Telset.id – Apple kembali menghadirkan logo Apple yang menyala di bagian belakang MacBook Pro layar sentuh, menjadikannya MacBook pertama dalam hampir satu dekade yang membawa fitur ikonik tersebut. Kebangkitan logo bercahaya ini dimungkinkan oleh layar PROLED XDR berbasis OLED tandem, yang tidak lagi membutuhkan backlight sehingga menyisakan ruang di dalam lid laptop yang kini lebih tipis.
Perubahan ini menjadi sorotan karena Apple telah lama meninggalkan logo menyala pada lini MacBook. Menurut laporan TechRadar yang melihat langsung perangkat tersebut, logo itu tampak seperti logam poles saat laptop tertutup, lalu berubah menjadi putih terang menyala ketika dibuka. Kehadirannya bukan sekadar urusan estetika, melainkan penanda bahwa pengguna memakai MacBook Pro edisi khusus, yakni model pertama Apple dengan layar sentuh.
Apple sendiri belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusan menghadirkan kembali logo menyala tersebut. Namun, langkah ini dibaca sebagai bentuk penghormatan kepada para penggemar Apple yang merindukan detail desain klasik itu.
Peran Layar PROLED XDR di Balik Logo Menyala
Kembalinya logo menyala pada MacBook Pro layar sentuh tidak lepas dari teknologi PROLED XDR yang menjadi otak tampilannya. Setiap piksel pada panel OLED bersifat emissive, artinya layar memancarkan cahayanya sendiri tanpa memerlukan lampu backlight tambahan. Karena itu, Apple bisa memangkas ketebalan lid laptop tanpa kehilangan ruang yang dibutuhkan untuk komponen lain.
Justru setelah lid dibuat lebih tipis, masih tersisa cukup ruang untuk memberi logo Apple lampu latarnya sendiri. Hal ini terbilang tidak lazim, sebab kini ada sumber cahaya khusus untuk logo, terpisah dari layar utama. Menariknya, lampu tambahan itu diklaim tidak memakan ruang ekstra dan tidak mengonsumsi energi yang terukur. Inilah yang membuat desain logo menyala bisa hadir tanpa mengorbankan profil tipis perangkat.
Selain memungkinkan logo bercahaya, layar PROLED XDR juga menjadi alasan utama lahirnya MacBook Pro layar sentuh. Teknologi digitizer terintegrasi yang baru membuat layar bisa merespons sentuhan, sementara ketebalan panel OLED tandem mendukung konstruksi bodi yang ramping.

Respons Antusias Saat Logo Diungkap
CEO Apple John Ternus sempat memberi petunjuk kembalinya logo menyala melalui sebuah teaser singkat di platform X. Unggahan itu menampilkan cahaya yang menyorot logo Apple di atas permukaan datar. Saat itu, isyarat tersebut hanya dianggap sebagai cara lain untuk menonjolkan merek Apple dan kabar besar yang akan datang.
Petunjuk itu terbayar ketika Ternus mengumumkan secara langsung bahwa logo menyala kembali hadir di MacBook Pro baru dalam presentasi peluncuran. Kalimat singkatnya, “the logo is back”, disambut antusias oleh penonton yang hadir. Reaksi tersebut menunjukkan bahwa detail desain ini punya tempat tersendiri di hati pengguna setia Apple.
Bagi sebagian pengamat, logo menyala memang bukan hal baru yang revolusioner. Seorang jurnalis yang meliput peluncuran mengaku tidak terlalu terikat pada logo menyala versi lama. Ia justru mengingat percakapan dengan Ternus saat masih menjabat sebagai pemimpin hardware Apple, tentang bagaimana perusahaan memahat logo stainless steel super tipis dan berkilau untuk MacBook 12, sementara sisa rangkanya berbahan aluminium brushed. Momen itu dulu dianggap penting, meski logonya tidak menyala.
Baca Juga:
Selain sebagai nostalgia, logo menyala kini menjalankan fungsi praktis. Ia langsung memberi sinyal bahwa pengguna sedang memakai MacBook Pro istimewa, model pertama dengan layar sentuh. Dalam ekosistem produk Apple yang rapat, penanda visual semacam ini membantu membedakan perangkat di antara lini yang tampak serupa.

Yang masih menjadi tanda tanya adalah bagaimana Apple membuat logo menyala itu tetap tampak seperti logam poles ketika laptop dalam keadaan tertutup. TekRadar menyebut detail ini sebagai rahasia rekayasa yang kemungkinan besar tidak akan diungkap perusahaan, bahkan setelah perangkat dibongkar dalam teardown yang biasanya beredar setelah peluncuran.
Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan laptop premium, keputusan Apple menghadirkan kembali logo menyala menandai pergeseran desain yang layak dicermati. Sebelumnya, sejumlah inovasi tampilan juga menjadi perhatian, seperti yang terlihat pada temuan model AI yang ramai dibahas di dunia teknologi. Perubahan pada MacBook Pro layar sentuh menunjukkan bahwa Apple masih memadukan teknologi baru dengan elemen warisan desainnya.
Kembalinya logo menyala sekaligus menegaskan posisi layar PROLED XDR sebagai fondasi sejumlah perubahan pada MacBook Pro terbaru. Mulai dari kemampuan layar sentuh hingga profil bodi yang lebih tipis, teknologi panel OLED tandem menjadi titik sentral yang memungkinkan semuanya. Detail seperti lampu khusus untuk logo, tanpa tambahan ruang dan konsumsi energi yang terukur, menjadi bukti bahwa efisiensi panel dimanfaatkan hingga ke bagian terkecil perangkat.
[INFO_GRAFIS]
Judul: Logo Apple Menyala di MacBook Pro Layar Sentuh
Isi:
- Fitur logo menyala kembali setelah hampir satu dekade absen di lini MacBook.
- Dimungkinkan layar PROLED XDR berbasis OLED tandem tanpa backlight.
- Logo tampak seperti logam poles saat tertutup, menyala putih saat dibuka.
- Lampu khusus logo tidak memakan ruang ekstra dan tidak konsumsi energi terukur.
- Diumumkan CEO Apple John Ternus lewat kalimat “the logo is back”.
- Cara Apple membuat logo tetap tampak seperti logam poles saat tertutup belum diungkap.





Komentar
Belum ada komentar.