📑 Daftar Isi

Bambu Lab S1 3D scanner yang diteaser untuk rilis November 2026

Bambu Lab S1 3D Scanner Teaser, Rilis November 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Bambu Lab teases S1 3D scanner, rilis November 2026
  • Filing FCC: label dan gambar tunjukkan input 60W
  • Dugaan platform bersama 3DeVOK MT Gen2 milik SCANOLOGY
  • Kemungkinan butuh PC, tanpa petunjuk baterai di label
  • 3DeVOK MT Gen2 dibanderol 8.299 dolar AS
  • Belum ada detail resmi spesifikasi dan harga

Telset.id – Bambu Lab resmi menggoda pasar dengan teaser S1 3D scanner yang direncanakan rilis pada November 2026. Belum ada detail produk yang dirilis, namun filing FCC dan kemitraan Bambu Lab dengan SCANOLOGY memberi petunjuk awal soal kemampuan serta potensi teknologi bersama pada perangkat pemindai tiga dimensi tersebut.

Kabar ini penting bagi pengguna yang mengikuti ekosistem pencetakan 3D, karena Bambu Lab selama ini dikenal lewat printer 3D. Langkah masuk ke segmen 3D scanner menandai arah baru perusahaan, meski informasi resmi masih sangat terbatas. Sampai saat ini, belum ada spesifikasi, harga, atau tanggal peluncuran pasti selain target November 2026.

3D scanner sendiri merupakan ceruk di dalam ceruk, dan tidak selalu berada di dalam niche 3D printing. Pemindaian 3D dipakai di banyak bidang, seperti pembuatan aset game, aset tekstur, arkeologi, prostetik, hingga pengarsipan museum. Bangkitnya 3D printing juga menciptakan permintaan kecil namun tumbuh, terutama untuk reverse engineering komponen otomotif dan berbagai part khusus.

Meski begitu, karena kebutuhan PC, proses pembersihan hasil scan yang intensif dan teknis, serta resurfacing di program CAD, segmen ini tetap kecil. Saat ini ceruk tersebut dilayani merek seperti Creality lewat lini CR-Scan, seri Pop dari Revopoint, mini, dan scanner all-in-one MIRACO, serta Einstar dari SHINING3D yang menyasar level prosumer.

Bambu Lab 3d scanner

Petunjuk dari Filing FCC

Spekulasi di forum resmi Bambu Lab menemukan filing FCC berupa label dan gambar scanner. Label tersebut menunjukkan input berating 60W, yang membuat sebagian pihak menduga adanya platform bersama dengan 3DeVOK MT Gen2 milik SCANOLOGY. Perangkat itu merupakan composite 3D scanner berkabel yang dirilis pada 2026, memakai laser biru dan IR, serta memiliki rated input 60W.

Rating input tersebut tidak serta-merta mengonfirmasi bahwa keduanya berbagi teknologi, tetapi memberi sedikit petunjuk soal potensi kemampuannya. Jumlah laser dan kemungkinan adanya layar menjadi faktor yang menentukan kebutuhan daya perangkat.

Label of S1 3D scanner in FCC filing

Melihat area datar dan bagian atas handle pada gambar FCC, tampaknya akan ada layar, kemungkinan serupa dengan 3DeVOK MT Gen2. Yang lebih penting, rating 60W tanpa petunjuk adanya baterai pada label bisa berarti scanner ini memerlukan PC untuk beroperasi. Ini sering menjadi titik keluhan, karena pengguna perlu membawa laptop bertenaga saat memindai, atau memakai kabel USB yang sangat panjang ke PC.

Drawing of S1 3D scanner in FCC filing

Soal Harga dan Posisi Pasar

Untuk harga, 3DeVOK MT Gen2 dibanderol resmi 8.299 dolar AS, titik harga yang sangat tinggi. Angka itu semakin membuat kemungkinan berbagi platform menjadi kecil, jika Bambu Lab ingin menjaga harga yang ramah konsumen. Sampai artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi soal harga S1 3D scanner.

Pasar pemindai 3D saat ini diisi sejumlah pemain dengan pendekatan berbeda. Creality menyediakan lini CR-Scan, Revopoint menawarkan seri Pop dan MIRACO, sementara SHINING3D menghadirkan Einstar untuk kelas prosumer. Kehadiran Bambu Lab berpotensi menambah opsi, meski detail teknisnya masih menjadi tanda tanya.

Bambu Lab sendiri belum mengungkap informasi soal spesifikasi, ketersediaan, maupun harga. Yang jelas, teaser ini menandai langkah perusahaan ke perangkat pemindaian 3D, dengan target rilis November 2026. Filing FCC yang beredar di forum menjadi satu-satunya petunjuk awal yang tersedia saat ini.

Bagi pengguna yang menantikan perangkat baru di ekosistem ini, informasinya masih terbatas pada label dan gambar FCC. Tidak ada konfirmasi soal jumlah laser, keberadaan layar, maupun kebutuhan daya selain input 60W yang tercantum. Semua itu masih sebatas dugaan komunitas, bukan pernyataan resmi perusahaan.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada pengumuman resmi dari Bambu Lab menjelang jadwal rilis pada November 2026. Sampai saat itu, pasar hanya bisa bersandar pada petunjuk yang tersedia, termasuk kemitraan dengan SCANOLOGY dan filing FCC yang beredar.

[ META_DESCRIPTION]
Bambu Lab menggoda pasar lewat teaser S1 3D scanner yang direncanakan rilis November 2026. Filing FCC dan kemitraan SCANOLOGY jadi petunjuk awal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.