Bedah iPad Air M4: Performa Brutal, Tapi Layar Masih 60Hz?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Telset.id – Jika Anda berpikir lini tablet “anak tengah” Apple akan mendapatkan revolusi desain tahun ini, siap-siaplah untuk menahan ekspektasi Anda. Apple baru saja menyegarkan lini iPad Air dengan chipset M4 yang jauh lebih bertenaga, namun tetap mempertahankan “wajah lama” yang mungkin membuat sebagian dari Anda mengernyitkan dahi. Apakah peningkatan jeroan saja cukup untuk membenarkan harganya?

iPad Air seringkali berada di posisi canggung; ia bukan iPad Pro yang serba bisa, namun harganya di atas iPad standar. Pada iterasi terbaru ini, Apple menyematkan RAM yang lebih besar dan otak pemrosesan yang, di atas kertas, sangat menjanjikan bagi para profesional kreatif. Kabar baiknya, harga peluncuran tetap sama dengan pendahulunya, yakni mulai dari $599 untuk varian 11 inci dan $799 untuk model 13 inci.

Namun, jika Anda menaruh kedua tablet ini—iPad Air M4 dan M3—secara berdampingan, mata telanjang Anda mungkin akan kesulitan membedakannya. Peningkatan kali ini jelas ditujukan untuk mereka yang mendambakan kecepatan pemrosesan data, bukan sekadar gaya hidup. Bagi pengguna yang masih bertahan dengan iPad Air bertenaga M1 atau model yang lebih lawas, kehadiran iPad Air 2025 ini bisa menjadi godaan yang sulit ditolak. Mari kita bedah lebih dalam apa yang sebenarnya Anda dapatkan—dan apa yang hilang—dari tablet terbaru ini.

Dapur Pacu: Lompatan Performa yang Signifikan

Perbedaan paling mencolok antara kedua generasi ini terletak pada jantung pemrosesannya. iPad Air terbaru meluncur dengan chip M4, meninggalkan chip M3 yang digunakan pendahulunya. Tidak hanya itu, Apple juga bermurah hati dengan meningkatkan kapasitas RAM dari 8GB menjadi 12GB. Bagi pengguna kasual, angka-angka ini mungkin terdengar seperti jargon teknis semata, namun dampaknya cukup nyata dalam penggunaan jangka panjang.

Meskipun saya biasanya skeptis terhadap klaim peningkatan inkremental, Apple menyatakan bahwa M4 memiliki kecepatan hingga 30 persen lebih tinggi dibandingkan M3. Ini adalah angka yang cukup masif, terutama mengingat tuntutan sistem operasi iPadOS yang semakin hari semakin berat. Peningkatan RAM ini juga “bekerja keras” untuk mendukung fitur Apple Intelligence, yang membutuhkan memori besar agar dapat berjalan mulus tanpa hambatan.

Bagi Anda yang bekerja di bidang penyuntingan video atau desain grafis berat, lonjakan performa ini akan terasa sangat membantu. Rendering video menjadi lebih cepat, dan multitasking antar aplikasi berat terasa lebih ringan. Menariknya, dalam beberapa pengujian benchmark bocoran, performa chip ini bahkan membuat kompetitor ketar-ketir, seperti yang terlihat dalam perbandingan Snapdragon vs M4.

Selain prosesor utama, Apple juga menyematkan chip N1 untuk konektivitas. Ini memungkinkan dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. Kecepatan internet secara teoritis bisa mencapai 46 Gbps, jauh melampaui batas 9,6 Gbps pada model M3. Namun, mari bersikap realistis: apakah pengguna rata-rata benar-benar membutuhkan kecepatan internet setinggi itu di tablet kelas menengah? Jika Anda membutuhkannya, mungkin Anda sebenarnya berada di segmen pasar iPad Pro, bukan Air.

