan pemulihan di lingkungan on-premise maupun cloud.

Selain pengembangan dari sisi software, Synology turut memperluas lini ActiveProtect melalui DP5200, perangkat backup berukuran ringkas 1U yang dirancang untuk kebutuhan perusahaan dengan infrastruktur tersebar di kantor pusat, cabang, maupun berbagai lokasi operasional.

“Memiliki backup saja belum cukup. Perusahaan harus memastikan data backup tetap aman dan benar-benar dapat dipulihkan saat terjadi serangan,” jelas Joshua. “ActiveProtect menggabungkan immutable backup, isolasi, dan pengelolaan pemulihan terpusat dalam satu perangkat khusus, sehingga perusahaan memiliki sistem pemulihan yang lebih andal dan terpisah dari lingkungan produksi.”

Sejalan dengan itu, Human Error juga menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi perusahaan dalam menjaga ketahanan siber.

Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Tanpa Mengorbankan Kendali Data

AI membuka peluang untuk meningkatkan produktivitas kerja, terutama dalam aktivitas administratif dan kolaborasi. Mulai dari menyusun dokumen, membuat presentasi, menerjemahkan materi, mencari informasi, hingga mengolah spreadsheet, berbagai pekerjaan rutin dapat dilakukan dengan lebih efisien melalui bantuan AI.

Namun, survei Synology menemukan bahwa lebih dari 80% perusahaan Indonesia masih menghabiskan setidaknya dua jam setiap minggu untuk menyusun, memformat, atau menerjemahkan dokumen tanpa bantuan AI.

Di sisi lain, semakin luasnya penggunaan AI juga menimbulkan perhatian terhadap keamanan informasi, terutama terkait lokasi pemrosesan data dan kendali perusahaan atas informasi sensitif.

Synology mengembangkan kemampuan AI dalam ekosistem produktivitas dan kolaborasi berbasis on-premises, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan AI dengan tetap mempertahankan kendali atas data bisnis mereka.

Melalui Synology Office Suite, AI dapat membantu penyuntingan dokumen, pembuatan konten presentasi, hingga pencarian formula spreadsheet. Kemampuan ini juga dilengkapi dengan Synology ChatPlus dan Meet untuk mendukung komunikasi serta kolaborasi tim dalam satu ekosistem.

Selain meningkatkan efisiensi kerja, pendekatan ini memungkinkan perusahaan mempertahankan kebijakan akses dan tata kelola informasi sesuai kebutuhan internal, tanpa harus memindahkan data bisnis ke berbagai platform yang terpisah.

Mengoptimalkan Pengawasan Fisik melalui Teknologi AI

Penerapan AI tidak hanya terbatas pada pekerjaan kantor, tetapi juga semakin relevan dalam pengelolaan operasional fisik. Bagi perusahaan yang mengelola toko, pabrik, kampus, gudang, atau gedung perkantoran, sistem pengawasan menghasilkan volume rekaman video yang besar setiap harinya.

Banyaknya rekaman tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika tim keamanan perlu mencari kejadian tertentu atau melakukan investigasi secara cepat.

Synology mengembangkan kemampuan AI dalam sistem pengawasan untuk membantu proses analisis dan pencarian rekaman video. Melalui DVA7400, teknologi deteksi berbasis AI dan pencarian video cerdas memungkinkan tim keamanan menemukan kejadian yang relevan dengan lebih cepat, tanpa harus meninjau seluruh rekaman secara manual.

Dengan kemampuan tersebut, rekaman pengawasan tidak lagi hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai informasi operasional untuk mempercepat investigasi dan penanganan insiden.

Synology juga memperkenalkan pengembangan teknologi hybrid surveillance, yang menggabungkan sistem on-premise dan cloud untuk memberikan fleksibilitas implementasi sesuai skala serta kebutuhan pengawasan perusahaan.

Pengembangan ini mencerminkan peran AI yang semakin luas dalam mendukung efisiensi operasional, baik melalui produktivitas dan kolaborasi digital maupun pengawasan fisik dan respons terhadap insiden.

Membangun Ketahanan Bisnis di Era AI

Bagi Synology, transformasi AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas teknologi tersebut diadopsi, tetapi juga oleh kesiapan infrastruktur yang mendukungnya. Perusahaan membutuhkan sistem penyimpanan yang dapat berkembang sesuai kebutuhan, strategi backup yang andal, solusi produktivitas yang menjaga kendali atas data, serta teknologi pengawasan yang mampu meningkatkan efisiensi operasional.

“Ketika perusahaan memiliki infrastruktur yang dapat diandalkan, mampu memulihkan operasional saat terjadi gangguan, dan memanfaatkan AI tanpa kehilangan kendali atas data, teknologi dapat menjadi fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Clara. “Ketahanan bisnis bukan hanya tentang mencegah gangguan, tetapi juga memastikan perusahaan dapat terus beroperasi, beradaptasi, dan berkembang menghadapi perubahan.”

Melalui pengembangan portofolio penyimpanan data, ActiveProtect, produktivitas berbasis AI, dan sistem pengawasan cerdas, Synology terus mendukung perusahaan dalam membangun infrastruktur yang lebih tangguh untuk menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi AI.

Dalam konteks yang lebih luas, kesiapan menghadapi ancaman siber juga menjadi perhatian global, seperti yang tercermin dalam isu Ancaman Siber 2026 dan insiden pada infrastruktur data center seperti Data Center Yandex.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.