📑 Daftar Isi

Ilustrasi wireless charger dan smartphone dengan logo Apple, Google, dan Xiaomi

Apple, Google, dan Xiaomi Garap Standar Wireless Charging 50W Universal

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple, Google, Xiaomi, dan 20+ perusahaan teknologi berkumpul di Beijing untuk finalisasi standar Qi 50W
  • Pertemuan WPC Off-cycle Meeting berfokus pada spesifikasi teknis, pengujian prototipe, dan interoperabilitas
  • Xiaomi mengadvokasi arsitektur 'small inductance, low voltage, high power' untuk standar baru
  • Standar Qi 50W diperkirakan final pada 2028, mengejar ketertinggalan dari teknologi proprietary
  • Manfaat utama: solusi universal yang bekerja di semua merek tanpa mengunci pengguna dalam satu ekosistem

Telset.id – Apple, Google, Xiaomi, dan puluhan perusahaan teknologi global lainnya baru saja menggelar pertemuan tertutup di Beijing untuk membahas standar pengisian daya nirkabel generasi berikutnya. Jika sukses, standar Qi 50W ini bisa menjadi solusi universal yang mengakhiri era pengisian daya cepat yang terkunci dalam ekosistem merek tertentu.

Pertemuan yang digelar oleh Wireless Power Consortium (WPC) selama empat hari itu merupakan tonggak penting dalam pengembangan standar Qi 50W. Menurut laporan ITHome, acara yang dihosting oleh Xiaomi ini berfokus pada penyempurnaan spesifikasi teknis, pengujian prototipe perangkat keras, dan memastikan perangkat dari berbagai merek dapat bekerja secara mulus satu sama lain.

Ini adalah pertama kalinya WPC mengadakan Off-cycle Meeting di Beijing, menandakan betapa seriusnya industri dalam mendorong standar pengisian daya nirkabel yang lebih cepat, aman, dan andal.

Kolaborasi Raksasa Teknologi di Balik Standar Qi 50W

Wireless Power Consortium adalah organisasi di balik standar Qi yang digunakan oleh ribuan smartphone, earbud, dan aksesori di seluruh dunia. Dengan lebih dari 300 perusahaan anggota dan lebih dari 13.000 produk bersertifikat Qi di pasaran, konsorsium ini memainkan peran krusial dalam memastikan kompatibilitas lintas merek.

Dalam pertemuan terbaru, lebih dari 20 perusahaan dari seluruh ekosistem pengisian daya nirkabel hadir. Para peserta termasuk Apple, Google, Xiaomi, OPPO, Huawei, Honor, vivo, Anker, Panasonic Automotive Systems, Philips, NXP, Dolby Laboratories, Renesas, serta beberapa produsen semikonduktor dan komponen lainnya.

Menurut Xiaomi, diskusi berfokus pada tiga area utama: finalisasi arah teknis spesifikasi Qi 50W, pengujian prototipe perangkat keras, dan verifikasi interoperabilitas antar perangkat dari berbagai produsen. Xiaomi juga mengadvokasi arsitektur “small inductance, low voltage, high power” miliknya untuk diadopsi sebagai bagian dari standar baru. Perusahaan mengklaim pendekatan ini dapat mengurangi kehilangan energi, meningkatkan performa termal, meningkatkan efisiensi pengisian daya, dan memungkinkan desain smartphone yang lebih tipis.

Spesifikasi Qi 50W masih dalam tahap pengembangan dan saat ini diperkirakan akan difinalisasi pada tahun 2028. Langkah kolaboratif ini mirip dengan upaya yang dilakukan Apple saat menghadapi Krisis RAM 2027 yang memaksa mereka mencari jalur alternatif pasokan.

Mengapa Standar 50W Universal Lebih Penting dari Kecepatan Semata

Menariknya, spesifikasi standar Qi kini justru berusaha mengejar ketertinggalan dari teknologi pengisian daya proprietary yang sudah melampaui 50W. OnePlus telah mengkomersialkan pengisian daya nirkabel 50W AirVOOC di beberapa flagship smartphone, sementara OPPO juga menawarkan 50W AirVOOC di perangkat premiumnya. Xiaomi sendiri telah memperkenalkan pengisian daya nirkabel 50W secara komersial dan mendemonstrasikan sistem eksperimental yang mampu melampaui 80W.

Wireless Charger

Namun, sisi negatifnya adalah solusi-solusi ini tetap proprietary. Pengguna biasanya membutuhkan charger dan aksesori yang kompatibel dari produsen yang sama untuk mencapai kecepatan pengisian daya yang diiklankan.

Di sinilah standar Qi 50W bisa membuat perbedaan yang berarti. Alih-alih sekadar meningkatkan daya pengisian, tujuannya adalah menciptakan solusi universal yang bekerja dengan andal di berbagai merek sambil mempertahankan standar keamanan dan kompatibilitas yang tinggi.

OnePlus 50W AirVOOC

Jika Apple, Google, Xiaomi, dan anggota WPC lainnya dapat menyepakati spesifikasi yang sama, smartphone masa depan bisa menghadirkan pengisian daya nirkabel yang jauh lebih cepat tanpa mengunci pengguna dalam satu ekosistem. Bagi konsumen, hal itu pada akhirnya mungkin lebih berharga daripada mengejar kecepatan pengisian daya yang terus meningkat.

Standar 50W universal berarti membeli satu charger yang kompatibel dan bekerja secara efisien di berbagai perangkat, terlepas dari logo di bagian belakang ponsel. Ini sejalan dengan upaya Apple yang terus berinovasi, seperti saat mereka merilis iOS 26.5.2 untuk memperbaiki puluhan celah keamanan.

Bagi para penggemar industri, perkembangan ini menjadi kunci untuk memahami masa depan pengisian daya. Sama seperti persiapan Apple untuk layar OLED iMac, standarisasi Qi 50W akan membawa dampak besar pada ekosistem aksesori. Dengan kata lain, standar 50W universal bukan hanya tentang kecepatan, tetapi tentang kebebasan memilih dan interoperabilitas yang sesungguhnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.