πŸ“‘ Daftar Isi

Ayaneo Hentikan Pocket Fit 8 Elite, Biaya Komponen Jadi Penghalang

Ayaneo Hentikan Pocket Fit 8 Elite, Biaya Komponen Jadi Penghalang

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:1 April 2026
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Sebuah pengumuman yang cukup mengejutkan datang dari Ayaneo. Perusahaan asal Tiongkok itu secara resmi menghentikan produksi handheld Android andalannya, Pocket Fit 8 Elite. Apa penyebabnya? Ternyata, biaya komponen yang melambung tinggi, terutama RAM dan penyimpanan, membuat kelangsungan produksi perangkat bertenaga Snapdragon 8 Elite ini tidak lagi sustainable. Ini bukan sekadar rumor, tapi keputusan final yang diumumkan langsung oleh Ayaneo.

Bayangkan, Anda sudah menunggu berbulan-bulan untuk sebuah handheld gaming premium, hanya untuk mengetahui bahwa unit yang Anda dapatkan mungkin akan menjadi barang koleksi langka. Itulah kenyataan yang dihadapi para backer dan calon pembeli Pocket Fit 8 Elite. Setelah memenuhi semua pre-order dan melakukan satu restock terakhir, Ayaneo akan menutup bab produksi perangkat ini. Keputusan ini mencerminkan tekanan berat yang dihadapi industri gadget gaming, di mana gejolak rantai pasokan bisa dengan cepat mengubah produk andalan menjadi beban finansial.

Lalu, bagaimana dengan nasib para pelanggan yang sudah memesan? Ayaneo menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan semua pre-order yang tertunda sebelum menjual sisa inventaris ke publik. Namun, mereka dengan jujur mengakui bahwa biaya produksi ke depan akan meningkat signifikan, sehingga restock mendatang ini kemungkinan besar adalah yang terakhir. Faktor utama di balik semua ini adalah krisis kelangkaan RAM global, yang disebut-sebut sebagai biang kerok di balik penundaan produksi berbulan-bulan yang dialami sebelumnya. Meski Ayaneo sempat menyisihkan material untuk produksi tambahan terbatas, harga komponen yang terus naik akhirnya memaksa mereka untuk berhenti.

Domino Effect: Dampak pada Lini Produk Lain

Yang lebih mengkhawatirkan, nasib serupa tidak hanya menimpa Pocket Fit 8 Elite. Ternyata, ini adalah gejala yang lebih luas dalam portofolio Ayaneo. Beberapa handheld lain dalam jajaran produk mereka juga menghadapi batasan produksi yang serupa. Misalnya, model Pocket DMG dengan varian warna terbaru mungkin bisa menjadi alternatif, tetapi untuk model seperti Pocket Vert dan Pocket S Mini, Ayaneo mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan di-restock lagi setelah inventaris saat ini habis terjual. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem perangkat niche saat ini.

Bahkan untuk produk yang lebih terjangkau seperti Pocket Air Mini, ada perubahan kebijakan. Ayaneo mengonfirmasi bahwa program unit promosi gratis akan berakhir setelah 1 April 2026. Sementara itu, Pocket DS masih tersedia untuk pre-order terbatas, namun masa depan batch produksinya masih belum pasti. Ini adalah berita penting bagi para penggemar handheld retro yang mengincar perangkat dengan harga lebih bersahabat. Tren kenaikan biaya ini, seperti yang pernah diulas dalam analisis sebelumnya, benar-benar sedang menguji ketahanan banyak produsen.

Baca Juga:

Next 2 Juga Terimbas, Masa Depan Handheld Windows?

Jika Anda mengira masalah ini hanya melanda lini Android, pikirkan lagi. Ayaneo juga memberikan update yang cukup suram untuk flagship Windows handheld mereka, Next 2. Perusahaan terpaksa menangguhkan penjualan Next 2 karena harga penyimpanan yang meningkat dengan cepat. Biayanya telah membengkak hingga hampir dua kali lipat dari perkiraan awal, membuat perangkat ini tidak sustainable untuk dijual dengan harga retail saat ini. Bayangkan, sebuah produk yang dirancang sebagai andalan, harus ditahan penjualannya karena komponen penyimpanan saja.

Namun, ada secercah harapan. Pre-order Next 2 yang sudah ada akan tetap dipenuhi. Ayaneo juga berencana untuk melanjutkan penjualan jika harga komponen stabil di masa depan. Yang penting, Ayaneo berusaha menenangkan para backer dengan janji akan menyediakan dukungan after-sales dan suku cadang untuk kedua perangkat, baik Pocket Fit 8 Elite maupun Next 2. Ini setidaknya memberikan jaminan bahwa perangkat yang sudah beredar tidak akan menjadi β€œbatu nisan” digital.

Lalu, apa yang bisa kita pelajari dari semua ini? Pertama, industri handheld gaming, baik Android maupun Windows, masih sangat rentan terhadap fluktuasi pasar komponen elektronik. Kedua, strategi produksi terbatas dan pre-order yang banyak diadopsi oleh perusahaan seperti Ayaneo bukan tanpa alasan; itu adalah bentuk mitigasi risiko. Ketiga, sebagai konsumen, kita mungkin harus mulai menerima bahwa ketersediaan produk niche seperti ini bisa sangat fluktuatif, dan harga bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan kelangsungan sebuah produk di pasaran. Apakah ini akhir dari era handheld premium yang mudah didapat? Mungkin belum, tetapi jelas ini adalah tanda peringatan yang keras untuk seluruh industri.