Telset.id – Arm resmi memperkenalkan CSS for Mobile 2, platform komputasi AI-native untuk smartphone yang dibangun dengan GPU Mali G2-Ultra NX dan CPU C2-Ultra serta C2-Pro. Platform ini menjadi penerus dari Arm Compute Subsystem (CSS) yang pertama kali diperkenalkan tahun lalu sebagai solusi turnkey untuk desain chipset.
Kehadiran Arm CSS for Mobile 2 menandai perubahan signifikan dalam cara chipset mobile dirancang, terutama untuk menghadapi era komputasi AI yang semakin berat di perangkat. Platform ini menargetkan kebutuhan pemrosesan AI yang terus meningkat, termasuk untuk tugas-tugas AI agen yang membutuhkan latensi rendah dan efisiensi daya tinggi.
Klaster CPU C2 pada Arm CSS for Mobile 2 mencakup inti Ultra dan Pro yang dilengkapi dengan SME2 (Scalable Matrix Extension) untuk menangani tugas AI agen. Sementara itu, GPU Mali G2-Ultra NX menjadi GPU Mali pertama yang memiliki akselerasi AI khusus di dalamnya.
GPU Mali G2-Ultra NX dengan AI Acceleration
Arm Mali G2-Ultra NX menandai tonggak baru dalam lini GPU Mali karena menjadi produk pertama yang memiliki perangkat keras akselerasi AI khusus. Kehadiran unit AI ini memungkinkan peningkatan performa hingga 4x lebih tinggi per watt untuk grafis neural, yaitu grafis yang ditingkatkan, direkonstruksi, atau bahkan sepenuhnya dihasilkan oleh Arm Neural Technology.
Kemampuan ini membuka peluang baru dalam pengalaman visual di smartphone, di mana GPU tidak hanya bertugas merender grafis secara tradisional, tetapi juga dapat memanfaatkan AI untuk menghasilkan atau meningkatkan kualitas gambar secara real-time. Ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan aplikasi dan game yang memanfaatkan teknologi AI generatif.

CPU C2-Ultra dan C2-Pro dengan SME2
Di sisi CPU, Arm C2-Ultra diklaim sebagai inti tercepat yang pernah dibuat perusahaan. Dibandingkan pendahulunya, C1-Ultra, inti C2-Ultra mampu memberikan peningkatan performa single-thread hingga 15 persen. Alternatifnya, pada tingkat performa yang sama, C2-Ultra dapat menghemat daya hingga 38 persen.
Sementara itu, inti C2-Pro dirancang dengan fokus pada efisiensi. Kombinasi keduanya dalam klaster CPU C2 memberikan keseimbangan antara performa tinggi dan konsumsi daya yang optimal untuk berbagai skenario penggunaan.
Kehadiran dua unit SME2 memungkinkan komputasi AI dengan latensi rendah langsung di CPU. Desain ini membawa dua kali lipat daya komputasi dibandingkan generasi C1, yang menghasilkan percepatan hingga 70 persen pada Small Language Models (SLM). Kemampuan ini sangat relevan untuk asisten virtual dan aplikasi AI yang berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud.

