Telset.id – Bocoran terbaru mengungkap kapasitas baterai iPhone Ultra yang disebut-sebut lebih rendah dibandingkan iPhone 18 Pro Max. Temuan ini memunculkan pertanyaan baru mengenai daya tahan ponsel lipat perdana Apple tersebut.
Informasi ini pertama kali dibagikan oleh pembocor ternama, Digital Chat Station, melalui platform Weibo. Ia mengutip dokumen regulasi dari pemasok baterai Apple yang mencantumkan dua kapasitas sel, yaitu 1.921mAh dan 2.962mAh. Konfigurasi ini mengonfirmasi bahwa iPhone Ultra akan mengadopsi desain dual-cell, sebuah pendekatan standar pada ponsel lipat untuk mengakomodasi mekanisme engsel yang membentang di seluruh bodi.
Pendekatan serupa juga digunakan oleh Samsung pada Galaxy Z Fold 7 dan Google pada Pixel 10 Pro Fold. Dengan menggabungkan kedua sel tersebut, total kapasitas baterai iPhone Ultra diperkirakan mencapai sekitar 4.883mAh. Meski terlihat besar, angka ini justru lebih kecil dari kapasitas baterai iPhone 18 Pro Max yang mencapai 5.567mAh (versi eSIM) dan iPhone 18 Pro sebesar 4.288mAh.
Keanehan terletak pada fakta bahwa ponsel lipat flagship Apple memiliki kapasitas baterai lebih kecil dibandingkan ponsel flagship berbentuk slab-nya. Hal ini menjadi sorotan karena ponsel lipat harus mendukung dua layar secara bersamaan, yang secara alami membutuhkan lebih banyak daya. Kekhawatiran akan baterai menjadi isu krusial mengingat harga iPhone Ultra yang diprediksi mencapai ₹2.000 hingga ₹2.500 untuk varian dasar.

**Perbandingan dengan Kompetitor**
Jika dibandingkan dengan kompetitor langsungnya, kapasitas baterai iPhone Ultra berada di posisi menengah. Samsung Galaxy Z Fold 7 memiliki baterai 4.400mAh, yang berarti iPhone Ultra unggul tipis. Sementara itu, Google Pixel 10 Pro Fold dibekali baterai 5.015mAh, membuat iPhone Ultra tertinggal sekitar 132mAh.
Namun, selisih tersebut mungkin tidak terlalu signifikan dalam penggunaan sehari-hari. Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak Apple yang ketat seringkali menghasilkan efisiensi daya yang lebih baik per miliamp-jam dibandingkan perangkat Android. Meski begitu, kehadiran ponsel lipat lain seperti Razr Fold dengan baterai 6.000mAh tetap menjadi tantangan tersendiri.
**Implikasi bagi Apple**
Rumor mengenai iPhone Ultra yang akan diumumkan pada September 2026 semakin kuat dengan laporan bahwa Foxconn mulai merekrut pekerja sementara untuk meningkatkan produksi. Namun, bocoran baterai ini menjadi pengingat bahwa Apple harus memastikan daya tahan baterai ponsel lipat pertamanya tidak mengecewakan. Kegagalan dalam aspek ini bisa menjadi bumerang bagi Apple, terutama dengan banderol harga yang sangat tinggi.
Baca Juga:
Meskipun kapasitas baterai iPhone Ultra lebih kecil dari iPhone 18 Pro Max, efisiensi sistem Apple mungkin bisa menjadi penyeimbang. Namun, dengan harga yang sangat premium, ekspektasi pengguna terhadap daya tahan baterai pasti sangat tinggi. Apple harus membuktikan bahwa ponsel lipat pertamanya mampu memberikan performa baterai yang memadai.
Ke depannya, publik masih menanti informasi lebih lanjut mengenai spesifikasi lain iPhone Ultra, termasuk layar, kamera, dan chipset. Semua detail ini akan menjadi penentu apakah ponsel lipat Apple bisa bersaing di pasar yang semakin kompetitif.





Komentar
Belum ada komentar.