Telset.id – Pengalaman menonton pertandingan baseball melalui Apple Vision Pro dalam realitas virtual imersif terbukti mengesankan secara visual, namun terasa aneh dan isolatif bagi penggemar setia. Apple dan Major League Baseball (MLB) memilih laga klasik Boston Red Sox melawan New York Yankees sebagai pertandingan pertama dari empat seri yang disiarkan melalui perangkat tersebut.
Pengalaman ini menjadi sorotan utama karena menandai langkah besar Apple dalam menghadirkan konten olahraga langsung ke perangkat wearable. Meskipun teknologi yang digunakan sangat mumpuni, pertanyaan mendasar muncul: apakah cara menonton seperti ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan penggemar baseball?
Menonton baseball melalui Apple Vision Pro menghadirkan sensasi yang belum pernah ada sebelumnya. Saat pertama kali mengenakan headset untuk menyaksikan acara pramusim, pengguna dibuat terkesima oleh kedekatan visual dengan para pemain. Pitcher starter Yankees, Cam Schlittler, terlihat sangat tinggi saat melakukan pemanasan di bullpen. Wawancara dengan Jazz Chisholm Jr. bahkan terasa seperti berdiri terlalu dekat dengannya.
Namun, sensasi kedekatan yang menakutkan itu tidak bertahan lama. Pada Apple Vision Pro, penonton menyaksikan pertandingan terutama dari dua sudut pandang, yaitu di samping masing-masing dugout tim ketika tim tersebut sedang melakukan pukulan. Posisi ini terkunci dan tidak bisa dipindahkan sesuka hati.
Sudut pandang ini cukup baik untuk melihat pergerakan vertikal lemparan bola. Akan tetapi, untuk batter kanan yang timnya berada di dugout base ketiga, atau batter kiri dari sisi base pertama, tubuh mereka sebagian menghalangi pandangan. Tampilan imersif juga tidak mengikuti aksi di outfield karena perspektif terkunci di samping dugout.
Hasilnya, penonton merasa berada di tengah aksi namun juga dalam jarak yang aneh. Bahkan ground ball dan permainan infield terasa agak jauh, terutama jika menonton dari sisi base ketiga dengan pelari di base pertama dan kedua.
Keterbatasan Visual dan Ketergantungan pada Layar Konvensional
Siaran imersif Apple Vision Pro menyertakan layar mengambang bergaya jumbotron yang menampilkan siaran TV tradisional beserta statistik pemain. Banyak penonton justru mengalihkan perhatian ke siaran standar karena sulit melacak bola begitu meninggalkan area batter. Replay imersif dari sudut pandang baru seperti outfield atau dekat base pertama membantu menjembatani perasaan berjarak tersebut.
Namun, tampilan Vision Pro tidak terlalu responsif terhadap apa yang terjadi secara real-time. Ketika second baseman Red Sox, Nick Sogard, memukul fly ball yang nyaris menjadi home run di awal pertandingan, tampilan imersif tidak mampu menangkap momen tersebut dengan menarik. Momen-momen aneh dalam baseball menjadi pertanyaan besar: bagaimana tangkapan layar saat bench clearing dalam situasi memanas, mengingat dugout digelapkan selama inning berlangsung?
Kejadian langka seperti bola yang tersangkut di antara bantalan dinding dan tanah, yang tiba-tiba menjadi sangat penting, juga sulit diikuti hanya dengan tampilan imersif. Saat fly ball Red Sox ditangkap oleh centerfielder Yankees, Trent Grisham, dengan lompatan tepat di dekat dinding, tampilan imersif saja tidak cukup untuk mengikuti permainan dengan dekat. Penonton tetap membutuhkan layar siaran TV sebagai pelengkap realitas hiper tersebut.
Baca Juga:
Meski demikian, ada beberapa momen yang benar-benar terasa seperti cara baru menikmati olahraga yang sudah sangat tua ini. Pandangan sekilas ke dalam dugout tim menawarkan sudut yang jarang terlihat: layar dengan siaran langsung bullpen, atau biji bunga matahari yang beterbangan ke tanah. Lingkaran on-deck, tempat pemain melakukan persiapan ritual sebelum giliran memukul, biasanya hanya terlihat sesekali di siaran biasa, namun terlihat jelas di Vision Pro.
Setelah Schlittler ditarik dari pertandingan di inning keenam, tampilan imersif memperlihatkan dirinya di dugout, menggelengkan kepala dengan frustrasi dan menuju clubhouse dengan kepala tertunduk. Detail seperti ini mungkin tidak akan terlihat dalam siaran biasa, setidaknya tidak sedekat ini.
Pertanyaan Besar: Untuk Siapa Pengalaman Ini?
Pengalaman menonton baseball di Apple Vision Pro menimbulkan pertanyaan mendasar tentang target pengguna teknologi ini. Teknologi yang digunakan memang luar biasa, namun terasa aneh dan steril saat digunakan sendirian di sofa, sementara orang-orang di sekitar menonton pengguna menonton sesuatu sendirian.
Momen-momen baseball paling berkesan biasanya terjadi bersama orang lain, dan tidak bergantung pada seberapa bagus pandangan atau seberapa dekat dengan pemain. Menonton imersif mungkin menjadi cara yang menyenangkan bagi penggemar kasual atau orang yang tertarik teknologi untuk menikmati pertandingan dengan cara yang nyaman dan berisiko rendah.
Namun, bagi penggemar yang menjadikan baseball sebagai bagian dari ritme harian, musim panas, atau tahunan, sulit membayangkan secara rutin memilih headset dibandingkan cara lain untuk mengikuti olahraga ini. Pengalaman Vision Pro tampaknya mengoptimalkan hal yang salah: teknologi ini baru dan pasti menarik, setidaknya sampai menyadari bahwa ini bukanlah yang dicari sejak awal.
Bagi pengguna yang penasaran dengan perkembangan terbaru Apple, masa depan Siri juga menjadi perbincangan hangat. Sementara itu, industri harga chipset juga mengalami perubahan yang perlu dicermati.





Komentar
Belum ada komentar.