Adopsi SME2 sendiri telah berjalan luas di ekosistem mobile. Teknologi ini telah diadopsi oleh perangkat Android dan iOS, dengan berbagai kolaborasi yang melibatkan Alipay, Google AI Edge Gallery, Oppo, dan vivo. Dukungan dari nama-nama besar ini menunjukkan bahwa SME2 telah menjadi standar de facto untuk komputasi AI di perangkat mobile.
Dengan kombinasi GPU yang memiliki akselerasi AI khusus dan CPU dengan unit SME2, Arm CSS for Mobile 2 dirancang untuk menangani beban kerja AI yang semakin kompleks di smartphone. Ini mencakup berbagai skenario mulai dari pemrosesan bahasa alami, pengenalan gambar, hingga aplikasi AI generatif yang membutuhkan daya komputasi besar.
Pendekatan Arm dengan CSS memungkinkan mitra untuk mempercepat waktu pengembangan chipset karena platform ini sudah menyediakan komponen yang telah terintegrasi dan teruji. Dengan CSS for Mobile 2, Arm memberikan fondasi yang lebih kuat bagi produsen chipset untuk membangun solusi yang siap menghadapi tuntutan AI di masa depan.
Baca Juga:
Perkembangan komputasi AI di perangkat mobile memang menjadi tren yang semakin dominan. Berbagai vendor terus menghadirkan inovasi untuk mendukung kebutuhan ini, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Arm sebagai pemasok desain chip terbesar di dunia memiliki peran sentral dalam menentukan arah perkembangan ini.
Dengan CSS for Mobile 2, Arm tidak hanya menawarkan peningkatan performa mentah, tetapi juga pendekatan yang lebih holistik terhadap komputasi AI. Integrasi akselerasi AI langsung di GPU dan CPU menunjukkan bahwa Arm melihat AI sebagai beban kerja yang harus didukung di seluruh komponen pemrosesan, bukan hanya di unit khusus seperti NPU.
Bagi konsumen, dampak dari platform ini akan terasa pada generasi smartphone berikutnya yang menggunakan chipset berbasis Arm CSS for Mobile 2. Pengalaman AI yang lebih responsif, grafis yang lebih imersif dengan dukungan neural rendering, serta efisiensi daya yang lebih baik adalah beberapa manfaat yang bisa diharapkan.
Kehadiran SME2 yang telah diadopsi luas oleh ekosistem Android dan iOS juga memastikan bahwa aplikasi-aplikasi AI populer dapat memanfaatkan kemampuan ini secara optimal. Kolaborasi dengan Alipay, Google AI Edge Gallery, Oppo, dan vivo menunjukkan bahwa ekosistem perangkat lunak sudah siap mendukung infrastruktur baru ini.
Arm CSS for Mobile 2 menjadi bukti bahwa persaingan di industri chipset mobile semakin ketat, terutama dalam hal kemampuan AI. Platform ini memberikan landasan yang kuat bagi produsen untuk menciptakan produk yang lebih kompetitif di pasar yang semakin menuntut kemampuan AI canggih.

Meskipun Arm belum mengumumkan mitra mana yang akan menjadi pengguna pertama CSS for Mobile 2, sejarah menunjukkan bahwa platform CSS sebelumnya telah diadopsi oleh beberapa produsen chipset besar. Dengan kemampuan yang ditawarkan, platform ini berpotensi menjadi pilihan utama bagi perusahaan yang ingin menghadirkan kemampuan AI kelas atas di produk mereka.
Keunggulan lain dari CSS for Mobile 2 adalah pendekatan turnkey yang ditawarkan Arm. Dengan menyediakan komponen yang telah terintegrasi, produsen chipset dapat mengurangi risiko desain dan mempercepat waktu ke pasar. Ini menjadi nilai tambah yang signifikan di tengah persaingan yang semakin ketat di industri smartphone.
Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa Arm terus berinvestasi dalam teknologi AI. Dari perspektif industri, langkah ini sejalan dengan kebutuhan pasar akan perangkat yang mampu menjalankan model AI secara lokal, mengurangi ketergantungan pada komputasi cloud yang memiliki keterbatasan latensi dan privasi.
Dengan semakin banyaknya aplikasi yang memanfaatkan AI generatif, kemampuan untuk menjalankan model-model tersebut secara efisien di perangkat menjadi semakin penting. Arm CSS for Mobile 2 menjawab kebutuhan ini dengan menyediakan infrastruktur yang mampu menangani beban kerja AI yang berat tanpa mengorbankan efisiensi daya.
Bagi pengembang aplikasi, platform ini membuka peluang untuk menciptakan pengalaman yang lebih kaya dengan memanfaatkan kemampuan AI yang ada di perangkat. Dukungan SME2 yang luas juga memastikan bahwa aplikasi yang dibangun dapat berjalan di berbagai perangkat tanpa perlu optimasi khusus yang ekstensif.
Arm CSS for Mobile 2 merupakan langkah maju yang signifikan dalam evolusi komputasi mobile. Dengan kombinasi GPU AI-native dan CPU berperforma tinggi, platform ini siap menjadi fondasi bagi generasi smartphone berikutnya yang tidak hanya lebih pintar, tetapi juga lebih efisien dalam mengelola berbagai tugas komputasi berat.
Keputusan Arm untuk menghadirkan akselerasi AI langsung di GPU dan CPU menunjukkan perubahan paradigma dalam desain chipset. Alih-alih mengandalkan unit pemrosesan terpisah, pendekatan terintegrasi ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya komputasi yang lebih optimal dan responsif terhadap berbagai jenis beban kerja AI.
Ke depannya, keberhasilan CSS for Mobile 2 akan sangat bergantung pada adopsi oleh produsen chipset dan dukungan ekosistem perangkat lunak. Dengan fondasi yang telah dibangun melalui adopsi SME2 yang luas, Arm berada di posisi yang baik untuk mendorong adopsi platform ini secara lebih luas di industri.





Komentar
Belum ada komentar.