Desain dan Layar: Stagnasi yang Mengecewakan

Di sinilah antusiasme kita mungkin sedikit meredup. Untuk urusan desain, layar, audio, dan kamera, Apple tampaknya mengambil pendekatan “jika tidak rusak, jangan diperbaiki”. Sayangnya, pendekatan ini membuat iPad Air M4 terasa kurang inovatif secara fisik. Tablet ini hadir dalam warna biru, ungu, krem, dan abu-abu. Saya pribadi berharap ada opsi warna baru yang lebih berani dan menonjol, namun kita harus puas dengan palet yang ada.

Dimensi dan bobotnya pun nyaris identik. Varian 11 inci memiliki ketebalan 0,24 inci dengan berat sekitar 1,02 pon, sementara varian 13 inci sedikit lebih berat di angka 1,36 pon. Ringan, portabel, dan solid khas Apple, namun tidak ada yang baru untuk dibicarakan di sini.

Kekecewaan terbesar mungkin terletak pada sektor layar. Keempat model iPad Air (baik M3 maupun M4) masih menggunakan panel Liquid Retina LED dengan kerapatan 264 ppi. Resolusinya memang tajam—2.360 x 1.640 untuk model 11 inci dan 2.732 x 2.048 untuk 13 inci—namun absennya teknologi OLED atau Mini-LED sangat disayangkan. Panel yang lebih canggih tentu akan membuat tampilan visual jauh lebih hidup dan kontras lebih dalam.

Lebih parah lagi, kita masih terjebak di refresh rate 60Hz. Di era di mana ponsel kelas menengah saja sudah banyak yang mengadopsi 120Hz, keputusan Apple untuk tidak menghadirkan ProMotion di iPad Air terasa sebagai langkah pelit. Absennya fitur ini membuat pengalaman menggulir layar atau animasi antarmuka tidak sehalus model Pro. Jika Anda terbiasa dengan layar 120Hz, kembali ke 60Hz akan terasa seperti sebuah kemunduran.

Baterai, Kamera, dan Ekosistem

Beralih ke daya tahan, tidak ada perubahan pada spesifikasi baterai. Apple mengklaim semua model mampu bertahan hingga 10 jam untuk berselancar web via Wi-Fi atau menonton video. Angka ini turun menjadi 9 jam jika menggunakan jaringan seluler. Tidak ada keluhan di sini; daya tahan baterai iPad selalu dapat diandalkan untuk penggunaan seharian penuh.

Sektor kamera juga tidak mendapatkan sentuhan baru. iPad Air M4 masih menggunakan kamera belakang 12MP Wide dan kamera depan 12MP Center Stage yang sama dengan pendahulunya. Jujur saja, siapa yang benar-benar menggunakan iPad untuk fotografi serius? Kamera ini sudah lebih dari cukup untuk memindai dokumen atau melakukan panggilan video yang jernih.

Dari sisi perangkat lunak, iPadOS 26 dan aksesoris pendukung tidak mengalami perubahan drastis. Magic Keyboard model tahun lalu masih kompatibel, begitu pula dengan Apple Pencil Pro. Namun, kekuatan sebenarnya ada pada integrasi AI. Dengan peningkatan RAM sebesar 50 persen dan chip M4, pemrosesan AI lokal menjadi jauh lebih cepat. Meski demikian, kecuali Anda adalah “power user” yang sangat bergantung pada fitur AI, perbedaan ini mungkin tidak akan terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Pre-order untuk perangkat ini akan dimulai pada 4 Maret pukul 09.15 ET, dan unitnya akan tiba seminggu kemudian. Menariknya, peluncuran ini berdekatan dengan rumor kehadiran MacBook Air M4 dan perangkat Mac lainnya, menandakan musim semi yang sibuk bagi Apple.

Kesimpulannya, iPad Air M4 adalah upgrade yang solid namun aman. Jika Anda adalah pecinta spreadsheet, seniman digital yang butuh RAM besar, atau pengguna yang melompat dari generasi lama, ini adalah investasi yang layak. Namun bagi pemilik iPad Air M3, Anda bisa bernapas lega dan menyimpan dompet Anda; Anda tidak melewatkan banyak hal.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI